Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Ngabuburit di Purwokerto Makin Ramai, GOR Satria Jadi Pusat Berburu Takjil

Berburu Takjil Irit Sembari NgabuburitBerburu Takjil Irit Sembari Ngabuburit
SERBU: Keramaian Pasar Takjil di Jalan Ahmad Jaelani (belakang komplek Unsoed Purwokerto), Selasa (3/3/2026)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURWOKERTO – Memasuki pekan kedua bulan suci Ramadan, suasana Kota Purwokerto semakin meriah dengan kehadiran keramaian di sejumlah titik strategis.

Warga setempat berbondong-bondong mencari takjil sambil menunggu waktu berbuka puasa, atau yang lebih dikenal dengan istilah ngabuburit.

Sejak pukul 15.00 WIB, para pedagang mulai membuka lapak mereka dan keramaian mencapai puncaknya sekitar pukul 17.00 WIB, menjelang waktu Maghrib.

Lokasi-lokasi yang kerap menjadi pusat keramaian di bulan Ramadan ini antara lain adalah komplek Makam Pahlawan Tanjung, depan SMAN 2 Purwokerto, kawasan Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed), hingga Jalan Suharso yang berada di sekitar GOR Satria.

Di tempat-tempat ini, deretan lapak pedagang menawarkan berbagai pilihan makanan dan minuman, mulai dari takjil ringan hingga hidangan berat dengan harga yang relatif terjangkau.

Kawasan GOR Satria menjadi salah satu lokasi yang paling padat dikunjungi oleh warga.

Di sepanjang sisi jalan, pembeli silih berganti memilih jajanan yang tersedia.

Pilihan yang ditawarkan sangat beragam, mulai dari bakwan udang, dimsum, risol, berbagai minuman seharga Rp5 ribuan, es teler, hingga martabak yang menggugah selera.

Hening, seorang warga asal Purwokerto Utara, mengungkapkan bahwa ia hampir setiap tahun menyempatkan diri untuk berburu takjil di kawasan ini saat bulan Ramadan tiba.

Ia menilai harga-harga yang ditawarkan oleh para pedagang masih wajar dan membuatnya bisa membeli lebih dari satu jenis menu untuk berbuka puasa.

“Paling favorit di daerah GOR. Itu banyak jajanan yang saya suka, harganya masih wajar,” ujarnya pada Selasa (3/3/2026).

Dengan budget sekitar Rp20 ribu, Hening merasa puas karena ia bisa membawa pulang beragam pilihan menu untuk keluarganya.

“Dengan Rp20 ribu, jadi bisa beli beragam menu, buat sekeluarga juga bisa,” tambahnya.

Di sisi lain dari keramaian tersebut, para pedagang juga merasakan dampak positif dari peningkatan jumlah pembeli pada pekan kedua Ramadan ini.

Siti Aminah, salah satu penjual aneka gorengan dan minuman di kawasan GOR Satria, menyatakan bahwa omzet penjualannya meningkat jika dibandingkan dengan hari-hari biasa.

“Kalau sudah masuk minggu kedua, biasanya makin ramai. Banyak yang sekalian ngabuburit, jadi belinya juga lebih banyak,” ujarnya.

Untuk menarik perhatian pembeli lebih lanjut dan agar mereka tetap bisa berhemat selama bulan Ramadan ini, Siti mengaku sengaja mematok harga barang dagangannya dengan kisaran yang ramah di kantong masyarakat.

“Minuman rata-rata Rp5 ribu, gorengan juga masih terjangkau. Yang penting laku dan pembeli senang,” tuturnya.

Tak hanya jajanan ringan saja yang dapat ditemukan di lokasi ini. Pedagang lauk pauk dan makanan berat pun cukup banyak sehingga warga dapat sekaligus menyiapkan menu utama untuk berbuka puasa.

Suasana sore hari pun berubah menjadi semacam ruang sosial temporer di mana warga berkumpul sambil menikmati waktu menjelang berbuka.

Masyarakat tidak hanya datang untuk membeli makanan dan minuman saja tetapi juga untuk bersosialisasi dengan teman-teman dan keluarga mereka.

Hal ini menciptakan suasana kebersamaan yang hangat di tengah kesibukan Ramadan.

Selain itu, beberapa pedagang menceritakan bahwa mereka telah melakukan persiapan khusus menjelang bulan suci ini agar dapat memenuhi permintaan yang semakin meningkat dari pelanggan mereka.

Bahan-bahan segar dipilih secara langsung untuk memastikan kualitas produk tetap terjaga serta cita rasa tetap memikat hati para pembeli.

Salah satu hal menarik lainnya adalah variasi kuliner yang ditawarkan oleh para pedagang takjil ini.

Banyak di antara mereka mulai berinovasi dengan menciptakan menu-menu baru setiap tahunnya agar tidak monoton dan selalu menarik perhatian pengunjung.

Dengan begitu, pengalaman berburu takjil bagi warga Purwokerto menjadi semakin seru dan menyenangkan. (dms/bay/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Enam Pos Disiapkan di Jalur Mudik

Polres Banjarnegara Siapkan Enam Pos Pelayanan dan Pengamanan untuk Mudik Lebaran 2026

Berita Selanjutnya
Minyak dan Bawang Diserbu Emak Emak

Gerakan Pangan Murah di Purbalingga Diserbu Warga, Minyak dan Telur Ludes 1 Jam