BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran Beasiswa PDDI 2025 resmi diperpanjang hingga 26 Juni 2025 pukul 23.59 WIB. Sebelumnya, batas akhir pendaftaran dijadwalkan pada 14 Juni.
Perpanjangan waktu ini memberikan peluang tambahan bagi para dosen yang belum sempat melengkapi dokumen persyaratan untuk mengikuti program beasiswa doktoral dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi.
Program Beasiswa Pendidikan Doktor untuk Dosen Indonesia (PDDI) ditujukan bagi dosen tetap dari perguruan tinggi negeri dan swasta di bawah koordinasi Kemdiktisaintek.
Melalui beasiswa ini, para dosen berkesempatan menempuh studi doktoral, baik di dalam negeri maupun luar negeri, dengan skema joint degree dan dual degree.
Program ini mencakup jalur doktor berbasis riset (by research) maupun jalur perkuliahan (by coursework), sehingga bisa disesuaikan dengan kebutuhan dan latar belakang keilmuan masing-masing dosen.
Seleksi administrasi direncanakan akan berlangsung pada bulan Juni 2025, segera setelah periode pendaftaran ditutup.
Sementara itu, seleksi substansi berupa wawancara akan dilakukan sepanjang Juli 2025. Pengumuman hasil seleksi akhir dijadwalkan pada Agustus 2025.
Agar bisa mengikuti program ini, para dosen wajib menyiapkan sejumlah dokumen penting.
Di antaranya adalah surat permohonan dari pimpinan perguruan tinggi, salinan ijazah S1 dan S2, serta SK dosen tetap yang telah diterbitkan secara resmi.
Selain itu, dosen juga harus mencetak NIDN dari laman forlap PDDikti sebagai bukti status aktifnya.
Dokumen pendukung lain yang dibutuhkan adalah form registrasi online beasiswa atau Letter of Acceptance (LoA) dari universitas tujuan studi, baik dalam negeri maupun luar negeri, dengan informasi program studi yang jelas.
Jika peserta sudah memiliki jabatan fungsional, maka salinan SK jabatan tersebut serta PAK terakhir (jika tersedia) juga harus disertakan.
Surat izin studi dari perguruan tinggi asal menjadi dokumen wajib berikutnya, disusul dengan surat penugasan studi dari pimpinan PT, serta surat pernyataan resmi bahwa dosen tersebut mendaftar program PDDI.
Pendaftaran dilakukan secara online melalui portal resmi Kementerian di alamat ini.
Peserta harus melengkapi seluruh form pendaftaran dan mengunggah dokumen yang diminta secara lengkap.
Proses ini harus diselesaikan sebelum tenggat waktu 26 Juni 2025, karena sistem akan menutup akses secara otomatis setelah pukul 23.59 WIB.
Khusus bagi dosen yang berasal dari wilayah koordinasi LLDikti III, pengajuan rekomendasi dilakukan melalui Sistem Informasi Layanan Terpadu (SIL@T).
Portal ini dapat diakses melalui alamat ini dan hanya dapat digunakan oleh pimpinan perguruan tinggi untuk mengunggah dokumen dukungan resmi.
Dengan diperpanjangnya masa pendaftaran ini, para dosen memiliki waktu lebih longgar untuk memastikan seluruh dokumen telah lengkap dan valid.
Tak hanya itu, peserta juga dapat lebih cermat dalam memilih universitas tujuan yang sesuai dengan bidang riset atau minat akademik mereka.
Program beasiswa doktoral ini tidak hanya membuka peluang untuk memperdalam keilmuan, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen pemerintah dalam meningkatkan kualitas dosen di seluruh Indonesia.
Dengan SDM akademik yang lebih berkualitas, diharapkan perguruan tinggi di tanah air mampu menghasilkan inovasi dan riset yang bersaing di level global.
Beasiswa PDDI 2025 juga mendukung dosen yang ingin mengembangkan karier akademiknya ke jenjang yang lebih tinggi.
Melalui skema pendanaan studi penuh, beasiswa ini menghapus salah satu hambatan terbesar dalam melanjutkan pendidikan, yakni biaya.
Kesempatan emas ini sebaiknya tidak disia-siakan oleh dosen yang sudah memiliki kesiapan akademik dan komitmen jangka panjang.
Terlebih, dengan adanya skema joint degree dan dual degree, dosen bisa memperoleh pengalaman belajar lintas negara yang sangat berharga dalam menghadapi tantangan pendidikan masa depan.
Jika Anda adalah dosen tetap dengan visi akademik yang kuat dan memiliki rencana studi doktoral yang jelas, segera manfaatkan waktu tambahan ini untuk melengkapi persyaratan dan mendaftar sebelum tenggat waktu.
Jangan menunggu hingga batas akhir, karena sistem bisa mengalami gangguan jika terlalu banyak pengguna mengakses di saat bersamaan.
Beasiswa PDDI 2025 adalah langkah awal menuju kualitas pendidikan tinggi yang lebih unggul dan berdaya saing global.(amp)
















