Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

PPS Cilacap Gelar Simulasi Kebakaran Kapal untuk Tingkatkan Kesiapsiagaan Jelang Lebaran

PPS Gelar Simulasi Kebakaran KapalPPS Gelar Simulasi Kebakaran Kapal
SIMULASI: PPS Cilacap beserta petugas gabungan lakukan simulasi pemadaman Kapal nelayan yang terbakar

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Dalam rangka menghadapi tingginya aktivitas kapal yang diperkirakan meningkat menjelang perayaan Lebaran, Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap menggelar apel siaga yang diiringi dengan simulasi penanganan kebakaran kapal.

Kegiatan ini merupakan langkah proaktif untuk memastikan kesiapan petugas serta fasilitas pelabuhan dalam menangani potensi kebakaran, yang menjadi salah satu risiko serius saat lonjakan kedatangan kapal.

Direktur Perizinan Kenelayanan Kementerian Kelautan dan Perikanan, Ukon Ahmad Furkon, menjelaskan bahwa apel siaga ini merupakan bagian dari program mitigasi bencana yang dilaksanakan di seluruh wilayah pelabuhan perikanan.

“Jadi salah satu puncak kedatangan kapal di Indonesia memang menjelang Lebaran, khususnya di Pulau Jawa. Karena itu kita memastikan kesiapan seluruh pihak melalui apel siaga ini,” ujarnya pada Sabtu (14/3).

Kegiatan serupa tidak hanya berlangsung di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap, namun juga dilakukan secara serentak di sejumlah pelabuhan perikanan lainnya di Indonesia.

“Apel siaga ini tidak hanya dilakukan di Cilacap, tetapi juga di berbagai wilayah lain seperti Tegal, Indramayu di Karangsong, Pati, dan daerah lainnya,” tambah Ukon Ahmad Furkon.

Hal ini menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan dan keamanan kegiatan perikanan menjelang musim puncak.

Dalam rangka meningkatkan kesiapsiagaan, pihak pelabuhan menggandeng berbagai instansi terkait.

Kerjasama ini melibatkan unsur-unsur dari Kementerian Kelautan dan Perikanan, Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan, TNI, Polri, serta petugas pemadam kebakaran.

Selain itu, sejumlah nelayan yang tergabung dalam Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) cabang Cilacap juga turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Simulasi penanganan kebakaran kapal menjadi inti dari kegiatan ini. Para petugas memperagakan cara-cara efektif untuk memadamkan api pada kapal nelayan menggunakan berbagai peralatan pemadam kebakaran yang tersedia di pelabuhan.

Ini adalah langkah penting untuk memastikan bahwa seluruh fasilitas serta personel benar-benar siap siaga dalam menghadapi potensi kejadian darurat yang mungkin terjadi di kawasan pelabuhan.

“Potensi kebakaran dan berbagai kemungkinan lainnya kita simulasikan, sekaligus memastikan seluruh fasilitas yang ada benar-benar siap digunakan,” katanya.

Hal ini menunjukkan bahwa pihak pelabuhan sangat serius dalam mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu aktivitas operasional kapal.

Selain itu, langkah mitigasi tersebut juga bertujuan untuk memastikan pelayanan di pelabuhan tetap berjalan optimal serta meminimalkan risiko kejadian yang tidak diinginkan.

Ukon Ahmad Furkon menambahkan bahwa “Kalaupun nanti terjadi sesuatu, kita sudah siap lebih awal melalui upaya mitigasi dan pencegahan.”

Dengan adanya persiapan matang seperti ini, harapannya adalah agar kejadian-kejadian buruk dapat diminimalisir atau bahkan dicegah sama sekali.

Dari sisi kondisi cuaca, Ukon juga memberikan penjelasan mengenai situasi perairan selatan Jawa pada awal tahun yang masih dipengaruhi oleh musim angin barat.

Situasi ini menyebabkan banyak kapal nelayan memilih untuk bersandar di Pelabuhan Perikanan Samudera Cilacap.

“Mudah-mudahan setelah Lebaran nanti, seiring perubahan cuaca, sebagian besar kapal sudah mulai kembali melaut sehingga aktivitas di pelabuhan kembali normal,” pungkas Ukon Ahmad Furkon.

Kegiatan apel siaga dan simulasi penanganan kebakaran ini bukan hanya sekedar formalitas belaka.

Ini adalah wujud nyata dari upaya kolaboratif antara pemerintah bersama instansi terkait untuk menjaga keselamatan semua pihak yang terlibat dalam sektor kelautan dan perikanan.

Momen menjelang Lebaran merupakan waktu kritis bagi banyak nelayan dan pengusaha perikanan karena tingginya permintaan akan hasil laut.

Dalam jangka panjang, kesiapsiagaan seperti ini akan membantu membangun kepercayaan publik terhadap keamanan operasional pelabuhan dan industri perikanan secara umum.

Dengan demikian, masyarakat dapat merasa tenang ketika beraktivitas baik sebagai nelayan maupun sebagai konsumen hasil laut.

Ketika berbicara tentang potensi bahaya seperti kebakaran kapal, penting untuk menyadari bahwa tindakan pencegahan jauh lebih baik dibandingkan dengan penanganan setelah terjadinya insiden.

Melalui simulasi seperti ini, petugas dilatih untuk bertindak cepat dan efektif saat situasi darurat terjadi. Ini tentu akan sangat membantu dalam menyelamatkan nyawa serta aset-aset berharga. (jul/stch/dda)

Berita Sebelumnya
GP Bahrain dan Arab Saudi Batal Digelar

Dampak Perang Iran vs Amerika-Israel Meluas, F1 Bahrain dan Arab Saudi Batal

Berita Selanjutnya
Lahirkan Anak Laki Laki

Arti Nama Anak Aurelie Moeremans dan Tyler Bigenho Jadi Sorotan