BANYUMASEKSPRES.ID, Menjelang Hari Raya Idulfitri, bisnis parsel Lebaran di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengalami lonjakan permintaan yang signifikan.
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampak positif tersebut adalah Miyaz Parcel yang berbasis di Purwokerto. Memasuki bulan Ramadhan, pesanan parsel terus berdatangan dari berbagai kalangan.
Tingginya permintaan membuat para pekerja harus menambah jam kerja demi memastikan seluruh pesanan terkirim tepat waktu.
Pemilik Miyaz Parcel, Emi Fatalia (39), mengungkapkan bahwa tren peningkatan order sebenarnya sudah terasa sejak sebelum bulan puasa dimulai.
Mayoritas pemesanan datang dari instansi swasta maupun lembaga pemerintahan yang rutin mengirimkan bingkisan kepada relasi dan karyawan saat Lebaran.
Workshop Miyaz Parcel yang berlokasi di Jalan Jatisari, Kecamatan Purwokerto Utara, tampak sibuk setiap harinya.

Aktivitas produksi berlangsung hampir tanpa henti untuk mengejar target pengiriman yang terus bertambah.
Selain parsel, kebutuhan selama ramadhan bisa dikucupkan dengan berbelanja di Mecca Mart secara praktis dan mudah.
Produksi Parsel Naik Dua Kali Lipat Saat Ramadhan
Lonjakan pesanan tahun ini tergolong luar biasa dibandingkan periode Ramadhan sebelumnya. Pada pekan pertama Ramadhan 2026, Miyaz Parcel telah memproduksi sekitar 700 paket parsel.
Angka tersebut meningkat lebih dari dua kali lipat dibandingkan tahun lalu yang hanya berkisar 300 paket pada periode yang sama.
Kenaikan ini menunjukkan tingginya kebutuhan masyarakat terhadap parsel Lebaran sebagai simbol silaturahmi dan apresiasi.
Emi yang telah menjalankan usaha ini sejak 2014 mengaku bersyukur atas pertumbuhan bisnisnya. Menurutnya, momentum Ramadhan dan Lebaran memang selalu menjadi puncak penjualan setiap tahun.
Untuk memenuhi lonjakan produksi, Emi dibantu oleh 10 orang karyawan yang menangani bagian produksi hingga administrasi.
Jam operasional dimulai pukul 09.00 WIB hingga 16.00 WIB, namun sering kali diperpanjang dengan lembur.
Lembur biasanya dilakukan ketika ada pelanggan yang meminta pengiriman cepat, bahkan keesokan harinya. Dalam sehari, timnya mampu merakit sekitar 100 parsel ukuran reguler.
Selain parsel dalam keranjang, Miyaz Parcel juga melayani pembuatan bingkisan dalam bentuk kardus maupun kemasan khusus sesuai permintaan klien.
Fleksibilitas ini menjadi salah satu alasan mengapa pelanggan terus kembali memesan setiap tahun.
Harga Parsel Bervariasi, Mulai Rp 150 Ribu hingga Rp 2 Juta
Miyaz Parcel menawarkan beragam pilihan harga yang dapat disesuaikan dengan anggaran konsumen. Harga parsel dibanderol mulai dari Rp 150.000 hingga mencapai Rp 2 juta per paket.
Isi parsel pun sangat beragam, tergantung pada kebutuhan dan permintaan pelanggan. Umumnya, parsel berisi makanan ringan, minuman kemasan, serta produk konsumsi populer lainnya.
Namun, ada pula pelanggan yang meminta isi parsel lebih eksklusif seperti coffee maker, bantal, sprei, hingga perlengkapan rumah tangga lainnya.
Untuk paket dengan harga jutaan rupiah, kombinasi isi biasanya lebih variatif dan premium.
Emi memastikan seluruh produk makanan dan minuman yang digunakan memiliki masa kedaluwarsa yang masih panjang.
Minimal, produk memiliki masa berlaku hingga delapan bulan sehingga aman untuk dikonsumsi penerima.
Kualitas produk menjadi prioritas utama agar pelanggan tetap percaya dan loyal. Konsistensi dalam menjaga mutu inilah yang membuat Miyaz Parcel mampu bertahan dan berkembang selama lebih dari satu dekade.
Omzet Tembus Rp 150 Juta Saat Lebaran
Dari sisi pendapatan, momen Lebaran menjadi periode paling menguntungkan sepanjang tahun. Pada musim ini, omzet Miyaz Parcel bisa mencapai kisaran Rp 150 juta.
Angka tersebut jauh lebih tinggi dibandingkan momen hari besar lainnya seperti Natal, Tahun Baru, atau Imlek. Meski tetap menerima pesanan pada perayaan tersebut, volume penjualan tidak sebesar saat Idulfitri.
Salah satu karyawan bagian administrasi, Ayu, mengaku telah empat tahun terakhir rutin membantu proses produksi parsel menjelang hari raya.
Baginya, pekerjaan musiman ini menjadi sumber tambahan penghasilan yang cukup signifikan.
Menurut Ayu, suasana kerja menjelang Lebaran memang lebih sibuk dibanding hari biasa. Meski lelah, ia merasa senang karena bisa mendapatkan tambahan pendapatan untuk memenuhi kebutuhan pribadi dan keluarga.
Bisnis Parsel Lebaran Masih Menjanjikan
Fenomena kebanjiran order yang dialami perajin parsel di Banyumas menunjukkan bahwa bisnis parsel Lebaran masih memiliki prospek cerah.
Tradisi berbagi bingkisan saat hari raya tetap menjadi bagian penting dalam budaya masyarakat Indonesia.
Dengan strategi harga fleksibel, kualitas produk terjamin, dan layanan cepat, usaha seperti Miyaz Parcel mampu memaksimalkan momentum Ramadhan.
Tak heran jika omzet ratusan juta rupiah bisa diraih hanya dalam satu musim Lebaran. Ke depan, peluang bisnis parsel diprediksi tetap stabil selama inovasi dan pelayanan terus ditingkatkan.
Bagi pelaku UMKM, momen Ramadhan dan Lebaran jelas menjadi kesempatan emas untuk mendongkrak penjualan sekaligus memperluas jaringan pelanggan.(*/nds)
















