BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pengelolaan sampah di Pasar Wangon, yang sebelumnya menjadi sumber keluhan bagi pedagang dan pengunjung, kini mengalami perbaikan signifikan setelah Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) pengelola sampah diganti.
Masalah sampah yang sering menumpuk hingga menghalangi area depan kios dan pasar kambing kini dapat tertangani secara rutin dan teratur.
Kepala Pasar Wangon, Karno, menjelaskan bahwa pergantian KSM ini dilakukan oleh pemerintah kabupaten melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Dinperindag) Kabupaten Banyumas. Pihak pengelola pasar sendiri tidak terlibat langsung dalam proses penunjukan KSM baru tersebut.
Pergantian ini menjadi langkah penting untuk memperbaiki pengelolaan sampah di pasar yang selama ini cukup mengganggu kenyamanan aktivitas di sekitar area pasar.
“Setelah banyak informasi beredar mengenai sampah Pasar Wangon yang menumpuk, kami ingat bahwa sejak Januari tahun ini, pengelolaan sampah sudah ditangani oleh KSM baru,” jelas Karno, mengungkapkan perubahan yang terjadi di pasar sejak awal tahun 2025.
KSM yang kini bertanggung jawab atas pengelolaan sampah di Pasar Wangon adalah Mugi Resik, sebuah kelompok yang berasal dari Purwokerto. Sejak KSM baru mengambil alih tugas pengelolaan sampah, semua kegiatan pengangkutan sampah berjalan lebih lancar dan terorganisir.
Karno menyebutkan bahwa dalam kondisi normal, volume sampah yang diangkut setiap malam mencapai sekitar dua meter kubik.
Kendati volume sampah sempat meningkat pada saat-saat tertentu, seperti menjelang Lebaran Idulfitri, KSM dengan armada pick-up yang dimilikinya tetap mampu mengatasi peningkatan volume tersebut tanpa hambatan berarti.
“Setiap malam yang diangkut rutin sekitar dua meter kubik. Tidak lebih,” kata Karno, menegaskan bahwa meskipun volume sampah bisa meningkat pada waktu-waktu tertentu, pengelolaan sampah tetap berjalan efektif dan efisien.
Perubahan yang terjadi dalam pengelolaan sampah ini membawa dampak yang sangat positif, terutama bagi para pedagang dan pengunjung pasar.
Sejak penanganan sampah diserahkan kepada KSM yang baru, tidak ada lagi keluhan mengenai sampah yang menumpuk di sekitar area pasar.
Pengunjung pasar pun kini merasa lebih nyaman berbelanja karena lingkungan yang lebih bersih dan tertata dengan baik.
Aktivitas pedagang juga menjadi lebih lancar tanpa adanya gangguan dari sampah yang berserakan.
“Setelah sampah yang menumpuk berhasil ditangani dan dibersihkan, hingga saat ini tidak ada sampah yang tertahan lama di tempat pembuangan sementara (TPS) sampai menumpuk lagi,” tambah Karno.
Tantangan dalam pengelolaan sampah di pasar yang cukup besar telah berhasil diatasi dengan pergantian KSM ini. Dengan adanya pengelolaan sampah yang lebih baik dan terorganisir, Pasar Wangon kini menjadi lebih nyaman dan bersih.
Para pedagang, yang sebelumnya merasa terganggu dengan tumpukan sampah, kini dapat menjalankan aktivitas jual beli dengan lebih lancar dan tanpa kendala. Pengunjung pasar juga merasa lebih nyaman karena kebersihan pasar yang semakin terjaga.
Karno menekankan bahwa meskipun ada peningkatan volume sampah pada waktu-waktu tertentu, KSM Mugi Resik telah menunjukkan kinerja yang sangat baik dalam mengelola sampah di Pasar Wangon.
Ke depan, diharapkan sistem pengelolaan sampah ini bisa terus berjalan dengan baik, sehingga Pasar Wangon dapat menjadi contoh pengelolaan kebersihan pasar yang efektif di Banyumas.
Perbaikan pengelolaan sampah ini juga memberi manfaat jangka panjang bagi pasar itu sendiri. Dengan lingkungan yang lebih bersih, pasar dapat menarik lebih banyak pengunjung dan meningkatkan kenyamanan berbelanja.
Hal ini tentu berdampak positif terhadap perekonomian pasar dan kesejahteraan para pedagang yang berada di sana.
Bersama dengan pengelolaan sampah yang lebih baik, Pasar Wangon semakin menunjukkan kemajuan dalam hal kebersihan dan kenyamanan bagi semua pihak yang terlibat.
“Dengan perubahan ini, harapan kami, Pasar Wangon bisa terus berkembang dengan lebih baik, bersih, dan nyaman untuk semua pihak,” tutup Karno. (yda/stch)
















