Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Transaksi SPKLU Saat Lebaran 2026 Naik Drastis, Konsumsi Listrik Capai 7,16 Juta kWh

Penggunaan SPKLU Naik Empat Kali LipatPenggunaan SPKLU Naik Empat Kali Lipat
ISI DAYA: Proses pengisian daya mobil listrik di salah satu SPKLU

BANYUMASEKSPRES.ID, JAKARTA – PT PLN (Persero) mencatat lonjakan signifikan dalam penggunaan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) selama periode siaga Ramadan dan Idulfitri (RAFI) 1447 Hijriah.

Berdasarkan data yang diumumkan oleh perusahaan, penggunaan SPKLU meningkat hingga 4,14 kali lipat jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2025.

Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin mengadopsi kendaraan listrik, terutama saat momentum mudik Lebaran yang biasanya menjadi waktu berpindahnya banyak orang dari kota besar ke daerah asal mereka.

Secara rinci, frekuensi pengisian daya kendaraan listrik selama periode dari 12 hingga 31 Maret 2026 mencapai total 303.234 transaksi.

Angka ini jauh lebih tinggi dibandingkan dengan hanya 73.161 transaksi pada lebaran tahun lalu, yang mencerminkan perubahan pola konsumsi energi di tengah masyarakat modern yang semakin peduli terhadap lingkungan dan keberlanjutan.

Selain itu, konsumsi listrik selama periode tersebut tercatat mencapai 7,16 juta kilowatt hour (kWh), meningkat tajam dari sebelumnya yaitu 1,75 juta kWh pada tahun 2025.

Darmawan Prasodjo selaku Direktur Utama PLN menyampaikan bahwa peningkatan signifikan dalam penggunaan SPKLU ini menjadi indikator bahwa kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik kian meningkat.

“Lonjakan penggunaan SPKLU selama RAFI menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap kendaraan listrik,” ujarnya dalam keterangan resmi yang dirilis pada Kamis (2/4).

Ia juga menekankan pentingnya kesiapan infrastruktur dan layanan yang disediakan oleh PLN untuk mendukung pengguna kendaraan listrik, khususnya saat masa mudik.

PLN bersama mitra strategis telah menghadirkan sebanyak 4.769 unit SPKLU yang tersebar di 3.097 titik di seluruh Indonesia.

Dengan rata-rata jarak antar SPKLU sekitar 22 kilometer, hal ini memberikan kemudahan bagi pengguna kendaraan listrik untuk melakukan perjalanan jarak jauh dengan lebih percaya diri.

Khususnya di jalur mudik utama seperti Trans Sumatra, Jawa, dan Bali, PLN telah menyiapkan sebanyak 1.681 unit SPKLU di 994 titik.

Ini merupakan peningkatan sebesar 70 persen dibandingkan dengan penyediaan infrastruktur pada Idulfitri tahun sebelumnya.

Sebagai langkah antisipatif terhadap kebutuhan darurat para pemudik, PLN juga menyiagakan sebanyak 15 unit SPKLU Mobile yang diletakkan di titik-titik strategis seperti area keluar tol.

Dukungan ribuan personel siaga juga telah disiapkan untuk memastikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kesiapan ini menunjukkan komitmen PLN dalam memfasilitasi pertumbuhan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia.

Dengan semakin banyaknya pengguna kendaraan listrik dan lonjakan transaksi pengisian daya ini, terlihat bahwa masyarakat mulai beralih ke pilihan transportasi yang lebih ramah lingkungan dan berkelanjutan. (*/stch/dda)

Berita Sebelumnya
Makanan Rutan Diuji Lab

Labkesda Periksa Kualitas Makanan Warga Binaan Rutan Banyumas

Berita Selanjutnya
Lima Gunungan Warnai Kirab Budaya

Ribuan Warga Banjarnegara Meriahkan Kirab Budaya Lima Gunungan Hasil Bumi