BANYUMASEKSPRES.ID, Sirkuit Sepang tengah mengambil langkah cepat dalam negosiasi dengan Dorna, penyelenggara MotoGP, untuk memperpanjang kontrak mereka.
Target dari pembicaraan ini adalah agar kesepakatan baru dapat dicapai pada awal tahun 2026 sebelum kontrak yang ada saat ini berakhir.
Sirkuit Internasional Sepang, yang telah lama menjadi tuan rumah bagi ajang balap bergengsi ini di Malaysia, berupaya keras mengamankan posisi sebagai salah satu sirkuit utama dalam jadwal kalender balapan MotoGP.
Dengan kontrak yang akan segera berakhir setelah musim balap tahun depan, pihak pengelola sirkuit telah memulai proses negosiasi jauh hari sebelumnya.
Sejarah menunjukkan bahwa Malaysia telah menjadi bagian integral dari kalender MotoGP sejak awal 1990-an.
Setelah melewati era Sirkuit Shah Alam dan Johor Bahru, Sirkuit Sepang resmi menjadi lokasi utama sejak tahun 1999.
Sepanjang masa itu, sirkuit ini telah menjadi salah satu seri favorit bagi penonton di kawasan Asia Tenggara.
CEO Sepang, Azhan Shafriman Hanif, menyatakan bahwa diskusi dengan Dorna berjalan positif dan pihaknya saat ini bersiap mengajukan dokumen resmi kepada pemerintah untuk mendapatkan dukungan finansial.
“Untuk saat ini, kami masih dalam pembicaraan dengan Dorna,” ujar Shafriman kepada awak media.
“Kami segera membawa proposal ini ke kabinet untuk persetujuan. Harapan saya adalah awal tahun depan kontrak dapat ditandatangani.”
Dia juga menambahkan bahwa salah satu tantangan utama dalam negosiasi ini adalah potensi kenaikan biaya penyelenggaraan hingga 20 persen, sebuah faktor penting yang harus dipertimbangkan karena penyelenggaraan MotoGP di Malaysia juga harus memberikan nilai ekonomi signifikan bagi negara.
Grand Prix Malaysia tahun 2025 mencatat rekor dengan kehadiran 190.997 penonton sepanjang akhir pekan meskipun sempat terjadi gangguan akses jalan terkait kunjungan Presiden Amerika Serikat saat itu, Donald Trump, untuk menghadiri KTT ASEAN.
Shafriman menegaskan bahwa keberlanjutan ajang ini bergantung pada imbal hasilnya bagi negara.
“Salah satu fokus kami adalah memastikan okupansi penuh grandstand dan menarik wisatawan internasional,” jelas Shafriman lebih lanjut.
Ia melihat MotoGP tidak hanya sebagai ajang balapan tetapi juga sebagai magnet pariwisata serta alat promosi nasional yang efektif.
Tahun 2026 nanti akan menjadi momen penting bagi Malaysia karena Kuala Lumpur ditunjuk sebagai tuan rumah peluncuran resmi musim MotoGP menjelang seri perdana.
Momen ini diyakini akan membuka peluang untuk memperluas basis penonton serta meningkatkan eksposur global.
“Saya menantikan peluncuran musim MotoGP pada 6-7 Februari mendatang,” ungkapnya dengan antusiasme yang nyata.
“Ini kesempatan besar untuk memperkenalkan pengalaman MotoGP kepada lebih banyak penggemar baru.”
Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan antusiasme masyarakat yang terus menguat, Malaysia berharap untuk tetap menjadi destinasi utama MotoGP di kawasan Asia dalam jangka panjang.
Balapan di Sirkuit Sepang selalu menawarkan pengalaman seru dan berbeda bagi para pecinta balap motor dari seluruh dunia, menjadikannya salah satu perhelatan paling dinanti setiap tahunnya. (*/dda)
















