BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Ketua DPC PDI Perjuangan Kebumen, Saeful Hadi, menyatakan dukungan penuh terhadap keputusan Mahkamah Konstitusi No.135/PUU-XXII/2024 mengenai pemisahan Pemilu Nasional dan Pemilu Daerah.
Menurutnya, sikap ini sejalan dengan arahan Ketua Umum Megawati Soekarno Putri dan konsisten dengan kebijakan DPP.
Sebagai bagian dari partai, penting untuk memastikan keselarasan pandangan dan tindakan dalam satu komando.
Meski demikian, dalam kapasitasnya sebagai Anggota DPRD Provinsi Jawa Tengah, Saeful Hadi menilai bahwa pemisahan pemilu memiliki sisi positif dan negatif.
“Plus minus. Namun ada kelebihan dan kekurangannya. Saya melihatnya seperti itu saja,” ujarnya pada Rabu (9/7), menyoroti bagaimana setiap keputusan membawa dampak yang perlu dipertimbangkan secara menyeluruh.
Saeful menjelaskan bahwa penggabungan pemilu selama ini telah menciptakan dinamika positif di mana terjadi saling dukung antara calon anggota DPR RI, DPRD Provinsi, dan DPRD Kabupaten.
“Ini selaras dengan asas gotong-royong. Saling bahu dan saling bantu. Jika dipisah tentunya akan sendiri-sendiri,” jelasnya.
Namun, ia juga mengakui bahwa dengan adanya pemisahan, masyarakat akan lebih terfokus saat memilih wakil rakyat mereka karena perhatian tidak terpecah pada berbagai kandidat sekaligus.
“Masyarakat dapat lebih fokus tentunya. Namun bagi calon perlu usaha lebih. Karena sendiri-sendiri,” tambah Saeful.
Dia menyarankan bahwa jika pemisahan dilakukan dengan membedakan antara pemilihan eksekutif dan legislatif, maka itu mungkin langkah yang tepat untuk diambil.
“Di mana pemilihan presiden, gubernur, dan bupati menjadi satu. Selain itu pemilihan DPR RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten menjadi satu,” katanya.
Pendapat Saeful Hadi ini mencerminkan pandangan realistis tentang tantangan yang dihadapi dalam proses demokrasi yang dinamis di Indonesia. Dalam konteks ini, penting untuk memahami bahwa setiap kebijakan memiliki implikasi yang luas.
Memisahkan pemilu nasional dan daerah dapat memberikan ruang bagi masyarakat untuk menilai kandidat secara lebih mendalam tanpa tekanan dari kampanye skala besar yang seringkali mendominasi berita utama selama masa pemilu gabungan.
Sistem gotong-royong yang selama ini diterapkan terbukti efektif dalam mendukung keberhasilan calon-calon dari partai politik besar seperti PDI Perjuangan.
Oleh karena itu, perubahan dalam sistem ini memerlukan adaptasi strategis agar tidak mengurangi semangat kerja sama yang sudah terbentuk.
Selain itu, perhatian publik terhadap peran legislatif sering kali kalah oleh sorotan pada eksekutif dalam konteks politik Indonesia saat ini.
Pemisahan dapat memberikan kesempatan bagi kandidat legislatif untuk lebih menonjolkan program mereka secara mandiri tanpa harus bersaing langsung dengan daya tarik kampanye presiden atau kepala daerah lainnya.
Meski demikian, Saeful menyadari bahwa tantangan terbesar bagi para calon adalah meningkatkan usaha kampanye agar tetap bisa menarik perhatian masyarakat ketika harus bersaing secara individu.
Konsistensi pandangan antara DPC PDI Perjuangan Kebumen dengan kebijakan pusat menunjukkan komitmen partai untuk mempertahankan kesatuan strategi politik nasional sambil tetap memperhatikan suara konstituen lokal mereka.
Dengan pernyataan tegas dari Saeful Hadi tersebut, partai berharap dapat terus bergerak maju menuju tujuan bersama meskipun harus beradaptasi dengan perubahan aturan main politik yang baru ditetapkan oleh Mahkamah Konstitusi.
Dalam menghadapi perubahan ini, PDI Perjuangan Kebumen tetap optimistis untuk mengoptimalkan setiap peluang demi mencapai hasil terbaik bagi masyarakat serta memperkuat posisi partai di kancah perpolitikan nasional maupun daerah. (mam/stch)
















