BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – SMAN 1 Ajibarang secara resmi akan membuka pendaftaran untuk kelas jauh di wilayah Cilongok mulai Rabu, 28 Mei 2025.
Meski proses penerimaan siswa baru belum dimulai, sejumlah orangtua telah terlihat mendatangi lokasi sejak Senin (26/5) untuk mencari informasi lebih lanjut.
Program kelas jauh ini merupakan upaya memperluas akses pendidikan menengah atas di daerah yang masih kekurangan fasilitas sekolah negeri, khususnya di Kecamatan Cilongok, Banyumas.
Pendirian kelas jauh juga menjadi salah satu bentuk pemerataan pendidikan oleh Dinas Pendidikan Banyumas Provinsi Jawa Tengah.
Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) kelas jauh SMAN 1 Ajibarang di Cilongok, Suroyo Budi Raharjo, mengatakan bahwa persiapan teknis dan fasilitas terus dilakukan menjelang hari pembukaan pendaftaran.
“Pendaftaran offline resmi dibuka lusa (Rabu). Hari ini masih setting tempat pelayanan dan gladi kotor,” ujarnya, Senin (26/5).
Ia menjelaskan, untuk tahun ajaran 2025/2026 ini, kuota kelas jauh dibatasi hanya satu rombongan belajar dengan total 36 siswa.
Dari total tersebut, 30 persen atau 11 kursi khusus diperuntukkan bagi siswa berprestasi yang diseleksi melalui jalur terbuka dan tanpa kuota per desa.
“Sebelas anak itu bisa saja berasal dari satu atau dua desa saja karena benar-benar berprestasi,” jelasnya.
Kebijakan ini diambil agar siswa dengan potensi akademik tinggi tetap memiliki ruang untuk berkembang, terlepas dari asal desa mereka. Jalur prestasi ini diharapkan dapat mendorong semangat kompetitif yang sehat serta meningkatkan kualitas pendidikan secara merata.
Sementara itu, sisa 25 kuota lainnya akan dibagi secara merata ke 20 desa di Kecamatan Cilongok, masing-masing desa mendapat satu kursi.
Lima desa yang berada paling dekat dengan lokasi kelas jauh di Desa Karangtengah akan mendapatkan alokasi tambahan, mempertimbangkan jarak tempuh dan ketersediaan akses.
Suroyo menambahkan bahwa proses pendaftaran akan berlangsung selama satu minggu, dari 28 Mei hingga 3 Juni 2025.
Meskipun pendaftaran jatuh pada masa libur nasional, pihak panitia memastikan bahwa layanan tetap berjalan, meski dengan jam operasional yang terbatas.
“Untuk Sabtu (31/5), di sekolah induk Pancurendang tetap buka setengah hari,” pungkasnya.
Pendaftaran akan dilakukan secara offline, mengingat kelas jauh di Cilongok masih merupakan unit baru yang belum terintegrasi dengan sistem online sekolah induk.
Masyarakat dihimbau datang langsung ke lokasi pendaftaran untuk mendapatkan informasi dan arahan yang tepat.
Program kelas jauh ini juga merupakan respon atas tingginya animo masyarakat Cilongok terhadap pendidikan tingkat menengah atas.
Selama ini, banyak siswa dari kecamatan ini harus menempuh perjalanan jauh ke Ajibarang atau Purwokerto untuk melanjutkan pendidikan, yang tentu menjadi kendala tersendiri dari sisi waktu dan biaya.
Dengan dibukanya kelas jauh SMAN 1 Ajibarang di Cilongok, diharapkan terjadi pemerataan akses pendidikan yang lebih adil, terutama bagi wilayah pinggiran yang belum memiliki SMAN sendiri.
Selain itu, jalur prestasi yang disiapkan sebesar 30 persen juga menjadi salah satu strategi meningkatkan mutu siswa yang diterima, sekaligus memberikan penghargaan kepada pelajar-pelajar berprestasi di lingkungan lokal.
Kelas jauh ini nantinya tetap akan berada dalam pengawasan dan pengelolaan langsung oleh sekolah induk SMAN 1 Ajibarang di Pancurendang, sehingga kualitas proses belajar mengajar tetap mengacu pada standar yang sama.
Pihak sekolah juga menegaskan bahwa segala informasi resmi akan disampaikan melalui kanal informasi sekolah atau langsung di lokasi pendaftaran.
Warga diimbau untuk tidak mempercayai informasi yang tidak berasal dari sumber resmi panitia SPMB.
Antusiasme orangtua dan calon siswa yang sudah mulai berdatangan sejak awal pekan ini menunjukkan bahwa kehadiran kelas jauh sangat ditunggu oleh masyarakat setempat.
Banyak dari mereka yang berharap anak-anak mereka dapat bersekolah lebih dekat dari rumah, tanpa mengorbankan kualitas pendidikan.
Dengan keterbatasan kuota yang ada, baik jalur zonasi maupun prestasi, seleksi masuk dipastikan berlangsung cukup kompetitif. Panitia berharap semua proses berjalan lancar dan transparan sesuai regulasi yang telah ditetapkan.
Langkah ini sekaligus menjadi bukti nyata bahwa komitmen pemerintah daerah dan pihak sekolah dalam memajukan pendidikan di Banyumas semakin konkret dan menyentuh masyarakat di akar rumput. (yda/stch)
















