Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Pria Diduga ODGJ Tewas Tertemper KA Pasundan di Perlintasan Stasiun Jeruklegi Cilacap

Laki Laki Tanpa Identitas Tertemper KALaki Laki Tanpa Identitas Tertemper KA
EVAKUASI : Petugas mengevakuasi tubuh korban di perlintasan kereta api di sekitar stasiun Jeruklegi

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Sebuah insiden tragis terjadi di jalur perlintasan kereta api JPL 454, Stasiun Jeruklegi, Desa Jeruklegi Wetan, Kecamatan Jeruklegi pada hari Senin (24/11).

Seorang pria tanpa identitas ditemukan tewas setelah tertemper oleh Kereta Api Pasundan yang melayani perjalanan relasi Surabaya-Bandung.

Kejadian ini menambah deretan tragedi yang melibatkan perlintasan kereta api di wilayah tersebut.

Camat Jeruklegi, Agus Firmanudin, memberikan penjelasan terkait insiden tersebut yang berlangsung dengan sangat cepat.

“Saat itu, dua petugas Stasiun Jeruklegi, Ngajino dan Faisal Anggun, sedang bertugas melakukan pengawasan jalur karena KA Pasundan dijadwalkan melintas,” ungkap Agus saat ditemui awak media pada Selasa (25/11).

Ia menambahkan bahwa saat kereta melintas dengan kecepatan tinggi, tiba-tiba seorang laki-laki berlari menuju jalur rel dan langsung tertemper kereta.

Korban kemudian terseret sejauh sekitar 100 meter sebelum kereta akhirnya berhenti untuk proses pelaporan lebih lanjut.

Pria malang tersebut meninggal dunia di tempat kejadian dengan kondisi tubuh yang sangat mengenaskan. Luka berat yang diderita korban termasuk tubuh terbelah serta bagian kepala mengalami kerusakan parah.

Pemeriksaan awal yang dilakukan oleh pihak berwenang mengindikasikan bahwa korban kemungkinan adalah Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).

Hal ini diperkuat dengan keterangan dari masyarakat setempat yang menyatakan bahwa korban memang dikenal sebagai ODGJ.

Dalam upaya mengidentifikasi korban, tidak ditemukan satupun tanda pengenal pada tubuhnya.

Namun, ciri-ciri fisik korban diketahui memiliki tinggi sekitar 160 cm dan berat badan sekitar 65 kg.

Saat kejadian nahas tersebut berlangsung, korban mengenakan kaos dan celana pendek jeans berwarna biru.

Pasca kejadian tragis ini, berbagai unsur terkait seperti Satpol PP Kecamatan Jeruklegi bersama TNI, Polri serta warga setempat segera bergerak untuk melakukan penanganan di lokasi kejadian.

Tim gabungan ini bertindak cepat untuk mengevakuasi tubuh korban sekaligus melakukan pendataan terhadap saksi-saksi yang berada di lokasi saat insiden terjadi.

Koordinasi juga dilakukan untuk menentukan langkah-langkah selanjutnya terkait dengan penanganan jenazah korban.

“Kami berkoordinasi dengan Pemerintah Desa Jeruklegi Wetan untuk memastikan proses pemakaman korban dapat berjalan lancar,” tambah Agus Firmanudin kepada awak media.

Berdasarkan kesepakatan bersama antara pihak-pihak terkait, korban akhirnya dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Cikesur.

Insiden ini tentu saja menambah kekhawatiran akan keselamatan di perlintasan kereta api terutama bagi masyarakat yang tinggal atau beraktivitas di sekitar jalur rel kereta api.

Kejadian semacam ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang pentingnya kewaspadaan dan kesadaran terhadap aturan keselamatan ketika berada dekat dengan jalur kereta api.

Sebagai catatan, kejadian tertemper kereta api bukanlah hal baru di Indonesia mengingat masih banyaknya perlintasan sebidang yang belum dilengkapi dengan fasilitas keselamatan memadai seperti palang pintu otomatis atau sirine peringatan dini.

Keberadaan petugas lapangan seperti Ngajino dan Faisal Anggun tentu sangat membantu dalam menjaga keselamatan pengguna jalan maupun warga sekitar meskipun tantangan tetap ada terutama ketika menghadapi situasi darurat seperti insiden kali ini.(jul/dda)

Berita Sebelumnya
Progres Pembangunan Puskesmas Kembaran I Lambat

Progres Pembangunan Puskesmas Kembaran I Lambat, Dinkes Banyumas Perketat Pengawasan

Berita Selanjutnya
Longsor Putus Akses Kebumen Banjarnegara

Longsor Putus Akses Kebumen–Banjarnegara, Bahu Jalan Ambrol 12 Meter