BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Pembangunan Jembatan Permanen Sidabowa-Karanganyar kini memasuki tahap akhir dan ditargetkan rampung pada awal Juli 2026.
Proyek ini diharapkan dapat memperlancar mobilitas warga sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di kawasan Patikraja, sebuah wilayah yang selama ini dikenal dengan tantangan transportasi yang cukup signifikan.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas, Kresnawan Wahyu Kristoyo, menjelaskan bahwa progres pembangunan saat ini telah mencapai 92 persen.
Pekerjaan yang masih tersisa hanyalah pengaspalan sebelum jembatan tersebut dapat difungsikan.
“Secara prosentase sudah 92 persen. Mudah-mudahan akan terealisasi selesai secara keseluruhan, karena memang kontrak berakhir 9 Juli kami harapkan sebelum tanggal 9 Juli jembatan bisa selesai dan difungsikan,” ungkap Kresnawan dengan optimisme.
Proyek pembangunan jembatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kabupaten Banyumas dan pemerintah pusat, yang menunjukkan komitmen bersama dalam meningkatkan infrastruktur daerah.
Total anggaran yang dialokasikan untuk pembangunan jembatan ini mencapai Rp 28 miliar.
Dari jumlah tersebut, sekitar Rp 11,5 miliar diambil dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) untuk pembebasan lahan, sedangkan sisanya didukung melalui anggaran pemerintah pusat.
“Anggaran APBD kita sekitar Rp 11,5 miliar itu untuk pembebasan lahan. Jadi ini kolaborasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten,” jelas Kresnawan lebih lanjut.
Keberadaan jembatan permanen ini diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antara Desa Sidabowa dan Karanganyar.
Sebelumnya, akses jalan yang ada hanya dapat dilalui oleh kendaraan roda dua, namun dengan adanya jembatan baru ini, kendaraan roda empat juga dapat melintas.
“Dulu hanya bisa digunakan oleh kendaraan roda dua, sekarang bisa dilalui kendaraan roda empat,” ucapnya.
Dari segi manfaat sosial ekonomi, jembatan baru ini akan memberikan dampak yang signifikan bagi masyarakat setempat.
Selain mempermudah mobilitas penduduk, jembatan ini juga diproyeksikan menjadi jalur alternatif untuk mengurangi kepadatan arus kendaraan di Simpang Pasar Patikraja.
Hal ini sangat penting mengingat lokasi tersebut sering menjadi titik kemacetan yang mengganggu aktivitas sehari-hari warga.
“Diharapkan bisa mengurai kepadatan lalu lintas juga,” pungkas Kresnawan menekankan pentingnya proyek ini bagi masyarakat.
Dengan rampungnya pembangunan jembatan Sidabowa-Karanganyar, diharapkan masyarakat akan merasakan manfaatnya secara langsung.
Akses yang lebih baik tidak hanya akan mempermudah perjalanan sehari-hari, tetapi juga berpotensi meningkatkan perekonomian lokal dengan memperlancar distribusi barang dan layanan dari satu desa ke desa lainnya.
Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Banyumas menambahkan bahwa proyek pembangunan jembatan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan infrastruktur di daerah guna mendukung pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
“Kami berharap dengan adanya jembatan baru ini dapat membantu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta mendukung perkembangan ekonomi di sekitar wilayah tersebut,” ujarnya.
Masyarakat menyambut baik rencana penyelesaian proyek jembatan tersebut.
Beberapa warga setempat mengungkapkan harapan mereka agar setelah jembatan beroperasi, kondisi lalu lintas di kawasan Patikraja bisa lebih lancar sehingga aktivitas sehari-hari tidak terganggu oleh kemacetan.
“Saya sangat senang jika jembatan ini segera selesai. Selama ini lewat jalan itu sering macet, jadi kalau ada jalan baru pastinya akan membantu sekali,” kata salah seorang warga Desa Sidabowa.
Sebagai tambahan informasi, proyek pembangunan Jembatan Sidabowa-Karanganyar adalah langkah nyata pemerintah dalam meningkatkan aksesibilitas antarwilayah di Kabupaten Banyumas.
Dengan adanya infrastruktur yang lebih baik, diharapkan mobilitas masyarakat semakin meningkat dan berbagai aktivitas perekonomian dapat berjalan lebih efisien. (res/stch/dda)
















