BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – Kabar duka datang dari komedian sekaligus penyiar radio Sinyorita Esperanza.
Ia mengungkap bahwa kehamilan anak keduanya yang diperoleh melalui program bayi tabung atau in vitro fertilization (IVF) berakhir dengan keguguran.
Kabar tersebut disampaikan Sinyorita melalui unggahan media sosialnya. Ia sebelumnya membagikan cerita mengenai perjalanan menjalani IVF untuk kedua kalinya hingga mendapatkan kabar positif hamil.
Namun, unggahan yang dipenuhi cerita kebahagiaan tersebut sempat membuat sejumlah warganet salah memahami situasi.
Sebagian mengira Sinyorita baru mengumumkan kehamilan, padahal cerita yang dibagikannya merupakan rangkaian pengalaman yang kemudian berakhir dengan kehilangan. Hal itu kemudian ia klarifikasi melalui unggahan berikutnya.
Kehamilan tersebut menjadi momen yang sangat dinantikan Sinyorita bersama suaminya, Robby, serta anak pertama mereka.
Setelah menjalani proses embrio transfer dalam program IVF, Sinyorita menunggu hasil pemeriksaan untuk mengetahui apakah program tersebut berhasil.
Pemeriksaan beta hCG kemudian menunjukkan angka 280, yang menandakan dirinya positif hamil.
Kabar tersebut disambut bahagia oleh keluarga dan orang-orang terdekat. Sinyorita dan Robby bahkan telah membayangkan kehadiran anggota keluarga baru.
Calon buah hati tersebut diberi panggilan Baby Bala Bala. Sinyorita juga menyebut nama Queena yang telah dipersiapkan untuk calon anak perempuan yang diyakininya akan hadir dalam keluarga mereka.
Perjalanan IVF tersebut menjadi bagian dari perjuangan panjang Sinyorita dan Robby untuk mendapatkan anak kedua.
Sebelumnya, keduanya juga pernah menjalani program IVF pada 2021, tetapi belum berhasil.
Percobaan kedua pada 2026 akhirnya sempat memberikan kabar positif sebelum kehamilan tersebut berakhir.
Sinyorita kemudian mengungkap bahwa kehamilannya hanya bertahan hingga usia enam minggu. Ia mengalami keguguran pada 9 September 2026.
Dalam klarifikasinya, Sinyorita menjelaskan bahwa unggahan sebelumnya memang menggambarkan kebahagiaan yang dirasakan setelah mengetahui dirinya hamil.
Namun, perjalanan tersebut kemudian berakhir dengan kabar duka. Ia pun meminta agar publik memahami cerita yang disampaikannya secara utuh.
Sinyorita memilih menerima kehilangan tersebut dan mengenang enam minggu kehamilan yang sempat dijalaninya sebagai bagian dari perjalanan keluarganya.
Sinyorita juga tidak menjelaskan penyebab keguguran secara rinci. Dalam unggahannya, ia meminta agar tidak terus ditanya mengenai alasan di balik kehilangan tersebut karena hal itu dapat membuat proses menerima keadaan menjadi lebih berat.
Kehadiran calon anak kedua menjadi harapan besar bagi Sinyorita dan Robby. Setelah mengetahui hasil positif dari pemeriksaan kehamilan, keduanya sempat menikmati masa tersebut bersama keluarga.
Sinyorita bahkan sengaja tidak langsung mengumumkan kehamilannya kepada publik.
Ia memilih terlebih dahulu menjaga kehamilan tersebut dan menikmati kebahagiaan bersama orang-orang terdekat.
Namun, pada akhirnya pasangan tersebut harus menerima bahwa kehamilan itu tidak berlanjut.
Kabar mengenai keguguran tersebut kemudian mendapat perhatian publik. Sejumlah warganet memberikan dukungan dan doa setelah Sinyorita menjelaskan kondisi sebenarnya.
Media juga melaporkan bahwa Sinyorita masih mengenang calon buah hatinya dengan panggilan Baby Bala Bala atau Queena.
Bagi Sinyorita, pengalaman tersebut menjadi bagian dari perjalanan panjang keluarganya dalam menantikan kehadiran anak kedua.
Ia memilih untuk mengenang masa kehamilan tersebut dengan rasa syukur, meski harus berakhir dengan kehilangan.
Kabar ini sekaligus meluruskan anggapan bahwa unggahan Sinyorita sebelumnya merupakan pengumuman kehamilan yang sedang berlangsung.
Ia menegaskan bahwa dirinya memang sempat hamil setelah menjalani IVF, tetapi kehamilan tersebut hanya bertahan selama enam minggu. (*/stch/dda)














