BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pertandingan perdana di Grup B babak delapan besar Liga 4 Piala Presiden 2026 memperlihatkan perjuangan yang tidak mudah bagi Persibangga Purbalingga.
Dalam laga yang berlangsung di Stadion Sriwedari Solo pada hari Senin, 29 Juni 2026, tim yang dikenal dengan julukan Laskar Jenderal Soedirman ini harus menerima kenyataan pahit setelah ditaklukkan oleh Persinga Ngawi dengan skor 1-2.
Sejak awal pertandingan, Persibangga menunjukkan semangat juang yang tinggi, bahkan berhasil unggul lebih dulu melalui gol yang dicetak oleh Arfin Aufa pada babak pertama.
Keberhasilan ini memberikan harapan bagi para pendukung dan pemain untuk meraih hasil positif dalam laga ini.
Namun, harapan tersebut mulai memudar ketika Persinga Ngawi menunjukkan ketangguhannya di babak kedua.
Dua gol yang diciptakan oleh Ridwan Ridho pada babak kedua secara dramatis membalikkan keadaan dan memastikan kemenangan bagi tim juara Liga 4 Jawa Timur tersebut.
Meskipun demikian, kekalahan ini belum sepenuhnya menutup peluang bagi Persibangga untuk mengamankan tiket promosi ke Liga 3.
Tim besutan pelatih M Irfan masih memiliki dua pertandingan tersisa untuk diperjuangkan.
Persibangga dijadwalkan akan menghadapi PSN Ngada di Stadion Sriwedari Solo pada hari Kamis, 2 Juli 2026, sebelum bertemu dengan Unaaha FC di stadion yang sama pada hari Minggu, 5 Juli 2026.
Agar bisa promosi ke Liga 3, minimal tim harus menyelesaikan fase grup di peringkat ketiga klasemen Grup B.
Namun untuk bisa melaju ke babak semifinal, mereka harus berjuang lebih keras dan finis sebagai runner up grup.
Dalam analisis performa sepanjang pertandingan, terlihat bahwa meskipun Persibangga berhasil menciptakan sejumlah peluang melalui Andre Putra Wibowo dan rekan-rekannya, lini pertahanan mereka terlihat kurang solid.
Hal ini dimanfaatkan oleh pemain lawan dengan baik, sehingga membuat Persinga mampu membalikkan keadaan.
Salah satu momen kontroversial dalam laga tersebut adalah insiden yang melibatkan pemain Persinga Ridwan Ridho yang diduga melakukan tindakan tidak sportif dengan menyikut pemain Persibangga Erlangga Narendra Putra.
Insiden tersebut terjadi tepat di depan asisten wasit, namun sayangnya wasit utama Hafizullah Fairdh dari Kabupaten Bandung Barat hanya memberikan kartu kuning tanpa menganggapnya sebagai pelanggaran serius.
Keputusan ini sontak memicu protes dari ofisial Persibangga yang mendatangi asisten wasit untuk menyampaikan ketidakpuasan mereka.
Pelatih M Irfan memberikan apresiasi atas usaha keras para pemainnya meski harus menelan kekalahan dalam pertandingan ini. Ia mengatakan,
“Semoga di dua pertandingan selanjutnya kami bisa bermain lebih baik dan meraih kemenangan.”
Ucapan tersebut mencerminkan harapan dan optimisme pelatih terhadap kemampuan timnya dalam menghadapi tantangan selanjutnya.
Tentu saja, kekalahan ini menjadi pelajaran berharga bagi seluruh anggota tim dan manajemen klub.
Dalam kompetisi seketat ini, setiap kesalahan dapat berakibat fatal bagi ambisi promosi ke level yang lebih tinggi.
Oleh karena itu, evaluasi mendalam terhadap strategi permainan dan penguatan mental para pemain menjadi sangat penting menjelang dua laga berikutnya. (tya/stch/dda)
















