Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode
6 Kecamatan di Purbalingga Terdampak Kekeringan, 100 Hektare Padi Rusak
Kecamatan Berdaya Lumbir Salurkan 50 Alat Bantu untuk Disabilitas dan Lansia

Kecamatan Berdaya Lumbir Salurkan 50 Alat Bantu untuk Disabilitas dan Lansia

Kecamatan Berdaya Lumbir Perkuat Layanan DisabilitasKecamatan Berdaya Lumbir Perkuat Layanan Disabilitas
BANTUAN: Camat bersama Forkopimcam Lumbir dan pengusaha kolaborasi menyalurkan alat bantu mobilitas kepada disabilitas dan lansia untuk mewujudkan Kecamatan Berdaya

BANYUMASEKSPRES.ID, BANYUMAS – Pemerintah Kecamatan Lumbir bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Berdaya Lumbir terus memperkuat perhatian terhadap kelompok rentan.

Penyandang disabilitas dan lanjut usia menjadi salah satu kelompok yang mendapat perhatian melalui program perlindungan dan pemberdayaan masyarakat.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni menggandeng pihak swasta untuk menyediakan alat bantu mobilitas bagi warga yang membutuhkan.

Bantuan tersebut diharapkan dapat memudahkan penyandang disabilitas dan lansia dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Camat Lumbir Mikesti mengatakan, Lumbir sebagai Kecamatan Berdaya memiliki program unggulan yang salah satunya berfokus pada perlindungan serta pemberdayaan kelompok lanjut usia dan penyandang disabilitas.

Menurutnya, pemerintah kecamatan tidak dapat berjalan sendiri dalam memberikan pelayanan kepada kelompok rentan.

Karena itu, masyarakat dan pihak swasta didorong ikut mengambil peran dalam membantu memenuhi kebutuhan warga.

“Camat menggandeng pengusaha sukses Bapak Wendi dari Tangerang, Banten. Pelayanan yang diberikan antara lain pemberian tongkat, walker dan kursi roda secara gratis pada penyandang disabilitas dan lansia di Desa Besuki,” kata Mikesti, Jumat (6/8).

Melalui kolaborasi tersebut, sebanyak 50 unit alat bantu mobilitas disalurkan kepada warga penyandang disabilitas dan lanjut usia. Bantuan yang diberikan berupa tongkat, walker, hingga kursi roda.

Bantuan tersebut menjadi salah satu bentuk dukungan terhadap warga yang mengalami keterbatasan dalam bergerak.

Dengan adanya alat bantu, penerima diharapkan dapat menjalankan aktivitas harian dengan lebih mudah dan aman.

Program tersebut juga menjadi bagian dari upaya memperkuat pelayanan terhadap kelompok rentan di tingkat kecamatan.

Pemerintah Kecamatan Lumbir berupaya agar warga disabilitas dan lansia tidak hanya mendapatkan bantuan, tetapi juga memperoleh akses pelayanan dan pengayoman yang lebih baik.

Kolaborasi dengan pengusaha dinilai menjadi salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang dapat memberikan manfaat langsung.

Keterlibatan pihak swasta juga memperluas dukungan terhadap program pemerintah dalam menangani kebutuhan kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

Mikesti menjelaskan, kepedulian terhadap penyandang disabilitas dan lansia merupakan bagian dari upaya mewujudkan Kecamatan Berdaya.

Program tersebut mengedepankan keterlibatan berbagai unsur masyarakat dalam memberikan pelayanan kepada warga di wilayah kecamatan.

Program Kecamatan Berdaya sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat berbasis wilayah kecamatan di Jawa Tengah yang digagas Gubernur Ahmad Luthfi.

Melalui program tersebut, pemerintah mendorong setiap kecamatan mengembangkan berbagai potensi dan program sesuai kebutuhan masyarakat setempat.

Di Lumbir, perhatian terhadap kelompok rentan menjadi salah satu program yang terus diperkuat.

Penyediaan alat bantu mobilitas diharapkan dapat menjadi langkah nyata dalam meningkatkan kualitas pelayanan bagi warga disabilitas dan lansia.

Selain memberikan kemudahan dalam aktivitas sehari-hari, bantuan tersebut juga diharapkan dapat memperkuat pemenuhan hak warga penyandang disabilitas dan lanjut usia.

Akses terhadap fasilitas pendukung menjadi penting agar kelompok rentan tetap dapat menjalani kehidupan secara lebih mandiri.

Pemerintah Kecamatan Lumbir juga berharap kolaborasi dengan masyarakat dan pihak swasta dapat terus dikembangkan.

Dengan semakin banyak pihak yang terlibat, kebutuhan kelompok rentan diharapkan dapat ditangani secara lebih cepat dan tepat.

Bantuan 50 alat mobilitas tersebut disalurkan kepada warga di Desa Besuki.

Kehadiran tongkat, walker, dan kursi roda secara gratis diharapkan dapat mengurangi kendala mobilitas yang selama ini dirasakan penerima bantuan.

“Sehingga taraf hidup kelompok rentan menjadi lebih baik dengan adanya Kecamatan Berdaya Lumbir ini,” tandas Mikesti.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pelayanan kepada masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik, tetapi juga menyangkut pemenuhan kebutuhan warga yang memiliki keterbatasan.

Ke depan, penguatan layanan bagi penyandang disabilitas dan lansia diharapkan terus dilakukan melalui kerja sama antara pemerintah, masyarakat, dunia usaha, dan berbagai pihak lainnya.

Dengan kolaborasi tersebut, Kecamatan Berdaya Lumbir diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang lebih inklusif.

Kelompok rentan tidak hanya mendapatkan bantuan ketika membutuhkan, tetapi juga memperoleh akses pelayanan, perlindungan, dan kesempatan untuk menjalani kehidupan dengan lebih baik.

Penyaluran 50 alat bantu mobilitas untuk disabilitas dan lansia menjadi salah satu langkah konkret Kecamatan Lumbir dalam memperkuat pelayanan kepada kelompok rentan sekaligus mewujudkan program Kecamatan Berdaya yang lebih dekat dengan kebutuhan masyarakat. (fij/stch/dda)

Berita Sebelumnya
100 Hektare Sawah Terancam Puso

6 Kecamatan di Purbalingga Terdampak Kekeringan, 100 Hektare Padi Rusak