BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Menjelang perayaan Idul Adha, warga Desa Kemutug Kidul, Kecamatan Baturraden, dibuat resah akibat hilangnya lima ekor kambing milik beberapa warga setempat.
Hewan ternak tersebut dicuri dari dua kandang yang berada di belakang kolam renang wilayah RT 6 RW 2 di desa tersebut.
Kepala Desa Kemutug Kidul, Kardi Daryanto, menyampaikan bahwa kambing-kambing yang hilang tersebut merupakan milik beberapa warga, yaitu Ny Nuridah (58), Roheni (65), Tanto (50), dan Sumakiwan (68).
Jumlah kambing yang raib berjumlah lima ekor, yang berasal dari dua kandang milik warga.
“Jumlah total kambing yang dicuri sebanyak lima ekor. Kejadian ini sudah kami laporkan ke Polsek Baturraden,” ujar Kardi pada Senin (25/5).
Dari hasil pendataan awal, kerugian akibat pencurian ini diperkirakan mencapai sekitar Rp10 juta. Hingga kini, belum ditemukan titik terang terkait pelaku pencurian kambing tersebut.
Masyarakat pun terus diimbau agar waspada dan saling menjaga keamanan lingkungan terutama menjelang momen Idul Adha.
Pencurian ini terjadi pada Kamis malam dan Sabtu malam tanggal 22 dan 23 Mei 2025.
Peristiwa ini menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga yang memiliki ternak. Menjelang Idul Adha, pencurian hewan ternak memang kerap terjadi dan menjadi momok bagi para peternak.
“Biasanya menjelang Idul Adha memang rawan. Pelaku bisa saja sudah mengincar sejak jauh hari. Warga perlu kerja sama untuk menjaga lingkungan,” kata Kardi menegaskan pentingnya kewaspadaan dan gotong royong warga.
Sumakiwan (68), salah satu pemilik kambing yang kehilangan ternaknya, mengaku tiga ekor kambing miliknya ikut raib. Dua kambing lain yang hilang merupakan milik warga bernama Karso dan Sukeni.
“Kalau milik saya cuma tiga ekor. Total yang hilang lima ekor dari dua kandang. Saat jam enam pagi, kandangnya sudah dalam kondisi terbuka. Baru tahu kambing hilang,” ungkap Sumakiwan.
Menariknya, Sumakiwan memilih tidak melapor ke polisi atas kehilangan ternaknya.
Ia menyebut hanya rekan-rekan peternak lainnya yang mengalami kehilangan yang melaporkan kejadian tersebut.
Menurutnya, dugaan sementara pencurian kambing terjadi pada malam hari, saat kondisi sekitar kandang relatif sepi dan pengawasan warga sedang lengah.
“Katanya, dugaan sementara, pencurian terjadi pada malam hari saat kondisi sekitar kandang sepi dan pengawasan warga lengah,” jelasnya.
Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi seluruh warga Desa Kemutug Kidul agar terus meningkatkan kewaspadaan dan menjalin kerja sama menjaga keamanan lingkungan.
Mengingat momen Idul Adha yang biasanya diwarnai transaksi jual beli hewan ternak, kesempatan seperti ini sering dimanfaatkan oleh pelaku pencurian.
Warga diharapkan dapat lebih waspada dan aktif melakukan pengawasan bersama untuk mencegah kejadian serupa.
Selain itu, keterlibatan aparat desa dan kepolisian dalam pengamanan wilayah juga menjadi kunci penting dalam menjaga keamanan ternak warga. (dms/stch)
















