Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
BPBD Cilacap Perbaiki Saluran Irigasi untuk Amankan Pasokan Air Sawah Saat Musim Kemarau
Pemkab Banyumas Siap Wujudkan 13 Tahun Wajib Belajar dengan Program PAUD Holistik Integratif

Pemkab Banyumas Siap Wujudkan 13 Tahun Wajib Belajar dengan Program PAUD Holistik Integratif

Banyumas Kuatkan PAUD HI dan Penguatan Pra SDBanyumas Kuatkan PAUD HI dan Penguatan Pra SD

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pemerintah Kabupaten Banyumas berkomitmen penuh dalam melaksanakan gerakan 13 tahun wajib belajar pendidikan dasar.

Dalam upaya ini, Pemkab Banyumas mengedepankan dua program unggulan yang menjadi prioritas utama gerakan tersebut.

Pada hari Selasa, tanggal 30 Juni 2026, Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas menyelenggarakan sosialisasi yang ditujukan kepada Bunda PAUD di tingkat kecamatan, serta Bunda PAUD di tingkat desa dan kelurahan se-Kabupaten Banyumas.

Bunda PAUD Kabupaten Banyumas, Nuraeni Tri Haryanti Sadewo, menjelaskan bahwa untuk mendukung kesuksesan program wajib belajar selama 13 tahun yang mencakup satu tahun usia pra-sekolah, Bupati Banyumas telah mengukuhkan Pokja Bunda PAUD untuk periode 2025-2030 pada akhir tahun lalu.

“Sekarang kita sosialisasikan dua program unggulan sebagai prioritas utama gerakan,” ungkapnya.

Dua program yang dimaksud adalah penguatan PAUD Holistik Integratif (PAUD HI) dan program penguatan pra-SD.

Kedua program ini merupakan bagian dari upaya yang lebih luas untuk mendukung implementasi wajib belajar selama 13 tahun.

Nuraeni menekankan bahwa penguatan PAUD HI akan didorong agar layanan untuk anak usia dini tidak hanya terfokus pada pendidikan semata.

Namun, layanan tersebut juga perlu mencakup aspek kesehatan, gizi, perlindungan, dan pengasuhan.

Hal ini sangat penting untuk memastikan setiap anak mendapatkan dukungan menyeluruh sesuai dengan kebutuhan mereka.

Program kedua, yakni penguatan pra-SD, diarahkan agar anak-anak dapat benar-benar siap memasuki jenjang pendidikan dasar.

Fokus dari program ini adalah pada kesiapan sosial-emosional anak, kemandirian, kemampuan literasi dasar, serta penciptaan lingkungan belajar yang menyenangkan dan kondusif.

Dengan demikian, diharapkan anak-anak tidak hanya siap secara akademis tetapi juga secara emosional saat memasuki sekolah dasar.

Nuraeni menegaskan pentingnya pendampingan yang lebih intensif kepada satuan PAUD.

Selain itu, pelibatan orang tua dalam upaya pengasuhan positif juga menjadi salah satu aspek penting dalam program ini.

Penguatan kolaborasi lintas sektor pun ditekankan sebagai langkah strategis untuk mencapai tujuan bersama.

“Kita ingin memastikan seluruh anak di Banyumas memperoleh kesempatan yang setara untuk tumbuh, belajar, dan berkembang secara optimal,” ungkapnya.

Ia juga mengakui bahwa pengurus Pokja Bunda PAUD memiliki peran krusial dalam memastikan semua kebutuhan dasar anak terpenuhi dengan seimbang.

Dengan komposisi kepengurusan yang luas—meliputi perangkat daerah terkait, organisasi profesi, hingga mitra pendukung lainnya—Pokja Bunda PAUD memiliki potensi besar untuk memperkuat layanan PAUD secara menyeluruh.

Nuraeni berharap agar pendampingan dapat dilakukan secara berkelanjutan. Penguatan pemahaman terkait PAUD HI serta pemenuhan layanan minimal harus terus ditingkatkan.

Ia juga mendorong terwujudnya kolaborasi yang lebih erat antara lembaga PAUD dengan orang tua, kader kesehatan, PKK (Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga), serta pemerintah desa.

Melalui kerja sama yang konsisten dan kolaboratif ini, dia meyakini bahwa Banyumas bisa menjadi kabupaten unggul dalam layanan PAUD Holistik Integratif.

Kabid PAUD dan Dikmas Dinas Pendidikan Kabupaten Banyumas Dwi Kustantinah SH menambahkan bahwa kegiatan sosialisasi ini merupakan bagian dari ikhtiar Pemkab Banyumas untuk mewujudkan gerakan 13 tahun wajib belajar pendidikan dasar.

“Kami tentu mendorong partisipasi aktif dari Pokja PAUD di setiap tingkatan,” katanya.

Dalam konteks saat ini, tercatat ada lebih dari 35 ribu anak-anak di Kabupaten Banyumas yang terdaftar sebagai peserta didik di lembaga PAUD.

Menurut Dwi Kustantinah atau akrab disapa Tanty, masa usia 0 sampai 5 tahun adalah fase golden age bagi perkembangan anak.

Oleh karena itu, pendidikan pra-sekolah menjadi sangat penting sebagai fondasi pembentukan karakter dan kepribadian mereka.

Tanty juga menuturkan bahwa dalam acara sosialisasi tersebut diberikan bantuan secara simbolis kepada anak-anak PAUD dari Pemerintah Kabupaten Banyumas.

Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian khusus kepada pendidikan anak usia dini serta memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan terbaik untuk memulai proses pembelajaran mereka sejak dini.

Dengan adanya inisiatif seperti sosialisasi ini, diharapkan masyarakat dapat memahami pentingnya pendidikan bagi anak-anak mereka dan berpartisipasi aktif dalam mendukung program-program pemerintah terkait pendidikan dasar. (res/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Saluran Irigasi Rusak Diperbaiki

BPBD Cilacap Perbaiki Saluran Irigasi untuk Amankan Pasokan Air Sawah Saat Musim Kemarau