BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Museum Wayang Banyumas akan segera memiliki gedung pelatihan budaya yang dirancang untuk mendukung upaya pelestarian seni tradisional di daerah tersebut.
Revitalisasi yang diperkirakan menelan biaya sekitar Rp750 juta ini akan didanai oleh Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah pada tahun anggaran 2026.
Fungsional Pamong Budaya Ahli Muda dari Dinas Porabudpar Banyumas, Arif Rachman Achmadi, menyatakan bahwa fokus utama dari revitalisasi ini adalah pembangunan Gedung Pelatihan Budaya yang diharapkan dapat memfasilitasi berbagai kegiatan edukasi, konservasi, penelitian, dan rekreasi budaya.
Museum Wayang Banyumas selama ini tidak memiliki ruang khusus yang diperuntukkan bagi pelatihan pertunjukan wayang.
Hal ini menjadi perhatian serius karena sarana edukasi bagi generasi muda serta wisatawan mengenai pelestarian budaya tradisional masih dianggap belum optimal.
Arif menjelaskan bahwa “Di Museum Wayang Banyumas juga tidak tersedia ruang workshop kebudayaan dan ruang yang berfungsi sebagai tempat pendukung penelitian dan pelatihan bagi seniman pelestari lokal.”
Situasi ini menunjukkan adanya keterbatasan fasilitas yang menyebabkan berbagai kegiatan kebudayaan seringkali dilakukan di selasar Museum Wayang Banyumas ataupun di Balai Adipati Mrapat, Kantor Kecamatan Banyumas.
Kondisi ini dinilai belum mampu mendukung pengembangan aktivitas budaya secara maksimal.
Oleh karena itu, kehadiran gedung baru diharapkan dapat menciptakan kawasan budaya yang lebih terintegrasi dan efektif.
Penataan kawasan Kecamatan Banyumas juga akan mengoptimalkan fungsi Museum Wayang Banyumas sebagai pusat pelestarian budaya.
Revitalisasi gedung ini ditargetkan untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, seniman, pelajar, hingga wisatawan yang datang ke museum tersebut.
Dalam pandangan Arif, Museum Wayang Banyumas tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi juga harus menjadi pusat aktivitas kebudayaan yang aktif dan dinamis.
“Proses pembangunan masih menjadi kewenangan Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah,” ungkap Arif.
Saat ini, tahapan revitalisasi masih berada pada proses administrasi pengajuan.
“Rencana pekerjaan belum tahu karena Balai Pelestarian Kebudayaan yang mengerjakan. Saat ini masih berproses administrasi pengajuan,” tambahnya.
Pentingnya keberadaan gedung pelatihan budaya ini tidak hanya untuk mendukung kegiatan seni pertunjukan wayang tetapi juga untuk menjadikan Museum Wayang Banyumas sebagai pusat pendidikan dan riset kebudayaan.
Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan akan ada peningkatan minat masyarakat terhadap seni tradisional serta memberikan kesempatan bagi seniman lokal untuk belajar dan berlatih dengan lebih baik. (fij/stch/dda)
















