Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Atta Halilintar Bantah Foto Cium Bule, Sebut Hasil Editan AI

Diisukan Bermesraan dengan BuleDiisukan Bermesraan dengan Bule
Atta Halilintar

BANYUMASEKSPRES.ID, YouTuber dan kreator konten Atta Halilintar tengah menjadi perbincangan setelah sebuah foto yang memperlihatkan dirinya seolah-olah mencium wanita lain ramai beredar di media sosial.

Foto tersebut muncul setelah Atta Halilintar mengabadikan momen bersama selebgram asal Meksiko, Mercedes Roa.

Namun, Atta membantah foto yang beredar sebagai gambaran kejadian sebenarnya.

Suami Aurel Hermansyah itu menyebut foto dirinya seolah sedang mencium wanita lain telah mengalami penyuntingan menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Atta kemudian memberikan tanggapan melalui Instagram Stories pada Kamis (10/9).

Ia bahkan meminta bantuan untuk mencari pihak yang membuat dan menyebarkan foto hasil editan tersebut.

“Bantu cari yang bikin fitnah pake ai ya,” tulis Atta Halilintar dalam unggahannya.

Atta Halilintar menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Mercedes Roa terjadi dalam sebuah acara yang digelar di Italia.

Menurut Atta, acara tersebut dihadiri banyak kreator konten dari berbagai negara.

Dalam situasi seperti itu, menurutnya, berfoto bersama kreator lain merupakan hal yang biasa.

Atta mengatakan dirinya memang sempat berfoto bersama Mercedes Roa.

Namun, foto tersebut kemudian disebut telah diedit secara berlebihan hingga menghasilkan gambar yang seolah memperlihatkan keduanya sedang berciuman.

“Event ini mengundang banyak kreator dari berbagai negara. Kalau ada kreator yang minta foto itu biasa,” tulis Atta.

Penjelasan tersebut disampaikan Atta untuk meluruskan foto yang telanjur beredar dan menjadi bahan pembicaraan warganet.

Ia menegaskan bahwa foto asli yang diambil dalam acara tersebut tidak menunjukkan adegan seperti yang tergambar dalam foto hasil editan yang beredar.

Atta Halilintar mengaku kesal dengan munculnya foto yang menurutnya telah dimanipulasi menggunakan AI.

Ia menilai penyuntingan foto hingga membuat dirinya seolah-olah berciuman dengan wanita lain bukan lagi sekadar editan untuk hiburan.

Menurut Atta, gambar tersebut dapat menggiring opini publik mengenai dirinya.

Atta pun menyebut penyebaran foto hasil manipulasi tersebut sebagai fitnah.

“Kalau fotonya diedit AI seolah-olah berciuman sampai menggiring opini itu sudah jadi fitnah,” tulisnya.

Pernyataan tersebut menjadi respons Atta terhadap isu yang berkembang setelah foto tersebut beredar di media sosial.

Ia memilih memberikan klarifikasi dengan menjelaskan konteks sebenarnya mengenai foto bersama Mercedes Roa.

Pertemuan Atta dengan Mercedes Roa terjadi ketika dirinya menghadiri sebuah acara di Italia yang mempertemukan kreator dari berbagai negara.

Dalam acara seperti itu, aktivitas membuat konten dan berfoto bersama sesama kreator menjadi bagian dari kegiatan.

Atta menyebut dirinya tidak mempermasalahkan ketika ada kreator lain yang mengajaknya berfoto.

Namun, persoalan muncul setelah foto tersebut disebut mengalami manipulasi.

Teknologi AI memang dapat digunakan untuk mengubah tampilan sebuah gambar sehingga hasil akhirnya terlihat berbeda dari kondisi sebenarnya.

Karena itu, sebuah foto yang beredar di media sosial tidak selalu dapat langsung dianggap sebagai gambaran kejadian yang sebenarnya tanpa melihat sumber dan konteksnya.

Dalam kasus yang menimpa Atta, ia menyatakan bahwa foto yang memperlihatkan dirinya seolah mencium wanita lain merupakan hasil editan AI.

Klarifikasi tersebut sekaligus menjadi penegasan bahwa Atta tidak membenarkan narasi yang muncul dari foto tersebut.

Selain memberikan klarifikasi, Atta Halilintar juga tampak ingin mengetahui pihak yang membuat foto hasil manipulasi tersebut.

Ia bahkan meminta bantuan untuk mencari pembuat foto yang dianggap telah menggiring opini mengenai dirinya.

Sikap tersebut menunjukkan bahwa Atta memandang serius penyebaran konten manipulatif yang menyangkut kehidupan pribadinya.

Terlebih, foto yang diedit tersebut berpotensi membuat publik memiliki persepsi berbeda terhadap hubungan Atta dengan perempuan lain.

Padahal, menurut penjelasan Atta, dirinya hanya berfoto bersama Mercedes Roa dalam sebuah acara di Italia.

Atta kemudian menyampaikan keberatannya melalui media sosial agar publik mengetahui bahwa foto yang beredar tidak sesuai dengan kejadian sebenarnya.

Kasus foto Atta Halilintar ini juga menjadi pengingat bagi pengguna media sosial untuk lebih berhati-hati ketika menerima sebuah gambar.

Konten yang terlihat meyakinkan belum tentu menggambarkan kejadian sebenarnya.

Apalagi, perkembangan teknologi AI membuat manipulasi gambar dapat menghasilkan visual yang semakin sulit dibedakan dari foto asli.

Karena itu, informasi yang berasal dari satu foto sebaiknya tidak langsung dipercaya atau disebarluaskan sebelum diketahui sumber dan konteksnya.

Dalam kasus ini, Atta sendiri telah memberikan penjelasan bahwa foto yang memperlihatkan dirinya seolah mencium wanita lain merupakan hasil manipulasi AI.

Ia pun meminta pihak yang membuat foto tersebut dicari karena menilai penyuntingan yang dilakukan telah menggiring opini dan merugikan dirinya.

Klarifikasi Atta Halilintar tersebut sekaligus menjelaskan bahwa foto dirinya bersama Mercedes Roa memang diambil ketika keduanya berada dalam acara di Italia.

Namun, foto yang kemudian beredar dengan tampilan seolah-olah keduanya berciuman disebut telah mengalami editan.

Dengan demikian, publik perlu membedakan antara foto asli saat Atta berfoto dengan Mercedes Roa dan foto hasil manipulasi yang beredar di media sosial. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Puluhan Ribu Obat Terlarang Dimusnahkan

Kejari Purbalingga Musnahkan Sabu dan 42.768 Obat dari Perkara Inkracht Januari-Agustus 2026