BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Keterbatasan anggaran menjadi tantangan serius dalam pembinaan atlet disabilitas di Kabupaten Banyumas.
National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) Banyumas mengajukan permohonan dukungan kepada anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setempat agar persiapan menuju Pekan Paralimpik Pelajar Daerah (Peparpeda) dan Pekan Paralimpik Provinsi (Peparprov) dapat berlangsung secara optimal.
Permintaan tersebut disampaikan dalam audiensi yang berlangsung pada Senin (29/6) antara NPCI Kabupaten Banyumas dengan DPRD Kabupaten Banyumas.
Pertemuan yang dihadiri oleh pengurus NPCI dan beberapa anggota DPRD ini membahas mengenai pembinaan atlet disabilitas, serta kesiapan menghadapi dua ajang olahraga terbesar bagi atlet penyandang disabilitas di tingkat provinsi.
Ketua NPCI Kabupaten Banyumas, Suwondo, menekankan pentingnya Peparpeda dan Peparprov sebagai wadah untuk pembinaan sekaligus penjaringan atlet potensial yang akan berlaga di tingkat nasional.
Oleh karena itu, dukungan dari pemerintah daerah serta DPRD sangat krusial.
“Dukungan pemerintah dan DPRD sangat dibutuhkan agar proses pembinaan atlet dapat berjalan optimal, terutama di tengah keterbatasan anggaran yang saat ini dihadapi,” ujar Suwondo dalam pertemuan tersebut.
Sejak dilantik pada September 2022, NPCI Banyumas telah aktif melakukan sosialisasi, pembinaan atlet, serta berpartisipasi dalam berbagai kejuaraan.
Dalam periode ini, organisasi tersebut berhasil mengumpulkan sekitar 60 hingga 80 atlet yang secara rutin mengikuti latihan serius.
Namun demikian, kendala besar tetap menghantui mereka yaitu keterbatasan anggaran yang tidak hanya mengganggu proses pembinaan tetapi juga berpengaruh pada pemenuhan kebutuhan peralatan olahraga serta biaya untuk mengikuti Peparpeda dan Peparprov.
“Dan kami masih menghadapi kendala terkait peralatan atlet dan biaya mengikuti PEPARPEDA dan PEPARPROV,” ungkapnya dengan nada khawatir.
Di tengah situasi yang penuh tantangan ini, NPCI Banyumas tetap mampu mencetak atlet berprestasi baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dua nama yang layak disebutkan adalah Lutfi Afandi, seorang perenang, serta Sapto Yogo Purnomo, seorang sprinter.
Keduanya telah berhasil mengharumkan nama Indonesia di berbagai kejuaraan internasional, termasuk pada ajang Paralimpiade.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa meskipun anggaran terbatas, semangat juang para atlet tidak bisa dipandang sebelah mata.
Menanggapi masalah ini, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Banyumas, Rachmat Imanda, menjelaskan bahwa penurunan dana hibah untuk berbagai organisasi termasuk NPCI Banyumas adalah akibat dari kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan pemerintah daerah.
Hal ini tentu saja berdampak signifikan terhadap sejumlah program serta kegiatan yang telah direncanakan sebelumnya.
“DPRD nanti akan berkoordinasi dengan dinas terkait. Apalagi dengan adanya aturan hibah yang harus kita cermati agar tidak terjadi kesalahan administrasi,” jelas Rachmat Imanda.
Ia menambahkan bahwa DPRD akan melakukan koordinasi lebih lanjut dengan Badan Anggaran (Banggar) guna membahas dukungan anggaran bagi NPCI Banyumas.
Rachmat berharap kebutuhan untuk pembinaan atlet disabilitas ini dapat mulai terakomodasi dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan tahun 2026 mendatang.
“Melalui pertemuan hari ini, kami menangkap pentingnya alokasi dana dalam APBD perubahan agar kebutuhan pembinaan atlet disabilitas dapat terjamin,” pungkasnya.
Kondisi ini menggambarkan betapa pentingnya perhatian dari pemerintah dan lembaga legislatif terhadap keberlanjutan program-program pembinaan bagi atlet disabilitas.
Dengan semakin banyaknya perhatian dan dukungan finansial dari pihak-pihak terkait, bukan tidak mungkin Kabupaten Banyumas akan mampu melahirkan lebih banyak lagi atlet berprestasi yang dapat mengharumkan nama bangsa di pentas olahraga internasional. (res/stch/dda)
















