BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Pemerintah Kabupaten Purbalingga memberikan jaminan kepada warganya terkait ketersediaan blangko KTP elektronik (KTP-El).
Melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinpendukcapil), telah dipastikan bahwa stok blangko yang dimiliki saat ini mencukupi untuk memenuhi kebutuhan pencetakan hingga akhir Agustus 2025.
Hal ini merupakan kabar baik bagi masyarakat yang selama ini khawatir akan kekurangan blangko untuk pembuatan KTP-El baru.
Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kepala Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga, Muhammad Fathurrohman, dalam kesempatan kunjungannya ke DPRD Kabupaten Purbalingga pada Selasa, 5 Agustus 2025.
Dalam penjelasannya kepada awak media, Fathurrohman mengungkapkan bahwa pihaknya baru saja menerima tambahan 1.000 keping blangko KTP-El.
“Kami baru saja menerima tambahan 1.000 keping blangko KTP-El. Meski jumlahnya terbatas, itu cukup untuk kebutuhan sampai akhir bulan ini,” ujarnya dengan optimisme.
Sebelumnya, Kabupaten Purbalingga telah mendapatkan pasokan sebanyak 6.000 keping blangko dari pemerintah pusat.
Dengan adanya tambahan terbaru ini, stok yang ada saat ini dianggap cukup memadai untuk mengakomodasi pencetakan KTP-El bagi warga yang melakukan perekaman data kependudukan.
Fathurrohman menekankan pentingnya percepatan layanan administrasi kependudukan, khususnya perekaman KTP-El bagi penduduk usia 17 tahun.
Untuk mencapai tujuan tersebut, Dinpendukcapil berkomitmen melakukan berbagai upaya strategis guna mempercepat proses perekaman data.
Salah satu langkah yang diambil adalah dengan melakukan pendekatan jemput bola ke sekolah-sekolah menengah atas dan kejuruan di seluruh wilayah Purbalingga.
“Kami menyasar para pelajar yang sudah berusia 17 tahun agar bisa langsung punya KTP-El. Ini penting sebagai identitas resmi mereka,” jelas Fathurrohman lebih lanjut.
Program perekaman data secara mobile ini dirancang tidak hanya untuk mempermudah pelajar dalam mendapatkan identitas resmi tetapi juga untuk mengurangi antrean di kantor pelayanan Dinpendukcapil serta mempercepat cakupan administrasi penduduk secara keseluruhan. Dengan demikian, layanan publik bisa berjalan lebih efisien dan efektif.
Tidak hanya itu, Dinpendukcapil juga memastikan akan terus memantau ketersediaan blangko secara berkala untuk mengantisipasi kebutuhan mendatang. Jika stok mulai menipis, pihaknya siap mengajukan permohonan tambahan ke pemerintah provinsi atau pusat demi kelancaran pelayanan kepada masyarakat.
“Selama ini komunikasi dan koordinasi kami dengan provinsi cukup baik. Jika diperlukan, kami akan segera minta tambahan,” tutup Fathurrohman dengan keyakinan.
Dalam konteks pelayanan publik, keberadaan dokumen identitas seperti KTP-El sangatlah vital karena menyangkut berbagai aspek kehidupan warga seperti akses layanan kesehatan pendidikan hingga urusan perbankan dan ketenagakerjaan.
Oleh karena itu, upaya proaktif dari Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga dalam memastikan ketersediaan blangko dan pelayanan jemput bola layak mendapat apresiasi.
Selain itu kesigapan dalam berkomunikasi dengan pemerintah tingkat provinsi dan pusat menunjukkan adanya koordinasi yang baik demi kepentingan masyarakat luas.
Sehingga diharapkan seluruh masyarakat terutama generasi muda dapat lebih mudah mendapatkan hak dasar mereka berupa identitas resmi negara.
Program ini diharapkan dapat menjadi model bagi daerah lain dalam menyelenggarakan layanan administrasi kependudukan yang lebih responsif serta adaptif terhadap kebutuhan masyarakat masa kini.
Dengan demikian Dinpendukcapil Kabupaten Purbalingga menunjukkan kepedulian nyata terhadap kemudahan akses layanan bagi warganya terutama para pelajar yang baru memasuki usia dewasa awal mereka. (tya/stch)
















