BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Polres Kebumen baru-baru ini berhasil mendistribusikan sebanyak 50 ton jagung hasil panen dari kelompok tani binaannya ke Bulog Kebumen.
Ini merupakan pengiriman perdana dan menjadi tonggak awal sinergi antara kepolisian dengan petani lokal dalam mendukung program ketahanan pangan nasional.
Langkah konkret ini dilakukan sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan di Indonesia, yang selama ini menjadi salah satu fokus utama pemerintah.
Pendistribusian jagung tersebut secara simbolis dilepas oleh Kapolres Kebumen AKBP Eka Baasith Syamsuri, yang didampingi oleh sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polres Kebumen di lokasi penyimpanan jagung sebelum diberangkatkan ke gudang Bulog pada Senin (5/8).
Kehadiran Kapolres berserta jajaran pejabat utama Polres menunjukkan keseriusan dalam mengawal program yang sejalan dengan kebijakan pemerintah pusat.
Menurut Kapolres AKBP Eka Baasith, jagung yang dikirimkan adalah hasil panen tahap pertama dari kelompok tani binaan Polres Kebumen, di mana pengelolaannya dilakukan oleh Primkopol Polres Kebumen.
Distribusi ini merupakan bentuk nyata dari kolaborasi antara kepolisian dan petani lokal guna mendukung ketahanan pangan.
“Jagung yang kami distribusikan hari ini telah sesuai dengan standar nasional yang ditetapkan pemerintah, baik dari segi kadar air maupun harga pembelian,” jelas Kapolres.
Ia menambahkan bahwa jagung dengan kadar air 18–20 persen dibeli seharga Rp 5.500 per kilogram, sementara untuk jagung dengan kadar air 14 persen diterima Bulog seharga Rp 6.400 per kilogramnya.
Keberadaan Primkopol sebagai mitra pengelola dianggap sangat membantu dalam memotong rantai distribusi dan mengurangi peran spekulan yang sering kali mempengaruhi harga di pasaran.
Langkah ini diharapkan bisa memberikan keuntungan lebih bagi petani serta menjaga stabilitas harga komoditas tersebut.
Selain itu, Kapolres juga optimis bahwa ke depan akan ada panen yang lebih baik dan lebih banyak lagi kelompok tani binaan Polres Kebumen yang akan memasuki masa panen tahap selanjutnya. Hal ini tidak hanya meningkatkan produksi tetapi juga memperkuat posisi tawar petani di pasaran.
Di sisi lain, Wakil Pemimpin Cabang Bulog Magelang Miftah Rahmawati menyambut baik pendistribusian jagung dari Polres Kebumen.
Ia berharap agar kerjasama seperti ini dapat berlanjut secara berkesinambungan dan tidak hanya berhenti pada satu kali pengiriman saja.
“Ini adalah awal yang baik. Semoga ke depan akan ada lagi panen jagung yang bisa dikoordinasikan dengan pola yang berkelanjutan,” ujar Miftah.
Kolaborasi antara Polres Kebumen dan Bulog bukan hanya soal distribusi, tetapi juga mengenai bagaimana kedua pihak bisa belajar satu sama lain dalam upaya meningkatkan kualitas serta kuantitas produksi pertanian lokal.
Dengan adanya dukungan penuh dari berbagai pihak termasuk pemerintah daerah, diharapkan program ketahanan pangan bisa berjalan lancar dan mencapai target-target yang telah ditetapkan.
Distribusi jagung ini tidak hanya memberikan dampak positif bagi perekonomian petani lokal tetapi juga memberikan kontribusi bagi stabilitas ketahanan pangan nasional.
Dengan adanya koordinasi dan kerjasama seperti ini, diharapkan sektor pertanian dapat lebih berkembang dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat luas.
Sinergi antara berbagai pihak dalam mendukung program ketahanan pangan nasional semakin diperlukan guna menjamin ketersediaan bahan pangan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Kerja sama antarinstansi seperti yang dilakukan oleh Polres Kebumen dan Bulog Magelang membuktikan bahwa inovasi dalam pertanian dapat dicapai melalui kemitraan strategis. (mam/stch)
















