Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

1.500 Umat Buddha Ikuti Tradisi Pindapata Waisak di Vihara Dhammacakka Jaya

Tradisi melatih kerendahan hatiTradisi melatih kerendahan hati

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Sekitar 1.500 umat Buddha mengikuti tradisi pindapata dalam rangkaian perayaan Hari Raya Waisak 2569 BE di Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya (VJDJ), Sunter, Jakarta Utara, Minggu (18/5/2025). Kegiatan ini menjadi simbol kerendahan hati dan kebajikan dalam ajaran Buddha.

Pindapata merupakan tradisi sakral dalam Buddhisme Theravada, di mana para biksu berjalan membawa mangkuk (patta) untuk menerima persembahan makanan (pinda) dari umat.

Tradisi ini tidak hanya melatih kerendahan hati para biksu, tetapi juga menjadi momen penting bagi umat untuk berbuat kebajikan melalui berdana.

“Saya melihat animo umat Buddha untuk pindapata kali ini sangat tinggi dibanding tahun lalu. Padahal acara dimulai pukul 08.00 WIB, tetapi umat sudah hadir sejak pukul 07.00 WIB,” ujar Ketua Dayaka Sabha VJDJ, Unico Husien, di lokasi kegiatan.

Berbeda dengan pelaksanaan zaman dahulu yang dilakukan dari rumah ke rumah di permukiman, pindapata di VJDJ kini dilakukan sepenuhnya di dalam kawasan vihara.

Para biksu berjalan di jalur khusus mulai dari Taman Lumbini, Plaza Bodi, hingga ke area parkir vihara.

Umat yang ingin berdana diharapkan melepas alas kaki sebagai bentuk penghormatan sebelum memberikan makanan ke dalam mangkuk para biksu.

Makanan yang terkumpul tidak hanya digunakan untuk kebutuhan harian para biksu, tetapi juga disalurkan untuk pelatihan keagamaan dan kegiatan sosial.

Selain tradisi pindapata, VJDJ juga menggelar puja bakti bertema Membalas Budi Baik Orang Tua, yang menjadi bagian dari refleksi spiritual dalam perayaan Waisak tahun ini.

“Kami selalu mengadakan pindapata pada setiap perayaan besar umat Buddha. Tradisi ini akan kami lanjutkan, termasuk saat perayaan Asalha Puja yang jatuh pada 13 Juli mendatang,” imbuh Unico.

Vihara Jakarta Dhammacakka Jaya merupakan salah satu dari tiga pusat utama Theravada Indonesia, bersama vihara di Bogor dan Malang.

Ribuan umat Buddha dari berbagai daerah rutin mengikuti kegiatan keagamaan di vihara ini, terutama pada momen-momen besar seperti Waisak, Asalha Puja, dan Magha Puja.

Rangkaian Waisak tahun ini menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, solidaritas, dan pengabdian melalui tradisi-tradisi luhur seperti pindapata. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Ksm sampah pasar wangon diganti

Pengelolaan Sampah Pasar Wangon Membaik setelah KSM Baru Ditunjuk

Berita Selanjutnya
Indonesia tanpa gelar di thailand open

Indonesia Gagal Raih Gelar di Thailand Open 2025, Paceklik Ganda Putra Berlanjut