BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebanyak 151 jamaah haji asal Kabupaten Cilacap yang tergabung dalam Kelompok Terbang (Kloter) 76 telah kembali ke Indonesia dengan kondisi sehat setelah melaksanakan ibadah haji di Tanah Suci.
Kloter 76 ini menjadi rombongan pertama dari Kabupaten Cilacap yang tiba di tanah air, menandakan akhir dari perjalanan spiritual yang penuh makna bagi para jamaah.
Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Setda Kabupaten Cilacap, Muhammad Najib, mengungkapkan bahwa rombongan tersebut mendarat di Bandara Adi Soemarmo, Boyolali pada hari Sabtu, 27 Juni sekitar pukul 12.00 WIB.
“Alhamdulillah seluruh jamaah Kloter 76 asal Kabupaten Cilacap tiba di Indonesia dalam kondisi sehat. Setelah diterima di Asrama Haji Donohudan, jamaah langsung melanjutkan perjalanan kembali ke Cilacap,” ujar Najib saat dikonfirmasi pada Minggu, 28 Juni.
Setelah tiba di Asrama Haji Donohudan pada sekitar pukul 13.00 WIB, jamaah melakukan proses penerimaan bersama rombongan dari Kabupaten Banyumas dan Purworejo.
Hal ini menunjukkan bahwa kepulangan jamaah haji tidak hanya menjadi momen penting bagi satu daerah, tetapi juga bagi daerah lain yang berbagi pengalaman serupa.
“Selanjutnya, mereka berangkat menuju Cilacap sekitar pukul 15.00 WIB,” tambah Najib.
Dalam perjalanan pulang tersebut, rombongan singgah sejenak di Rumah Makan Candi Mas yang terletak di Wates untuk beristirahat, makan, dan melaksanakan salat sebelum melanjutkan perjalanan menuju kampung halaman masing-masing.
Pemerintah Kabupaten Cilacap telah menyiapkan empat bus untuk mengangkut para jamaah haji tersebut.
Selain itu, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan selama perjalanan, pihak kepolisian melalui Polresta Cilacap turut mengawal perjalanan ini dengan beberapa kendaraan patroli serta dua ambulans sebagai tindakan antisipasi jika terjadi keadaan darurat.
Najib juga menyampaikan bahwa kepulangan jamaah haji asal Kabupaten Cilacap akan dilakukan secara bertahap.
Total ada 1.288 jamaah yang akan dipulangkan melalui enam kelompok terbang.
Hingga saat ini, hanya jadwal Kloter 81 yang mengalami perubahan sementara kloter lainnya tetap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan.
“Pemerintah Kabupaten Cilacap akan terus memantau proses kepulangan jamaah hingga seluruhnya tiba dengan selamat di kampung halaman,” pungkas Najib.
Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dalam memberikan perhatian khusus kepada warganya yang baru kembali dari menunaikan ibadah haji.
Proses pemantauan ini tidak hanya sekedar formalitas tetapi merupakan bentuk tanggung jawab pemerintah terhadap kesehatan dan keselamatan para jamaah haji.
Mengingat perjalanan panjang yang telah dilalui oleh para jamaah haji tersebut, penting bagi semua pihak untuk memastikan bahwa mereka mendapatkan perhatian dan perawatan yang layak saat kembali ke rumah.
Di tengah suasana haru dan bahagia saat kedatangan mereka disambut oleh keluarga dan kerabat di tanah air, momen tersebut juga menjadi refleksi bagi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan selama menjalani ibadah haji.
Dalam konteks ini, kesehatan fisik dan mental para jamaah menjadi hal utama agar mereka dapat menjalankan ibadah dengan khusyuk dan kembali ke rumah dengan selamat.
Dengan adanya dukungan dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah dan keluarga, proses kepulangan para jamaah haji ini dapat berlangsung dengan lancar tanpa hambatan berarti. (jul/stch/dda)














