Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
Kisah Haru Taryono, Tinggal Sebatang Kara Kini Punya Rumah Layak Huni Berkat Bedah Rumah
Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab Demi Film “Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki”

Prilly Latuconsina Belajar Bahasa Arab Demi Film “Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki”

Belajar Bahasa Arab Demi Film BaruBelajar Bahasa Arab Demi Film Baru
Prilly Latuconsina

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Aktris muda Prilly Latuconsina kembali menunjukkan dedikasi tinggi dalam dunia seni peran.

Demi tampil maksimal di film terbarunya berjudul Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Prilly menjalani berbagai persiapan intensif, mulai dari belajar bahasa Arab, mengubah penampilan, hingga membangun chemistry yang kuat dengan lawan main.

Film garapan sutradara sekaligus produser Baim Wong tersebut menghadirkan Prilly sebagai seorang perempuan berhijab yang berstatus mahasiswi jurusan Sastra Arab.

Karakter tersebut menuntutnya tidak hanya tampil berbeda secara visual, tetapi juga mampu berbicara bahasa Arab secara alami sesuai latar belakang tokoh yang diperankannya.

Untuk mendalami karakter, Prilly mengikuti latihan bahasa Arab secara intensif bersama seorang guru.

Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar menghafal dialog, melainkan menguasai pelafalan dan intonasi agar terdengar seperti seseorang yang telah lama mempelajari bahasa tersebut.

Ia bahkan membiasakan diri berbicara menggunakan bahasa Arab setiap hari selama masa persiapan syuting.

“Guru bahasa Arab aku selalu mengingatkan kalau ini bukan ngaji. Tapi aku harus bicara dalam bahasa Arab. Jadi setiap hari, aku benar-benar membiasakan diri ngomong pakai bahasa Arab,” ujar Prilly.

Latihan tersebut dilakukan agar dialog yang disampaikan terdengar lebih natural dan tidak terkesan hanya membaca naskah.

Keseriusan Prilly dalam mendalami karakter terlihat dari keputusannya menghentikan sementara aktivitas belajar bahasa Korea yang selama ini rutin ia jalani.

Langkah tersebut diambil agar dirinya bisa lebih fokus mempelajari bahasa Arab sehingga proses pendalaman karakter berlangsung lebih maksimal.

Menurut Prilly, menguasai satu bahasa baru membutuhkan konsentrasi penuh, terutama ketika harus menggunakannya dalam berbagai adegan film.

Selain kemampuan berbahasa, Prilly juga melakukan transformasi fisik agar semakin sesuai dengan karakter yang diperankannya.

Dalam film tersebut, ia tampil mengenakan hijab sebagai identitas tokoh.

Tidak hanya itu, tim produksi juga menyesuaikan tampilan kulitnya agar terlihat lebih gelap dibandingkan penampilan sehari-hari.

“Selain pakai hijab, warna kulit aku harus tan (gelap) gitu loh,” ungkapnya.

Transformasi tersebut menjadi bagian penting agar karakter yang dimainkan terasa lebih autentik di mata penonton.

Dalam Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Prilly beradu akting dengan Davina Karamoy.

Keduanya memiliki banyak adegan bersama sehingga dituntut membangun hubungan emosional yang kuat.

Menariknya, chemistry di antara mereka sudah terbentuk sejak sesi pembacaan naskah (reading) pertama.

“Hari pertama reading saja, kami sudah nangis berduaan. Padahal di skenario enggak ada adegan nangis. Jadi chemistrynya sudah dapat,” kata Prilly.

Menurutnya, hubungan emosional yang sudah terbangun sejak awal membuat proses syuting menjadi lebih mudah dan membantu para pemain mengeksplorasi berbagai adegan dengan lebih mendalam.

Transformasi yang dilakukan Prilly Latuconsina kembali menunjukkan komitmennya sebagai aktris yang selalu memberikan kemampuan terbaik di setiap proyek.

Mulai dari mempelajari bahasa baru, mengubah penampilan fisik, hingga membangun kedekatan emosional dengan lawan main, seluruh proses dijalaninya demi menghadirkan karakter yang kuat dan meyakinkan.

Melalui film Minal Aidin Mohon Maaf Minta Rizki, Prilly berharap penonton dapat melihat sisi baru dari dirinya sebagai seorang aktris yang terus berkembang.

Ia ingin setiap karakter yang diperankannya memiliki identitas yang berbeda sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi para penonton.

Dengan dedikasi tersebut, Prilly kembali membuktikan bahwa kualitas akting tidak hanya ditentukan oleh kemampuan tampil di depan kamera, tetapi juga oleh proses panjang, latihan, dan persiapan matang yang dilakukan sebelum proses syuting dimulai. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Sebatang Kara, Taryono Dapat Bantuan Bedah Rumah

Kisah Haru Taryono, Tinggal Sebatang Kara Kini Punya Rumah Layak Huni Berkat Bedah Rumah