BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Tiga sekolah di Kabupaten Purbalingga meraih penghargaan dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia (Kemendikdasmen RI) atas kontribusinya dalam penguatan literasi dan kebahasaan.
Prestasi nasional ini diraih oleh SMAN 1 Bobotsari, SMPN 1 Purbalingga, dan SMPN 1 Padamara sebagai bagian dari program Apresiasi Giat UKBI Adaptif Merdeka.
Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan atas komitmen sekolah-sekolah tersebut dalam mendorong peningkatan kompetensi literasi kebahasaan siswa, khususnya dalam penguasaan bahasa Indonesia secara adaptif dan digital.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Kabupaten Purbalingga, Tri Gunawan Setyadi, menyampaikan apresiasinya terhadap pencapaian ini dan menyebutnya sebagai bukti bahwa sekolah-sekolah di daerah mampu bersaing di tingkat nasional.
“Kami bangga sekolah-sekolah di Purbalingga mendapat pengakuan nasional. Ini membuktikan bahwa pendidikan di daerah juga mampu bersaing dan menjadi contoh,” ujarnya.
Menurutnya, program UKBI Adaptif Merdeka adalah salah satu instrumen penting untuk mengukur kemampuan berbahasa siswa dengan pendekatan digital yang responsif terhadap perkembangan zaman.
Dalam hal ini, SMPN 1 Padamara bahkan menjadi penerima penghargaan untuk ketiga kalinya, yang mencerminkan konsistensi dan keberlanjutan komitmen sekolah tersebut dalam memperkuat budaya literasi kebahasaan.
Tri Gunawan juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Purbalingga siap memperkuat sinergi dengan semua pihak demi terwujudnya pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkarakter di seluruh wilayah kabupaten.
Keberhasilan ini diharapkan mampu menjadi inspirasi dan pemicu semangat bagi sekolah-sekolah lain untuk turut berinovasi dan mencetak prestasi serupa.
Kepala SMPN 1 Padamara, Titik Widajati, mengungkapkan bahwa keikutsertaan sekolahnya dalam program UKBI telah menjadi bagian dari budaya akademik yang terintegrasi dalam kurikulum.
“Penghargaan ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kemampuan literasi siswa,” ungkapnya.
Penghargaan tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Hafidz Muksin, yang mewakili Menteri Dikdasmen RI, Abdul Mu’ti, dalam upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang dipusatkan di SMAN 1 Bobotsari pada pekan lalu.
Selain penyerahan apresiasi, acara tersebut juga dirangkaikan dengan peresmian program nasional Tri Gatra Bangun Bahasa melalui penandatanganan prasasti di tiga sekolah penerima penghargaan.
Program Tri Gatra Bangun Bahasa ini mencakup tiga pilar utama yaitu Utamakan Bahasa Indonesia, Lestarikan Bahasa Daerah, dan Kuasai Bahasa Asing — sebuah langkah strategis membangun ekosistem pendidikan yang berpijak pada kebhinekaan bahasa dan berorientasi global.
Pencapaian ini tidak hanya menjadi kebanggaan lokal bagi Kabupaten Purbalingga, tetapi juga mencerminkan kemajuan pendidikan berbasis literasi yang menjawab tantangan masa depan, selaras dengan visi Kemendikbudristek dalam mewujudkan generasi pembelajar sepanjang hayat.
















