BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Rencana rehabilitasi Pasar Tanjung Cilacap mengalami penundaan yang tidak terduga. Proyek ini, yang awalnya direncanakan untuk segera dilaksanakan, terpaksa dihentikan sementara hingga pembahasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Perubahan selesai.
Meskipun ada kemajuan pada tahap awal, pembangunan tidak dapat dilanjutkan lebih jauh karena keterbatasan anggaran.
Proyek pembangunan kantor pengelola pasar ini akan kembali dilanjutkan pada Oktober 2025.
Saat ini, anggaran sebesar Rp144.202.600 telah dialokasikan untuk menyelesaikan tahap awal pembangunan. Namun, dana tersebut hanya cukup untuk menyelesaikan struktur bangunan hingga lantai dua dan atap yang masih menggunakan seng.
Kepala Bidang Sarana Distribusi Perdagangan Dinas Perdagangan, Koperasi, dan UKM (DPKUKM) Kabupaten Cilacap, Galuh M. Wardana, menyampaikan kepada awak media bahwa “karena anggarannya terbatas, pembangunan akan dilanjutkan lagi Oktober menggunakan anggaran APBD Perubahan.”
Pernyataan ini menegaskan bahwa keberlanjutan proyek sangat bergantung pada persetujuan dan pencairan dana tambahan dari APBD Perubahan.
Dengan dana saat ini yang sangat terbatas, progres rehabilitasi pasar harus terhenti setelah penyelesaian tahap awal. Akibatnya, bangunan yang belum sepenuhnya jadi tersebut akan dibiarkan dalam kondisi setengah selesai sampai anggaran tambahan dapat dicairkan.
“Pemerintah daerah berharap, melalui APBD Perubahan, seluruh fasilitas pasar dapat rampung sesuai rencana awal,” jelas Galuh.
Pasar Tanjung adalah salah satu fasilitas publik penting di Kabupaten Cilacap yang diharapkan dapat menjadi pusat kegiatan ekonomi masyarakat setempat.
Pembangunan ini ditargetkan untuk meningkatkan kenyamanan bagi para pedagang serta pengunjung pasar dan menghidupkan kembali aktivitas perdagangan di kawasan tersebut.
Pasar Tanjung sendiri memiliki peran signifikan dalam mendukung ekonomi lokal dengan menyediakan tempat bagi para pedagang lokal untuk menjual barang dagangan mereka.
Sayangnya, kondisi fisik pasar yang belum optimal menjadi hambatan serius dalam mencapai tujuan tersebut.
Sementara itu, para pedagang dan masyarakat sekitar berharap agar proses pencairan anggaran tambahan dapat berjalan lancar sehingga rehabilitasi pasar bisa segera dilanjutkan.
Mereka menginginkan fasilitas yang lebih baik agar bisa mendukung kegiatan jual beli secara lebih efisien dan nyaman.
Galuh M. Wardana menambahkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk memastikan proyek ini selesai tepat waktu setelah dana tambahan diperoleh.
Harapan besar diletakkan pada APBD Perubahan agar rencana awal pembangunan tidak meleset dari jadwal yang telah ditetapkan.
Penundaan yang terjadi juga dipandang sebagai kesempatan bagi pemerintah daerah untuk mengevaluasi kembali kebutuhan pasar serta merencanakan langkah-langkah strategis guna memastikan keberhasilan proyek tersebut di masa depan.
Masyarakat Cilacap menantikan hasil dari upaya rehabilitasi ini dengan harapan tinggi agar Pasar Tanjung bisa berfungsi maksimal sebagai pusat perdagangan lokal yang modern dan nyaman.
Keberhasilan proyek ini diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap perekonomian setempat serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Cilacap secara keseluruhan.
Dalam konteks pembangunan infrastruktur publik seperti Pasar Tanjung, transparansi penggunaan anggaran serta partisipasi aktif dari berbagai pemangku kepentingan menjadi kunci utama untuk mencapai hasil akhir yang optimal dan sesuai harapan semua pihak terkait.
Ke depan, di tengah tantangan anggaran yang ada saat ini, pemerintah daerah berencana untuk terus memantau perkembangan serta mencari solusi terbaik guna menyelesaikan rehabilitasi Pasar Tanjung secepat mungkin demi kepentingan bersama. (gia/stch)
















