BANYUMASEKSPRES.ID, Politeknik Siber dan Sandi Negara (Poltek SSN) kembali membuka penerimaan taruna baru tahun akademik 2026/2027 bagi lulusan sekolah menengah yang memenuhi persyaratan. Poltek SSN merupakan perguruan tinggi kedinasan yang diselenggarakan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).
Pendaftaran Poltek SSN 2026 dilakukan melalui portal SSCASN BKN dan menjadi bagian dari penerimaan sekolah kedinasan tahun ini. Berdasarkan informasi terbaru, pendaftaran dijadwalkan berlangsung pada 18 sampai 30 Agustus 2026, sehingga calon peserta perlu mencermati jadwal resmi sebelum mengirimkan berkas.
Tahun ini Poltek SSN menyediakan 50 formasi taruna yang dapat diperebutkan peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Kuota tersebut ditetapkan berdasarkan Surat Menteri PANRB Nomor B/4038/M.SM.01.00/2026, dengan salah satu alokasi program studi D4 Rekayasa Kriptografi sebanyak 18 formasi.
Jumlah kursi yang terbatas membuat persaingan diperkirakan cukup ketat, terutama karena Poltek SSN menawarkan pendidikan kedinasan dengan prospek karier di bidang keamanan informasi negara. Peserta tidak hanya dituntut memiliki kemampuan akademik, tetapi juga harus siap menjalani seleksi kesehatan, psikologi, kebugaran, serta tahapan lain yang telah ditentukan.
Calon peserta harus berstatus Warga Negara Indonesia dan setia kepada Pancasila, UUD 1945, serta Negara Kesatuan Republik Indonesia. Usia pendaftar minimal 17 tahun dan maksimal 21 tahun pada 31 Desember 2026, baik pria maupun wanita.
Peserta dapat berasal dari siswa kelas XII atau lulusan SMA/MA jurusan IPA untuk sekolah yang belum menggunakan Kurikulum Merdeka. Lulusan SMA/MA dengan Kurikulum Merdeka dapat berasal dari semua jurusan, sedangkan lulusan SMK harus berasal dari bidang teknik elektronika atau teknologi informasi dan komunikasi sesuai jurusan yang ditetapkan.
Dari sisi akademik, nilai rata-rata Matematika dan Bahasa Inggris pada semester 4 dan 5 harus memenuhi batas minimal 80. Persyaratan ini menunjukkan bahwa kemampuan dasar numerik dan bahasa Inggris menjadi salah satu bekal penting bagi calon taruna.
Peserta juga wajib sehat jasmani dan rohani serta tidak mengalami buta warna parsial maupun total. Tinggi badan minimal ditetapkan 160 sentimeter untuk pria dan 150 sentimeter untuk wanita dengan berat badan yang seimbang.
Selain itu, calon taruna tidak boleh memiliki tato atau bekas tato serta harus memenuhi ketentuan mengenai tindik. Peserta juga harus belum menikah, bersedia tidak menikah selama pendidikan, wanita belum pernah melahirkan, dan pria belum pernah memiliki anak biologis.
Persyaratan lain mencakup tidak pernah drop out dari Poltek SSN maupun perguruan tinggi kedinasan lainnya. Peserta juga tidak boleh sedang menjalani ikatan dinas di instansi lain, wajib memiliki NIK yang valid dan BPJS Kesehatan, serta bersedia membayar biaya SKD BKN sesuai ketentuan.
Dokumen yang perlu disiapkan antara lain pasfoto terbaru berlatar merah, KTP atau Kartu Keluarga bagi peserta yang belum memiliki KTP, serta rapor semester 4 dan 5. Peserta juga perlu mengunggah surat pemeriksaan kesehatan, hasil pemeriksaan buta warna, surat pernyataan bermaterai, dan bukti kepesertaan BPJS Kesehatan sesuai format yang ditetapkan.
Proses pendaftaran diawali dengan membuat akun SSCASN BKN, melakukan swafoto dan verifikasi identitas, kemudian melengkapi data pribadi. Setelah itu, peserta memilih Poltek SSN dan program studi, mengisi nilai, mengunggah dokumen, mencetak kartu pendaftaran, serta mengikuti proses verifikasi administrasi.
Peserta yang lolos administrasi akan melanjutkan ke Seleksi Kompetensi Dasar atau SKD. Tahapan berikutnya meliputi seleksi akademik, psikologi, kesehatan, kebugaran, Litpers berupa tes tertulis dan wawancara, hingga Pantukhir atau pemantauan akhir.
Salah satu daya tarik utama Poltek SSN adalah bidang pendidikan yang secara khusus diarahkan untuk menghasilkan sumber daya manusia unggul di sektor siber dan sandi. Lulusan dipersiapkan menghadapi kebutuhan pekerjaan yang semakin berkaitan dengan perlindungan informasi dan keamanan ruang digital.
Peserta juga harus memahami bahwa pendidikan kedinasan memiliki konsekuensi berbeda dari perguruan tinggi umum. Calon taruna wajib bersedia menjalani ikatan dinas dan ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia setelah menyelesaikan pendidikan sesuai ketentuan yang berlaku.
Bagi calon peserta, persiapan sebaiknya dilakukan sejak sebelum pendaftaran dengan memeriksa nilai rapor, kelengkapan dokumen, kondisi kesehatan, dan kesiapan fisik. Informasi jadwal serta ketentuan terbaru merujuk pada laman resmi Poltek SSN dan portal SSCASN BKN. (mdr)














