Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Purbalingga Targetkan Jalan Mantap Capai 90 Persen, Teknik Patching Aspal Dievaluasi

Jalan mantap ditarget 90 persenJalan mantap ditarget 90 persen

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga terus mengakselerasi perbaikan infrastruktur jalan sebagai bagian dari upaya meningkatkan konektivitas dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Dalam apel pagi yang digelar di halaman kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU PR), Jumat (24/5/2025), Bupati Purbalingga Fahmi M Hanif menyampaikan evaluasi terhadap metode patching atau tambal sulam aspal jalan yang selama ini diterapkan petugas.

Langkah ini diambil menyusul target ambisius Pemkab Purbalingga untuk meningkatkan persentase jalan mantap dari posisi saat ini di angka sekitar 68 persen menjadi lebih dari 90 persen dalam beberapa tahun ke depan.

“Menurut saya, jalan adalah fasilitas paling adil karena semua lapisan masyarakat bisa menikmatinya. Selain itu, infrastruktur jalan adalah sektor yang sangat penting dalam pengembangan ekonomi dan menumbuhkan potensi positif lainnya,” ujar Bupati Fahmi dalam sambutannya di hadapan petugas DPU PR.

Guna memastikan kualitas patching aspal yang lebih tahan lama dan efisien, Pemkab menghadirkan Ronald Aristone Sinaga, seorang praktisi konstruksi infrastruktur jalan yang dikenal dengan sapaan Bro Ron.

Dalam sesi praktik di lapangan, Bro Ron meminta tim teknis memperagakan metode patching yang selama ini digunakan.

Ia kemudian memberikan catatan teknis dan masukan mendetail mengenai tahapan mana saja yang perlu ditingkatkan atau bahkan dihilangkan demi mencapai hasil tambalan aspal yang optimal.

Bupati menegaskan bahwa pembangunan jalan bukan sekadar penghabisan anggaran rutin, melainkan investasi jangka panjang yang harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.

Ia menyatakan dengan tegas bahwa tidak boleh ada upaya membuat jalan secara asal-asalan hanya agar proyek serupa bisa kembali dianggarkan setiap tahun.

“Saya tidak mau ada infrastruktur yang sengaja dibuat buruk agar setiap tahun diperbaiki dan terus dianggarkan. Lebih baik kita bangun jalan yang berkualitas, awet, dan membahagiakan masyarakat, sehingga anggaran bisa dialihkan ke sektor lainnya,” ucapnya dengan nada serius.

Ia juga mendorong pemerintah desa agar ikut aktif dalam pembangunan infrastruktur dengan mengalokasikan dana desa untuk memperbaiki dan meningkatkan kualitas jalan-jalan lokal.

Di sisi lain, Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menambahkan bahwa kehadiran Bro Ron menjadi sinyal bahwa Pemkab tidak main-main dalam memastikan kualitas jalan yang dibangun.

Menurutnya, Bro Ron memiliki latar belakang pengalaman internasional, termasuk belajar langsung praktik pengaspalan di Jepang—negara yang terkenal dengan kualitas infrastruktur jalan terbaik di dunia.

“Bro Ron adalah praktisi jalan raya yang sudah belajar langsung praktik pengaspalan di Jepang. Diharapkan ada transfer ilmu dan alih teknologi dari beliau,” ujar Dimas.

Ia juga menyoroti pentingnya peningkatan kapasitas petugas lapangan, terutama dalam pekerjaan yang bersifat swakelola.

Wabup menekankan perlunya disiplin teknis dan pemahaman metode kerja yang sesuai standar agar kualitas tambal sulam tidak sekadar menjadi solusi sementara, tetapi mampu memberi manfaat jangka panjang.

“Saya harap setelah ini, pekerjaan patching tidak hanya menjadi rutinitas, tapi ada perubahan nyata dalam kualitas dan ketahanannya,” lanjutnya.

Dengan mengedepankan sinergi antara pengetahuan praktis, evaluasi teknis yang berkelanjutan, dan kebijakan anggaran yang tepat, Pemkab Purbalingga berharap dapat mempercepat pencapaian target jalan mantap 90 persen.

Hal ini juga sejalan dengan visi pembangunan berkelanjutan berbasis infrastruktur yang menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat.

Melalui pembenahan menyeluruh ini, sektor jalan bukan hanya menjadi penopang mobilitas, tapi juga pendorong pertumbuhan ekonomi lokal dan pemerataan pembangunan wilayah. (amr/stch)

Berita Sebelumnya
Pesugihan berujung tragedi

Pembunuhan Kepala Sekolah Asal Magelang di Pagar Suruh, Bermula dari Ritual Pesugihan dan Dendam Terpendam

Berita Selanjutnya
Lima debt collector ditangkap

Lima Debt Collector Ditangkap Setelah Membawa Kabur Truk di Purwokerto Selatan