BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pada Jumat pagi, 22 Mei, sebuah pohon besar tumbang dan menutup total akses Jalan Kabupaten di Desa Bojongsari, Kecamatan Kembaran, Kabupaten Banyumas.
Peristiwa ini menyebabkan arus lalu lintas dari kedua arah terhenti total karena kendaraan tidak dapat melintas sama sekali.
Kejadian yang mempengaruhi mobilitas masyarakat ini dilaporkan terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, ketika aktivitas masyarakat mulai ramai.
Sejumlah pengendara yang melintas terpaksa menghentikan perjalanan mereka dan mencari jalur alternatif karena seluruh badan jalan tertutup oleh batang dan ranting pohon yang roboh.
Situasi ini jelas menimbulkan kekacauan bagi pengguna jalan yang berusaha mencapai tujuan mereka.
Kepala Bidang Darlog BPBD Banyumas, Abdul Ladjis, menyatakan bahwa laporan mengenai pohon tumbang tersebut diterima oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops) BPBD Banyumas sekitar pukul 07.25 WIB.
Setelah menerima informasi dari masyarakat, petugas piket segera diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
“Begitu menerima laporan dari masyarakat, petugas piket langsung menuju lokasi untuk melakukan penanganan darurat karena pohon menutup seluruh badan jalan kabupaten,” ungkapnya.
Menurut Abdul, kejadian pohon tumbang ini diduga dipicu oleh angin kencang yang melanda wilayah tersebut beberapa saat sebelum insiden terjadi.
Selain faktor cuaca yang tidak bersahabat, kondisi pohon itu sendiri juga diperkirakan sudah lapuk dan memiliki kanopi yang terlalu lebat.
Hal ini membuat pohon tersebut tidak mampu menahan beban hingga akhirnya roboh.
Pohon yang tumbang tersebut memiliki ukuran besar sehingga proses evakuasi memerlukan penanganan khusus.
Material batang pohon serta ranting yang berserakan di sepanjang badan jalan membuat akses bagi kendaraan roda dua maupun roda empat sama sekali tidak dapat dilalui.
Proses penanganan dimulai sekitar pukul 07.40 WIB dengan melibatkan Tim Reaksi Cepat (TRC) lintas sektor.
Petugas bersama relawan bergerak cepat melakukan pemotongan batang pohon menggunakan mesin gergaji untuk mempercepat pembukaan akses jalan.
Selain memotong batang utama pohon yang tumbang, petugas juga membersihkan ranting-ranting dan dedaunan yang menumpuk di sepanjang badan jalan agar akses kembali normal secepat mungkin.
Proses evakuasi berlangsung cukup hati-hati mengingat posisi pohon berada tepat di tengah jalur utama penghubung antarwilayah.
“Penanganan berlangsung kurang lebih dua jam hingga material pohon berhasil dievakuasi seluruhnya dari badan jalan,” jelas Abdul.
Setelah seluruh material berhasil dibersihkan, akses Jalan Kabupaten Bojongsari akhirnya kembali normal dan dapat dilalui kendaraan seperti biasa.
Arus lalu lintas yang sempat tersendat perlahan-lahan kembali lancar setelah petugas memastikan kondisi jalan aman untuk dilintasi.
Beruntung dalam insiden tersebut tidak ada laporan mengenai korban jiwa maupun kerusakan bangunan di sekitar lokasi kejadian.
Namun demikian, situasi ini sempat menarik perhatian warga sekitar yang turut membantu proses penanganan di lapangan untuk mempercepat normalisasi akses jalan.
BPBD Banyumas mengeluarkan imbauan kepada masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana terutama saat cuaca ekstrem seperti hujan deras dan angin kencang.
Masyarakat diminta untuk berhati-hati ketika melintas di jalur-jalur yang banyak ditumbuhi pohon besar guna mencegah terjadinya insiden serupa di masa depan.
Kejadian ini menjadi pengingat penting tentang perlunya pemantauan terhadap kondisi pepohonan di sepanjang jalan serta tindakan pencegahan lainnya saat menghadapi cuaca buruk.
Kesadaran akan risiko bencana alam seperti ini perlu ditingkatkan agar masyarakat dapat lebih siap menghadapi situasi darurat jika sewaktu-waktu terjadi.
Dengan meningkatnya kesadaran akan potensi risiko bencana alam akibat perubahan iklim dan cuaca ekstrem, penting bagi setiap individu untuk memahami langkah-langkah mitigasi yang dapat dilakukan secara mandiri maupun dalam kesatuan komunitas. (*/stch/dda)
















