BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-80, Polres Kebumen menyelenggarakan doa bersama lintas agama yang berlangsung di Gedung Tribrata Polres Kebumen pada Kamis, 25 Juni.
Kegiatan ini tidak hanya menjadi ajang refleksi bagi jajaran kepolisian, tetapi juga menjadi momen penting untuk memperkuat sinergi antara Polri dengan masyarakat serta berbagai elemen agama di Kabupaten Kebumen.
Acara tersebut dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, tokoh agama, serta jajaran Polres Kebumen.
Di antara mereka, tampak hadir Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama, Dandim 0709 Kebumen yang diwakili oleh Kapten Inf Sunarmo, serta Kajari Kebumen yang diwakili oleh Kaur TU Aksori.
Selain itu, pejabat utama Polres Kebumen dan perwakilan dari Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Kebumen juga turut berpartisipasi dalam doa bersama ini.
Di tengah suasana khidmat tersebut, para pemuka agama dari berbagai latar belakang seperti Islam, Buddha, Kristen, Katolik, dan Konghucu memberikan dukungan moral melalui doa yang dipanjatkan bersama.
Hal ini mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi antar umat beragama yang sangat diperlukan untuk menjaga kerukunan di masyarakat.
Kapolres Kebumen AKBP I Putu Bagus Krisna Purnama dalam sambutannya mengungkapkan bahwa peringatan Hari Bhayangkara ke-80 merupakan momen penting untuk merefleksikan komitmen Polri dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Tantangan tugas Polri ke depan semakin kompleks. Karena itu diperlukan kesiapan, kerja sama, dan dukungan dari seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Pernyataan Kapolres tersebut menggambarkan bagaimana tantangan yang dihadapi oleh institusi kepolisian tidak hanya sebatas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga melibatkan aspek pelayanan publik yang berkualitas.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara semua pihak dalam menghadapi tantangan baru yang mungkin muncul di masa mendatang.
Dalam konteks ini, Kapolres juga mengajak seluruh peserta untuk mendoakan keselamatan anggota Polri yang sedang bertugas di lapangan.
“Kami berharap agar para anggota kami selalu diberikan perlindungan dan kemampuan untuk menjalankan tugas dengan baik,” tuturnya.
Selain aspek doa bersama sebagai bentuk harapan akan keselamatan dan kedamaian, acara ini juga berfungsi sebagai wadah untuk mempererat hubungan antara kepolisian dan masyarakat.
Dengan kehadiran tokoh-tokoh agama dari berbagai latar belakang, tercipta suasana saling menghormati dan mendukung antar umat beragama demi terciptanya keamanan sosial.
Kegiatan doa bersama lintas agama ini menunjukkan komitmen nyata dari Polres Kebumen dalam membangun hubungan harmonis dengan berbagai elemen masyarakat.
Masyarakat pun memiliki peran penting dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan sekitar mereka.
Dalam hal ini, keterlibatan aktif masyarakat dapat meningkatkan rasa saling memiliki antar sesama warga negara.
Hari Bhayangkara ke-80 merupakan pengingat bagi kita semua tentang pentingnya peran polisi dalam menciptakan ketenangan dan keamanan segenap lapisan masyarakat.
Dalam upaya mewujudkan hal tersebut, dukungan penuh dari masyarakat sangat dibutuhkan agar tugas-tugas kepolisian dapat berjalan lebih efektif.
Melihat keberhasilan acara ini, diharapkan kegiatan serupa bisa dilakukan secara berkala dengan melibatkan lebih banyak elemen masyarakat lainnya.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa semua lapisan masyarakat merasa terlibat dalam proses menjaga keamanan dan ketertiban umum.
Dengan cara ini pula harapan akan terciptanya lingkungan yang aman dan damai dapat semakin terwujud. (mam/stch/dda)














