Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Saran Berikan Gadget Anak Di Usia Tertentu Menurut Psikolog UGM

Sejumlah Fase Dalam Mendidik AnakSejumlah Fase Dalam Mendidik Anak

BANYUMASEKSPRES.ID, Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara anak-anak belajar, bermain, hingga berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya.

Kehadiran gadget seperti smartphone dan tablet kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari kehidupan sehari-hari.

Tidak sedikit orangtua yang mulai bertanya-tanya, lalu kapan sebenarnya waktu yang tepat bagi anak untuk memiliki gadget sendiri?

Pertanyaan tersebut masih menjadi perdebatan di tengah masyarakat. Di satu sisi, perangkat digital dapat memberikan manfaat berupa akses informasi, sarana belajar, hingga hiburan edukatif.

Namun di sisi lain, penggunaan gadget tanpa batasan juga dikhawatirkan dapat memengaruhi tumbuh kembang anak, terutama dari aspek sosial dan emosional.

Menurut dosen Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (UGM), Theresia Novi Poespita Candra, S.Psi., M.Si., Ph.D., setiap fase usia anak membutuhkan pendekatan pengasuhan yang berbeda.

Hal ini termasuk dalam memperkenalkan teknologi digital. Orangtua perlu memahami tahapan perkembangan anak agar dapat mengambil keputusan yang tepat terkait penggunaan gadget.

Pengenalan Gadget Kepada Anak

Anak Usia Dini Belajar Melalui Peniruan

Theresia Novi menjelaskan bahwa anak berusia 0 hingga 7 tahun memiliki cara belajar yang unik.

Pada fase ini, mereka cenderung menyerap berbagai perilaku dari lingkungan sekitar tanpa banyak menggunakan kemampuan penalaran. Apa yang dilakukan orangtua sehari-hari akan direkam oleh anak dan dijadikan contoh.

Mulai dari cara berbicara, bersikap, hingga kebiasaan menggunakan ponsel akan ditiru secara alami oleh mereka. Karena itu, orangtua perlu lebih berhati-hati dalam menunjukkan kebiasaan di rumah.

Jika anak terlalu sering melihat ayah atau ibu sibuk dengan layar ponsel saat berkumpul bersama keluarga, mereka akan menganggap perilaku tersebut sebagai sesuatu yang wajar.

Sebaliknya, kebiasaan berkomunikasi secara langsung, membaca buku bersama, atau bermain tanpa melibatkan perangkat digital dapat menjadi contoh positif yang mendukung perkembangan anak.

Pentingnya Memberikan Teladan dalam Penggunaan Gadget

Peran orangtua bukan hanya membuat aturan mengenai durasi penggunaan gadget, tetapi juga memberikan contoh nyata tentang bagaimana menggunakan teknologi secara sehat dan seimbang.

Interaksi hangat di dalam keluarga menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kemampuan sosial dan emosional anak.

Melalui percakapan sehari-hari, anak belajar memahami emosi, menghargai orang lain, serta mengembangkan kemampuan berkomunikasi.

Selain itu, anak juga sebaiknya dibiasakan melakukan berbagai aktivitas yang merangsang perkembangan sensorik dan motoriknya.

Kegiatan seperti bermain di luar rumah, berolahraga, membantu pekerjaan ringan, membaca buku, hingga berbincang dengan anggota keluarga.

Hal ini dapat memberikan pengalaman belajar yang lebih kaya kepada sang anak dibandingkan sekadar menatap layar.

Usia Ideal Anak Memiliki Gadget Pribadi

Lalu, kapan anak sebaiknya memiliki gadget sendiri? Menurut Theresia Novi, usia 12 hingga 13 tahun dinilai lebih ideal bagi anak untuk mulai memiliki perangkat pribadi.

Pada rentang usia tersebut, perkembangan sosial, emosional, serta kemampuan sensorik anak umumnya sudah lebih matang.

Sebelum memasuki usia tersebut, anak perlu diberikan kesempatan untuk melatih berbagai kepekaan tubuh dan keterampilan hidup secara alami.

Pengalaman berinteraksi langsung dengan lingkungan sekitar dianggap penting untuk mendukung proses tumbuh kembang secara optimal.

Sementara itu, pada usia 7 hingga 12 tahun, orangtua sudah dapat mulai mengajak anak berdiskusi mengenai aturan penggunaan gadget.

Fase ini menjadi waktu yang tepat untuk menjelaskan alasan di balik pembatasan screen time dan risiko yang mungkin muncul jika perangkat digital digunakan secara berlebihan.

Melalui dialog terbuka, anak akan lebih mudah memahami konsekuensi dari setiap kebiasaan yang dilakukan.

Gadget yang Digunakan Terlalu Dini Bisa Menjadi Kebiasaan

Penggunaan gadget sejak usia sangat dini tanpa pendampingan juga berpotensi membentuk ketergantungan. Kebiasaan yang sudah tertanam sejak kecil cenderung lebih sulit diubah ketika anak bertambah besar.

Jika anak terbiasa menjadikan gadget sebagai sumber hiburan utama, mereka dapat mengalami kesulitan untuk menikmati aktivitas lain yang sebenarnya penting bagi perkembangan diri.

Oleh sebab itu, orangtua dianjurkan untuk membangun kedekatan emosional melalui interaksi langsung.

Kehangatan dalam keluarga, komunikasi yang intens, serta keterlibatan dalam aktivitas bersama dapat membantu anak tumbuh menjadi pribadi yang lebih seimbang.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, gadget bukanlah sesuatu yang harus dijauhi sepenuhnya. Selain it, anak bisa diperkenalkan kepada suatu hobi seperti 10 hobi terbaik untuk intovert tingkatkan produktivitas.

Yang terpenting adalah bagaimana orangtua mampu mendampingi, memberikan teladan, serta mengenalkan dunia digital sesuai usia dan kesiapan anak.

Dengan pendekatan yang tepat, teknologi dapat menjadi alat yang bermanfaat tanpa menghambat proses tumbuh kembang buah hati. (*/nds)

Berita Sebelumnya
Polres Perkuat Sinergi Lewat Olahraga Bersama

Polres Kebumen Gelar Jalan Sehat Hari Bhayangkara ke-80, Kapolres Ajak Perkuat Sinergi dengan Masyarakat

Berita Selanjutnya
Diduga Akad Nikah Ulang

Virgoun dan Lindi Fitriyana Gelar Aqiqah Anak Keempat, Momen Jabat Tangan Tuai Sorotan