Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Rekrutmen Bintara Polri 2026 Dibuka,Kuota Capai 5.141 Orang

Rekrutmen Bintara PolriRekrutmen Bintara Polri
Pendaftaran Bintara Polri 2026 resmi dibuka mulai 9 hingga 30 Maret 2026 dengan total kuota 5.141 orang. Rekrutmen ini memberi kesempatan bagi masyarakat untuk menjadi anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda) melalui berbagai jalur Bintara.

BANYUMASEKSPRES.ID, Pendaftaran Bintara Polri 2026 resmi dibuka dan menjadi kesempatan bagi masyarakat yang ingin bergabung dengan Kepolisian Republik Indonesia. Rekrutmen ini memberi peluang bagi calon peserta untuk menjadi anggota Polri dengan pangkat Brigadir Polisi Dua (Bripda).

Kuota Bintara Polri tahun ini mencapai 5.141 orang, terbagi untuk 4.141 prajurit pria dan 1.000 prajurit wanita. Pendaftaran telah dibuka sejak 9 Maret 2026 dan akan ditutup pada 30 Maret 2026.

Peserta yang lolos seleksi nantinya akan mengikuti pendidikan pembentukan yang dimulai pada 20 Juli 2026 hingga 16 Desember 2026. Bintara Polri terdiri dari beberapa jenis yang dapat dipilih sesuai minat dan kemampuan peserta.

Mengutip laman resmi Penerimaan Polri, jenis Bintara yang tersedia antara lain Bintara PTU Berkemampuan SPKT (Polisi Tugas Umum), Bintara Berkemampuan Intelijen, Bintara Polair, serta Bintara Kompetensi Khusus atau Bakomsus.

Bakomsus mencakup bidang Humas, Pertanian, Perkebunan, Peternakan, Perikanan, Gizi, Akuntansi, Teknik Sipil, Penyidik, Tenaga Pendidik, Tenaga Kesehatan, hingga Musik. Jalur ini diperuntukkan bagi peserta yang memiliki keahlian spesifik dan sesuai dengan kebutuhan institusi Polri.

Untuk mengikuti seleksi, peserta wajib memenuhi persyaratan umum. Calon peserta harus berstatus sebagai warga negara Indonesia, beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, serta setia kepada NKRI, Pancasila, dan UUD 1945.

Peserta minimal memiliki pendidikan SMA atau sederajat, berusia minimal 18 tahun saat dilantik, sehat jasmani dan rohani, serta tidak pernah dipidana atau memiliki catatan kriminal. Selain itu, calon peserta diharapkan berwibawa, jujur, adil, dan berkelakuan tidak tercela.

Persyaratan khusus juga diterapkan. Seleksi terbuka untuk pria dan wanita yang bukan anggota/mantan anggota Polri, TNI, atau PNS. Peserta juga harus belum menikah, bebas tato, tidak bertindik, dan bersedia tidak menikah selama masa pendidikan.

Peserta harus bebas narkoba, tidak mendukung organisasi yang bertentangan dengan NKRI, UUD 1945, dan Pancasila, serta tidak melakukan perbuatan yang melanggar norma.

Dalam hal akademik, peserta SMA/SMK/MA/MAK/PDF harus memiliki nilai rata-rata ijazah minimal 70 atau B, sementara lulusan 2026 wajib memiliki nilai rata-rata rapor semester V minimal 75 atau B.

Lulusan wilayah Papua, Papua Barat, Papua Tengah, dan Papua Barat Daya memiliki standar nilai sedikit berbeda, yaitu 65–70 sesuai jenjang pendidikan.

Lulusan D4/S1 minimal IPK 2,75 dari prodi terakreditasi, sementara lulusan sekolah luar negeri harus memiliki penyetaraan ijazah dari Kemendikdasmen/Kemdiktisaintek.

Persyaratan usia dan tinggi badan juga diterapkan. Lulusan SMA maksimal berusia 21 tahun saat pembukaan pendidikan, D1-D3 maksimal 24 tahun, dan D4/S1 maksimal 27 tahun.

Tinggi badan minimal bervariasi sesuai jenis Bintara dan wilayah, misalnya jalur PTU, Intelijen, dan Polair untuk pria 165 cm, wanita 160 cm, sedangkan peserta dari Papua dan sekitarnya sedikit lebih rendah.

Seleksi penilaian meliputi tes psikologi sesuai Peraturan Asisten Kapolri Bidang SDM Nomor 3 Tahun 2017, dengan nilai minimal 61. Penilaian jasmani juga diterapkan dengan nilai batas minimal 41 dan setiap item tes tidak boleh bernilai 0.

Pendaftaran dilakukan secara online dan offline melalui website resmi. Pendaftar memilih jenis seleksi Bintara, mengisi formulir registrasi, dan mencetaknya untuk dibawa saat verifikasi di Polres/Polda.

Peserta menjalani face recognition dan menyerahkan dokumen asli dan fotokopi, mulai dari KTP, KK, akta kelahiran, ijazah, SKCK, pas foto, hingga berbagai surat pernyataan yang dibutuhkan.

Tahapan seleksi dimulai dari pendaftaran 9-30 Maret 2026, penandatanganan pakta integritas 31 Maret, pemeriksaan awal 5-10 April, pemeriksaan kesehatan I 12-25 April, tes psikologi I 26 April-3 Mei, uji akademik dan kompetensi 12-26 Mei, sidang menuju Rikkes II 4 Juni, Rikkes II 7-10 Juni, uji kesamaptaan 11-15 Juni, psikologi II dan pemeriksaan mental 16-20 Juni, sidang akhir 3 Juli, hingga pendidikan dimulai 20 Juli 2026.

Dengan kuota yang besar dan kesempatan bagi pria maupun wanita, rekrutmen Bintara Polri 2026 menjadi peluang menarik bagi masyarakat yang ingin berkarier di kepolisian. (vip)

Berita Sebelumnya
4 Jalur Masuk UGM

Ini 4 Jalur Masuk UGM 2026 untuk Calon Mahasiswa, Ada yang Tanpa Tes

Berita Selanjutnya
Diskon Tarif Tol Ditujukan untuk Pembayaran Elektronik

Panduan Tarif Tol Mudik 2026 di Jalur Trans Jawa dan Sumatra