BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan kesadaran akan kesehatan masyarakat, Puskesmas Bukateja melaksanakan kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) pada Jumat, 24 April 2026.
Kegiatan ini diikuti oleh 32 relawan dari SPPG Kembangan 3 dan merupakan bagian dari skrining Penyakit Tidak Menular (PTM) yang dilakukan secara proaktif atau jemput bola.
Melalui inisiatif ini, pihak puskesmas berupaya mendeteksi dini potensi penyakit yang sering kali tidak disadari oleh masyarakat.
Delva Gusnita, Penanggung Jawab Program PTM di Puskesmas Bukateja, menjelaskan bahwa pemeriksaan kesehatan tersebut meliputi berbagai aspek penting.
“Pemeriksaan mencakup pengukuran tinggi dan berat badan, lingkar perut, tekanan darah, gula darah, serta skrining Tuberkulosis (TBC),” tuturnya.
Pengukuran komprehensif ini bertujuan untuk memberikan gambaran lengkap mengenai kondisi kesehatan para relawan.
Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa dari 32 relawan yang berpartisipasi, tiga orang terdeteksi memiliki tekanan darah tinggi dengan angka mencapai 140/90.
Selain itu, lima orang lainnya juga menunjukkan lingkar perut yang berlebih.
“Meski ditemukan adanya indikasi tekanan darah tinggi, secara umum kondisi kesehatan peserta lainnya dinilai baik,” ungkap Delva.
Ia juga menambahkan bahwa tidak ada kasus TBC yang ditemukan dan seluruh kadar gula darah berada dalam batas normal.
Kegiatan jemput bola ini sangat penting karena seringkali masyarakat tidak menyadari kondisi kesehatannya akibat tidak merasakan keluhan fisik yang berarti.
“Pemeriksaan rutin penting dilakukan untuk mendeteksi dini potensi penyakit tidak menular yang sering berkembang tanpa gejala,” tambah Delva.
Hal ini menunjukkan kesadaran Puskesmas Bukateja akan kebutuhan untuk mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan secara proaktif.
Salah satu hal menarik dari kegiatan ini adalah mayoritas relawan SPPG berusia relatif muda dan telah menjalani pemeriksaan kesehatan sebelum bergabung dalam program tersebut.
Dengan kata lain, temuan penyakit kronis pada kelompok relawan ini cenderung lebih sedikit dibandingkan dengan kelompok masyarakat lainnya.
“Selama ini jika di SPPG temuannya sedikit karena relawan sebelum masuk sudah cek kesehatan,” pungkas Delva.
Kegiatan seperti ini bukan hanya membantu individu dalam menjaga kesehatan mereka tetapi juga berkontribusi pada peningkatan kesadaran kesehatan di komunitas.
Relawan SPPG menjadi contoh nyata bagaimana langkah proaktif dapat membantu mendeteksi masalah kesehatan sebelum menjadi serius.
Kesadaran akan pentingnya pemeriksaan rutin dapat memicu perubahan positif dalam pola hidup masyarakat luas.
Dalam konteks lebih luas, pemeriksaan kesehatan gratis seperti yang dilakukan oleh Puskesmas Bukateja sangat relevan mengingat meningkatnya prevalensi Penyakit Tidak Menular seperti diabetes mellitus, hipertensi, serta penyakit jantung di Indonesia.
Menurut data dari Badan Kesehatan Dunia (WHO), PTM telah menjadi penyebab utama kematian di banyak negara berkembang, termasuk Indonesia.
Oleh karena itu, upaya skrining dan edukasi seperti ini perlu didorong agar lebih banyak orang menyadari pentingnya menjaga kesehatan mereka.
Delva mengungkapkan harapannya agar kegiatan serupa dapat terus berlangsung dan menjangkau lebih banyak masyarakat.
“Kita berharap kedepan lebih banyak masyarakat yang mau mengikuti pemeriksaan kesehatan gratis seperti ini,” ujarnya dengan penuh semangat.
Tidak hanya itu, partisipasi aktif dari pihak puskesmas dalam melaksanakan program-program kesehatan semacam ini juga menunjukkan komitmen mereka terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat setempat.
Di era di mana informasi mengenai kesehatan semakin mudah diakses, tindakan nyata seperti pemeriksaan kesehatan juga menjadi bagian integral dalam menciptakan masyarakat yang sadar akan keberlangsungan hidup sehat.
Dengan adanya kegiatan cek kesehatan gratis ini, Puskesmas Bukateja turut memberikan kontribusi positif dalam pembentukan generasi yang lebih sehat dan berdaya saing tinggi. (tya/stch/dda)
















