BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Persediaan darah di Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Banjarnegara hingga awal Juli 2026 dipastikan masih dalam kondisi aman.
Ketersediaan darah dari berbagai golongan dinilai mampu memenuhi kebutuhan transfusi bagi sejumlah rumah sakit, meskipun permintaan darah setiap harinya bersifat fluktuatif dan dipengaruhi berbagai faktor.
PMI Kabupaten Banjarnegara tidak hanya melayani kebutuhan rumah sakit di wilayah Banjarnegara, tetapi juga menyuplai darah ke sejumlah fasilitas kesehatan di luar daerah.
Karena itu, pengelolaan stok darah dilakukan secara cermat agar kebutuhan pasien tetap dapat dipenuhi setiap saat.
Humas dan Rekrutmen Donor PMI Kabupaten Banjarnegara, Alwan Rifai, mengatakan bahwa kebutuhan darah sulit diprediksi karena bergantung pada jumlah pasien, tindakan operasi, hingga kasus-kasus darurat yang terjadi setiap hari.
“Kami melayani sembilan rumah sakit dan tidak hanya di Banjarnegara. Karena itu, kebutuhan darah bisa naik maupun turun dan tidak dapat diperkirakan secara pasti,” ujarnya.
Menurut Alwan, seluruh golongan darah saat ini berada dalam kondisi yang relatif aman.
Kondisi tersebut didukung oleh kegiatan donor darah yang dilaksanakan setiap hari, baik di Markas PMI Banjarnegara maupun melalui layanan mobile unit yang mendatangi berbagai kelompok donor di sejumlah kecamatan.
Program donor darah keliling menjadi salah satu strategi PMI untuk menjaga ketersediaan stok sekaligus memudahkan masyarakat berpartisipasi sebagai pendonor tanpa harus datang ke kantor PMI.
Salah satu kegiatan donor darah yang baru saja dilaksanakan berlangsung di Kecamatan Wanayasa.
Dalam kegiatan tersebut, kelompok donor dari Desa Pesantren kembali menunjukkan partisipasi yang sangat tinggi.
Desa Pesantren di Kecamatan Wanayasa dikenal sebagai salah satu wilayah dengan tingkat partisipasi donor darah tertinggi di Kabupaten Banjarnegara.
Dalam satu kegiatan donor darah, masyarakat desa tersebut mampu menyumbangkan lebih dari 200 kantong darah.
Bahkan, jika diakumulasikan selama satu tahun, jumlah donor darah dari kelompok tersebut dapat mencapai lebih dari 700 kantong.
Capaian tersebut menjadi kontribusi penting dalam menjaga ketersediaan darah bagi pasien yang membutuhkan transfusi di berbagai rumah sakit.
PMI Kabupaten Banjarnegara rata-rata mampu menghimpun sekitar 1.500 kantong darah setiap bulan.
Meski demikian, jumlah tersebut dapat berubah sesuai kondisi di lapangan dan tingkat partisipasi masyarakat.
Pada bulan sebelumnya, PMI berhasil mengumpulkan sekitar 1.390 kantong darah yang kemudian didistribusikan sesuai kebutuhan.
Selain memenuhi kebutuhan rumah sakit di Banjarnegara, darah yang tersedia juga disalurkan ke sejumlah rumah sakit di luar daerah, seperti RSU PKU Muhammadiyah Wonosobo, RS Siaga Medika Banyumas, hingga RSUP Prof. Dr. Margono Soekarjo Purwokerto.
Memasuki musim pancaroba, PMI Banjarnegara mulai meningkatkan berbagai langkah antisipasi untuk menjaga kestabilan stok darah.
Salah satunya dengan memperbanyak sosialisasi donor darah dan menambah jadwal layanan mobile unit di berbagai wilayah.
Langkah tersebut dilakukan karena pada musim peralihan cuaca biasanya terjadi peningkatan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang membutuhkan transfusi trombosit.
Selain pasien DBD, kebutuhan darah juga berasal dari pasien yang menjalani operasi besar, ibu melahirkan, korban kecelakaan, hingga penyandang talasemia yang memerlukan transfusi darah secara rutin sepanjang hidupnya.
PMI Banjarnegara juga terus memperkuat koordinasi dengan rumah sakit serta kelompok-kelompok donor darah agar setiap permintaan dapat dipenuhi secepat mungkin.
Melalui dukungan masyarakat yang aktif mendonorkan darah secara sukarela, PMI optimistis ketersediaan stok darah akan tetap terjaga sehingga pelayanan kesehatan bagi masyarakat Banjarnegara maupun daerah sekitarnya dapat berjalan optimal tanpa mengalami kekurangan pasokan darah. (far/stch/dda)
















