Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Teh Bedana Siap Menjadi Produk Unggulan Banjarnegara dan Menembus Pasar Nasional

Pengolahan teh pemerintahan saat mengunjungi pengolahan teh umkm di kalibening. pujud radarmasPengolahan teh pemerintahan saat mengunjungi pengolahan teh umkm di kalibening. pujud radarmas
PENGOLAHAN TEH : Pemerintahan saat mengunjungi pengolahan teh UMKM di Kalibening.

BANYUMASEKSPRES.ID, BANJARNEGARA – Harapan akan kebangkitan teh Kalibening kembali menguat setelah Kelompok UMKM Bedana Maju di Desa Bedana, Kecamatan Kalibening, menerima bantuan mesin pengolahan teh dari Pemerintah Kabupaten Banjarnegara bersama Dompet Dhuafa dan Amgala Foundation.

Bantuan ini menjadi momentum penting dalam memulihkan produktivitas lahan teh seluas 45 hektare yang selama bertahun-tahun terbengkalai akibat rendahnya harga jual dan minimnya fasilitas pengolahan.

Sejak PT Pagilaran menghentikan produksinya pada 2018, industri teh rakyat di wilayah Bedana nyaris mati suri.

“Harga daun teh segar terlalu rendah, hanya sekitar Rp2.000 per kilogram. Sementara hasil olahan teh sangrai dijual lokal dengan harga tak lebih dari Rp30.000 per kilogram,” ungkap Sekretaris Desa Bedana, Dessy Kurniawati, Rabu (7/5). Akibatnya, banyak kebun tidak lagi dirawat, dan produktivitas menurun drastis.

Kini, dengan dukungan mesin baru, para petani dan pelaku UMKM di Bedana kembali memiliki harapan untuk mengembangkan teh lokal menjadi produk berkualitas tinggi yang dapat diterima pasar yang lebih luas.

Lokasi desa yang berada di tengah perbukitan, dikelilingi panorama alam persawahan dan kebun teh yang asri, menjadi nilai tambah dalam menciptakan citra teh khas pegunungan yang berkualitas premium.

“Kami akan manfaatkan bantuan ini untuk meningkatkan kualitas dan kemasan produk agar mampu bersaing dengan merek lain,” kata Dessy.

Ia optimistis teh Bedana memiliki potensi besar untuk menjadi produk unggulan daerah, bahkan berharap agar teh ini dapat menjadi minuman resmi di lingkungan perkantoran Pemerintah Kabupaten Banjarnegara.

“Dengan alat yang memadai, kami percaya teh Bedana bisa bersaing secara harga, tetapi juga menawarkan rasa premium yang khas dari pegunungan Dieng,” tambahnya.

Dalam acara serah terima bantuan, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Banjarnegara, Riatmojo Ponco Nugroho, menegaskan bahwa pemerintah serius membina sektor UMKM dan komoditas lokal yang bernilai ekonomi tinggi.

Ia menyebut, sinergi antara pemerintah, masyarakat, dan lembaga kemanusiaan menjadi kunci dalam membangkitkan usaha-usaha desa yang selama ini terkendala akses dan peralatan.

“Bantuan ini bentuk kolaborasi antara Pemkab Banjarnegara, Dompet Dhuafa, dan Amgala Foundation untuk mendukung kelompok usaha di Desa Bedana. Kami berharap alat ini benar-benar dimanfaatkan, ditempatkan di lokasi yang aman dan bersih, dan dijaga kualitas produksinya,” ujar Riatmojo.

Lebih jauh, ia menyampaikan harapan agar produk teh Bedana bisa menembus pasar nasional hingga internasional.

Dengan dukungan fasilitas pengolahan dan peningkatan kualitas produksi, teh Bedana berpeluang besar untuk menembus segmen pasar premium yang mengutamakan cita rasa, kualitas, dan cerita lokal dari pegunungan Dieng yang menjadi sumber daunnya.

Langkah ini dinilai sebagai bentuk konkret penguatan ekonomi berbasis potensi lokal dan pengembangan UMKM melalui produk teh khas yang kini tak lagi hanya dipasarkan secara terbatas, tetapi memiliki peluang besar menjadi ikon teh unggulan Banjarnegara yang dikenal luas di kancah nasional. (jud/*stch)

Berita Sebelumnya
Pemeriksaan para jemaah calhaj tengah mendapatkan pelayanan kesehatan.

Suhu Ekstrem di Madinah, Satu Calon Haji Asal Purbalingga Sempat Dirawat di Rumah Sakit

Berita Selanjutnya
Kelompok tani purbalingga masih terkendala akses csr, apbd dan apbn

Kelompok Tani Purbalingga Masih Terkendala Akses CSR, APBD dan APBN