BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Sengkuyung Tahap II Tahun 2025 resmi dimulai di Kabupaten Purbalingga.
Salah satu fokus utama program ini adalah pembukaan jalan baru yang memiliki nilai strategis tinggi dalam mendukung konektivitas antar wilayah dan pengembangan ekonomi masyarakat desa.
Jalan sepanjang 975 meter dengan lebar enam meter tersebut akan menghubungkan Desa Ponjen di Kecamatan Karanganyar dengan Desa Krangean di Kecamatan Kertanegara.
Proyek pembangunan infrastruktur desa ini ditargetkan rampung dalam kurun waktu 30 hari ke depan, sejak dimulainya kegiatan pada Selasa, 6 Mei 2025.
Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Untung Iswahyudi, mengungkapkan bahwa keberadaan jalan baru ini akan memangkas jarak tempuh hingga 17 kilometer.
Menurutnya, pemangkasan jarak yang signifikan tersebut akan sangat berdampak positif bagi kelancaran transportasi hasil pertanian, kemudahan akses bagi pelajar menuju sekolah, serta mempercepat proses distribusi logistik dan kebutuhan pokok ke masyarakat.
Aksesibilitas yang lebih mudah ini diharapkan mampu menggerakkan roda perekonomian desa dan meningkatkan kesejahteraan warga secara merata.
Letkol Untung Iswahyudi menambahkan bahwa selain kegiatan fisik berupa pembangunan jalan, TMMD juga menyelenggarakan program nonfisik berupa penyuluhan yang meliputi edukasi bertani secara modern, pengembangan usaha mikro kecil menengah (UMKM), peningkatan kesadaran akan kesehatan masyarakat, serta penguatan wawasan kebangsaan.
Penyuluhan ini dirancang sebagai upaya pemberdayaan masyarakat desa agar lebih mandiri secara ekonomi dan mampu menghadapi tantangan global di era digital.
Desa Ponjen dipilih sebagai lokasi pelaksanaan kegiatan karena termasuk wilayah yang masih tergolong terpencil dan minim fasilitas umum.
Melalui intervensi pembangunan infrastruktur jalan desa ini, diharapkan dapat tercipta pemerataan pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.
Program TMMD Sengkuyung Tahap II ini mendapat dukungan anggaran sebesar Rp460 juta, yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Tengah sebesar Rp250 juta dan APBD Kabupaten Purbalingga sebesar Rp210 juta.
Tak hanya sebatas pembangunan jalan penghubung antar kecamatan, TMMD kali ini juga meliputi pembangunan berbagai fasilitas pendukung seperti plat beton, jalan rabat beton, talud, saluran drainase, hingga lima unit gorong-gorong.
Dalam aspek sosial, program ini juga mencakup renovasi dua unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) dengan dukungan dari PMI dan Baznas Purbalingga, masing-masing senilai Rp12 juta.
Sekretaris Daerah Purbalingga, Herni Sulasti, menegaskan bahwa kegiatan TMMD mencerminkan sinergi antara pemerintah daerah dan TNI dalam mewujudkan pembangunan infrastruktur pedesaan yang berkelanjutan.
Menurutnya, peningkatan kualitas infrastruktur tidak hanya menjadi sarana penghubung antarwilayah, tetapi juga menjadi fondasi dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta membangun kemandirian masyarakat.
“Harapannya kegiatan ini tidak hanya meningkatkan infrastruktur, tapi juga memberikan keterampilan bagi masyarakat agar lebih mandiri dalam usaha ekonomi dan menumbuhkan kesadaran kebangsaan,” tuturnya.
Melalui pembangunan jalan penghubung strategis ini, Kabupaten Purbalingga menegaskan komitmennya dalam meningkatkan akses ekonomi pedesaan, memajukan infrastruktur desa, dan memberdayakan masyarakat secara holistik. (tya/*stch)
















