Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Warga Barlingmascakeb Menghadapi Krisis Air Bersih Akibat Musim Kemarau

Dampak Kemarau Makin MeluasDampak Kemarau Makin Meluas
AIR BERSIH: Warga Desa Gemuruh, Dusun Ksatriyan menampung air bersih yang disalurkan oleh BPBD Kabupaten Banjarnegara, Jumat (26/6/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dampak dari musim kemarau kini mulai dirasakan di berbagai wilayah di Barlingmascakeb.

Krisis air bersih yang sebelumnya hanya terjadi di beberapa daerah kini meluas, mencakup Kabupaten Purbalingga, Banjarnegara, hingga Cilacap.

Ratusan kepala keluarga terpaksa bergantung pada distribusi air bersih yang dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari mereka.

Di Kabupaten Purbalingga, terdapat sekitar 390 orang yang tinggal di Desa Serang dan Desa Kutabawa, Kecamatan Karangreja, yang masih mengandalkan bantuan air bersih.

BPBD Kabupaten Purbalingga baru-baru ini mendistribusikan 20 ribu liter air bersih, dengan masing-masing desa menerima 10 ribu liter.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Purbalingga, Revon Haprindiat, menjelaskan bahwa krisis air bersih ini terjadi karena sumber mata air utama warga, Tuk Sikopyah, mengalami kerusakan akibat bencana longsor dan banjir bandang beberapa waktu lalu.

“Warga menggantungkan harapan mereka pada air bersih yang didistribusikan oleh BPBD Kabupaten Purbalingga,” ungkap Revon ketika diwawancarai oleh awak media pada Sabtu (27/6/2026).

Ia menambahkan bahwa distribusi air telah dilakukan di beberapa lokasi di desa tersebut yaitu RT 02 RW 01, RT 18 RW 05, dan RT 16 RW 04 untuk Desa Kutabawa.

Sementara itu, di Desa Serang, bantuan disalurkan ke RT 02 RW 07, RT 04 RW 07, serta Dusun Gunungmalang.

Revon menjelaskan lebih lanjut bahwa total ada 20 ribu liter air yang didistribusikan.

“Masing-masing desa mendapatkan droping air bersih sebanyak 10 ribu liter,” jelasnya.

Dari data yang dihimpun BPBD, jumlah warga yang terdampak di Desa Kutabawa mencapai 48 kepala keluarga atau sekitar 190 jiwa.

Di sisi lain, Desa Serang juga tidak kalah parah, dengan 50 kepala keluarga atau sekitar 200 jiwa mengalami kesulitan serupa.

Di samping itu, BPBD juga telah menerima permohonan bantuan air bersih dari salah satu desa di Kecamatan Kaligondang.

Namun distribusi bantuan masih tertunda karena wilayah tersebut masih memiliki sumber air yang relatif mudah dijangkau dan dampak kekeringan hanya terjadi di satu RT saja.

“Hingga saat ini belum ada permohonan tambahan air bersih lagi yang masuk ke BPBD Kabupaten Purbalingga,” tambah Revon.

Kondisi serupa juga dialami oleh warga di Kabupaten Banjarnegara. Jebolnya saluran irigasi di Desa Gemuruh, Kecamatan Bawang, sejak tanggal 26 Mei lalu menyebabkan sumur-sumur warga di Dusun Ksatriyan mengering akibat kehilangan resapan air.

Ketua RT setempat, Eko Aji Purwanto mengatakan bahwa hampir seluruh sumur warga kini tidak bisa digunakan lagi.

“Sudah sekitar satu bulan ini aliran irigasi tidak mengalir sama sekali. Akibatnya resapan ke sumur pun tidak ada dan sekarang hampir semua sumur warga benar-benar kering,” ujarnya dengan nada prihatin.

Ketika mobil tangki datang membawa air bersih, warga berbondong-bondong membawa ember dan jeriken untuk menampung air.

Eko menceritakan bahwa kondisi seperti ini baru pertama kali dialami oleh masyarakat setempat karena sebelumnya sumur selalu mampu memenuhi kebutuhan meski musim kemarau tiba.

“Selama ini kebutuhan kami dipenuhi melalui bantuan mobil tangki yang datang tiga kali dalam sepekan,” tutur Eko.

Ia menambahkan bahwa masyarakat sangat berharap agar saluran irigasi segera diperbaiki agar aliran air kembali normal untuk sawah maupun sumur mereka.

Staf BPBD Banjarnegara bernama Ismail menyatakan bahwa penyaluran terbaru dilakukan kepada 70 rumah yang dihuni oleh 147 kepala keluarga atau sekitar 441 jiwa.

Setiap tangki menampung sekitar 5 ribu liter air dan dalam sehari BPBD mengirimkan enam tangki atau sekitar 30 ribu liter air bersih ke wilayah tersebut.

Penyaluran bantuan juga mendapat dukungan dari PMI yang menambah dua tangki air.

“Saat ini kami memiliki enam tangki dari BPBD yang fokusnya sementara ini untuk warga yang terdampak jebolnya saluran irigasi,” jelas Ismail lebih lanjut.

Selain Desa Gemuruh, BPBD Banjarnegara juga menyalurkan bantuan kepada Desa Serang yang mengalami masalah serupa dengan kebutuhan sekitar empat tangki air untuk dua RT di desa tersebut.

Dua tangki disalurkan ke penampungan Pamsimas dengan distribusi setiap dua hari sekali.

Ismail menambahkan bahwa sejumlah desa lain juga telah mulai melaporkan kondisi kekeringan mereka kepada BPBD.

Namun sebelum melakukan distribusi lebih lanjut, pemerintah desa diminta untuk menyiapkan tempat penampungan agar penyaluran dapat dilakukan dengan lebih efektif.

Di sisi lain, Kabupaten Cilacap juga merasakan dampak dari musim kemarau saat ini.

BPBD Kabupaten Cilacap telah melakukan penyaluran bantuan air bersih ke dua wilayah terdampak yakni Desa Cimrutu di Kecamatan Patimuan dan Desa Ujungalang di Kecamatan Kampunglaut.

Di Desa Cimrutu sendiri terjadi penurunan debit sumber air sehingga sebanyak 235 kepala keluarga atau sekitar 388 jiwa mengalami kesulitan dalam mendapatkan akses terhadap air bersih.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Cilacap Taryo menyatakan bahwa pihaknya telah mendistribusikan sebanyak 5 ribu liter air bersih ke dua titik berbeda yakni RT 01 RW 03 dan RT 04 RW 03 Dusun Cimrutu.

“Debit sumber air yang biasanya digunakan oleh warga mengalami penurunan sehingga tidak mampu memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat,” katanya.

Lebih jauh Taryo menjelaskan mengenai langkah-langkah lanjutan dari pihak BPBD dalam menghadapi situasi ini.

Selain mendistribusikan bantuan air bersih secara langsung kepada masyarakat terdampak, pihaknya juga berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Cimrutu untuk terus memantau kondisi sumber daya air setempat.

“Meski hingga kini tidak ada korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat dampak kekeringan ini, kami tetap perlu menyikapi situasi dengan serius,” tambahnya.

Banyak warga kini mulai merasakan kesulitan dalam mendapatkan akses terhadap air bersih untuk kebutuhan rumah tangga sehari-hari mereka dan sebagian harus mengambil dari lokasi yang lebih jauh.

BPBD juga sudah mempersiapkan langkah-langkah untuk distribusi lanjutan jika kebutuhan masyarakat masih belum terpenuhi sepenuhnya setelah pendistribusian awal ini.

“Kami menghimbau masyarakat agar lebih bijaksana dalam menggunakan sumber daya air serta memanfaatkan apa pun yang tersedia selama musim kemarau,” tuturnya.

Di Kecamatan Kampunglaut sendiri terjadi penurunan debit aliran air juga berdampak pada sekitar 70 kepala keluarga atau kurang lebih 250 jiwa di Dusun Bondan pada Desa Ujungalang yang mengalami kesulitan serupa dalam mengakses pasokan air bersih.

Sebagai langkah awal penanganan terhadap situasi ini, BPBD kembali mendistribusikan sebanyak lima ribu liter air bersih kepada masyarakat sebagai solusi jangka pendek.

“Setelah dilaksanakan asesmen menyeluruh terkait situasi debit aliran water supply kami melihat adanya penurunan signifikan sehingga sangat mempengaruhi kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan akan pasokan air bersih,” jelas Taryo menekankan pentingnya pemantauan berkelanjutan terhadap kondisi ini.

BPBD berkomitmen akan terus melakukan pemantauan serta siap memberikan bantuan tambahan apabila situasi kekeringan belum menunjukkan tanda-tanda perbaikan dalam waktu dekat mendatang.

“Kami akan terus melakukan pemantauan dan memastikan agar semua kebutuhan penduduk terpenuhi,” tandas Taryo dengan harapan agar masalah kekeringan dapat segera teratasi demi kesejahteraan seluruh masyarakat.

Krisis pasokan air bersih akibat dampak musim kemarau ini tentu menjadi perhatian serius bagi pemerintah setempat dan masyarakat luas lainnya agar senantiasa menjaga ketersediaan sumber daya alam demi keberlangsungan hidup bersama. (tya/far/jul/bay/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Turnamen Sebenarnya Baru Dimulai

Belgia Lolos ke Fase Gugur Piala Dunia 2026, Kevin De Bruyne: Turnamen Sebenarnya Baru Dimulai

Berita Selanjutnya
Menara Eiffel pangkas Jam Operasional

Gelombang Panas Ekstrem di Prancis Pecahkan Rekor, Menara Eiffel dan Museum Louvre Pangkas Jam Operasional