BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Selama bulan Mei 2026, industri otomotif roda empat di Indonesia mengalami dinamika yang cukup signifikan.
Salah satu sorotan utama dalam periode ini adalah penurunan tajam dalam penjualan kendaraan listrik (EV) dari raksasa asal China, BYD, dan merek afiliasinya Denza.
Berdasarkan data terbaru yang dirilis oleh Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) pada Kamis, 11 Juni 2026, penjualan wholesales BYD dan Denza merosot drastis menjadi hanya 1.105 unit.
Penurunan ini cukup mencolok jika dibandingkan dengan performa mereka di bulan-bulan sebelumnya, di mana mereka menunjukkan tren positif.
Di awal tahun 2026, BYD berhasil menciptakan momentum yang kuat dengan angka penjualan yang mengesankan.
Pada bulan Januari, perusahaan ini mencatatkan penjualan sebanyak 5.271 unit.
Angka tersebut kemudian mengalami sedikit penurunan pada bulan Februari dengan terjualnya 4.923 unit.
Meskipun ada sedikit fluktuasi pada bulan Maret dengan penjualan menurun menjadi 3.396 unit, BYD kembali melesat pada bulan April dengan angka penjualan mencapai 5.657 unit.
Namun, memasuki bulan kelima tahun ini, performa mereka justru terjun bebas ke titik terendah yang belum pernah terjadi sepanjang tahun.
Secara keseluruhan, akumulasi penjualan BYD dan Denza dari Januari hingga Mei 2026 telah mencapai total sebesar 20.352 unit.
Namun, anjloknya volume penjualan pada bulan Mei menjadi sinyal kuning yang perlu diperhatikan dan dipertanyakan, terutama mengingat agresivitas mereka dalam memperkenalkan model-model kendaraan listrik andalan ke pasar domestik Indonesia.
Penurunan performa penjualan BYD tidak hanya berdampak langsung pada perusahaan itu sendiri, tetapi juga mempengaruhi kinerja pabrikan non-Astra lainnya.
Dalam laporan Gaikindo, subtotal penjualan untuk grup pabrikan non-Astra mengalami penurunan signifikan dari 39.024 unit yang tercatat pada bulan April menjadi hanya 30.451 unit di bulan Mei 2026.
Situasi ini berbanding terbalik dengan apa yang dialami oleh PT Astra International Tbk., grup otomotif besar di Indonesia.
Di tengah kondisi pasar domestik yang sedang terkoreksi ke angka total penjualan sebanyak 69.219 unit, Astra justru berhasil mempertahankan dan bahkan meningkatkan dominasinya di pasar otomotif nasional.
Dengan pencapaian penjualan mencapai angka 38.768 unit di bulan Mei, Astra berhasil mendongkrak pangsa pasar mereka menjadi sekitar 56 persen, naik dari posisi sebelumnya di angka 52 persen.
Kinerja positif Astra menunjukkan kestabilan dan ketahanan dalam menghadapi fluktuasi pasar otomotif yang dinamis ini.
Hal ini juga mencerminkan strategi pemasaran dan pengembangan produk yang efektif dari grup tersebut dalam menarik minat konsumen di tengah persaingan ketat dengan merek-merek lain termasuk BYD dan Denza. (*/stch/dda)














