BANYUMASEKSPRES.ID, SEMARANG – Presiden Prabowo Subianto resmi melantik sebanyak 1.177 perwira remaja TNI dan Polri dalam Upacara Prasetya Perwira yang digelar di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (22/7).
Pelantikan tersebut menjadi penanda berakhirnya masa pendidikan para taruna dan taruni sekaligus dimulainya pengabdian sebagai perwira kepada bangsa dan negara.
Dalam upacara kenegaraan tersebut, para lulusan Akademi TNI dan Akademi Kepolisian mengucapkan sumpah perwira sebagai bentuk komitmen untuk menjaga kedaulatan negara, melindungi masyarakat, serta mengabdikan diri kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebanyak 1.177 perwira yang dilantik terdiri atas 512 lulusan Akademi Militer (Akmil), 229 lulusan Akademi Angkatan Laut (AAL), 154 lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 282 lulusan Akademi Kepolisian (Akpol).
Dalam amanatnya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa sumpah yang diucapkan para perwira bukan sekadar bagian dari prosesi seremonial, melainkan janji suci yang harus diwujudkan dalam setiap pelaksanaan tugas.
Menurutnya, setiap perwira TNI maupun Polri harus siap mengorbankan jiwa dan raga demi menjaga kepentingan bangsa, negara, dan rakyat Indonesia apabila situasi mengharuskannya.
“Saudara-saudara telah bersumpah untuk bila perlu memberikan jiwa dan raga bagi bangsa, negara, dan rakyat Indonesia,” ujar Prabowo.
Presiden juga menyampaikan ucapan selamat kepada seluruh perwira baru atas nama pribadi, pemerintah, dan seluruh rakyat Indonesia.
Namun, ia mengingatkan bahwa pelantikan bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan langkah awal dalam mengemban tanggung jawab sebagai pemimpin di lingkungan TNI maupun Polri.
Prabowo menekankan bahwa pangkat perwira merupakan amanah yang diberikan oleh negara dan rakyat.
Karena itu, setiap perwira wajib menjaga integritas, profesionalisme, serta menjunjung tinggi nilai-nilai pengabdian selama menjalankan tugas.
Ia juga mengingatkan bahwa sejak resmi dilantik, para perwira tidak lagi hanya menjadi bagian dari keluarga masing-masing, tetapi telah menjadi milik bangsa dan negara.
“Mulai hari ini saudara bukan lagi milik diri sendiri. Saudara juga bukan lagi hanya milik keluarga, melainkan telah menjadi milik bangsa dan negara,” tegas Presiden.
Menurut Prabowo, tugas seorang perwira tidak hanya menjaga keamanan dan mempertahankan kedaulatan Indonesia, tetapi juga hadir di tengah masyarakat ketika rakyat menghadapi berbagai kesulitan.
Ia menyebut semangat pengabdian kepada masyarakat merupakan nilai utama yang harus selalu dipegang oleh setiap anggota TNI maupun Polri sepanjang karier mereka.
“Saya bangga karena saudara telah memahami bahwa menjadi perwira berarti hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. Itulah makna pengabdian yang sesungguhnya,” katanya.
Selain melantik para perwira baru, Presiden Prabowo juga menyerahkan penghargaan Adhi Makayasa kepada lulusan terbaik dari masing-masing akademi.
Penghargaan tertinggi tersebut diberikan kepada Calvin Tidar Sakti dari Akademi Militer (Akmil), Muhammad Rizqi Wira Utama Baihaqi Putra dari Akademi Angkatan Laut (AAL), Yehezkiel Bonaventura Yudaniarman dari Akademi Angkatan Udara (AAU), serta Harindra Arsandho Tegarbaja dari Akademi Kepolisian (Akpol).
Adhi Makayasa merupakan penghargaan bergengsi yang diberikan kepada taruna dan taruni dengan prestasi terbaik selama menjalani pendidikan.
Penilaian mencakup kemampuan akademik, kepribadian, mental, kondisi jasmani, kepemimpinan, serta disiplin selama menempuh pendidikan di masing-masing akademi.
Penghargaan tersebut secara rutin diberikan dalam Upacara Prasetya Perwira sebagai bentuk apresiasi kepada calon perwira yang menunjukkan kualitas terbaik dan diharapkan mampu menjadi teladan di lingkungan TNI maupun Polri.
Pelantikan 1.177 perwira remaja ini menjadi momentum penting dalam memperkuat sumber daya manusia di sektor pertahanan dan keamanan nasional.
Dengan bekal pendidikan, kedisiplinan, serta nilai-nilai pengabdian yang telah ditanamkan selama masa akademi, para perwira muda diharapkan mampu menjalankan tugas secara profesional, menjaga kepercayaan masyarakat, dan berkontribusi dalam mewujudkan Indonesia yang aman, berdaulat, dan sejahtera. (*/stch/dda)














