BANYUMASEKSPRES.ID, PROBOLINGGO – Jembatan kaca yang terletak di kawasan wisata Gunung Bromo dipastikan akan segera beroperasi menjelang musim libur sekolah.
Kepastian ini ditandai dengan penandatanganan perjanjian sewa aset Barang Milik Negara (BMN) yang dilakukan antara Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS) dan CV Sinergi Permata Semesta, yang bertindak sebagai pengelola jembatan kaca tersebut.
Kepala BB TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, menjelaskan bahwa kerjasama pengelolaan ini berlaku selama lima tahun, dimulai dari 11 Juni 2026 hingga 10 Juni 2031.
Ia menekankan bahwa aset yang disewakan ini akan dimanfaatkan untuk meningkatkan aktivitas wisata alam serta pelayanan bagi para pengunjung.
“Seluruh aset yang disewakan akan dimanfaatkan untuk aktivitas wisata alam sebagai komitmen Balai Besar TNBTS dalam meningkatkan layanan kepada pengunjung,” ungkap Rudijanta dengan tegas.
Aset yang berada dalam pengelolaan mencakup area jembatan kaca itu sendiri, area shuttle, sarana pendukung, serta jembatan pejalan kaki berlantai kaca yang menawarkan pengalaman berbeda bagi para wisatawan.
Dalam penjelasannya, Rudijanta menyebut bahwa pemanfaatan aset ini merupakan tindak lanjut dari penyerahan jembatan kaca oleh Kementerian Pekerjaan Umum kepada Kementerian Kehutanan pada tahun 2025.
Dengan hadirnya jembatan kaca ini, diharapkan dapat memperkuat daya tarik wisata di Bromo sekaligus mendukung pengembangan kawasan pariwisata nasional dengan tetap memperhatikan prinsip-prinsip konservasi lingkungan.
Sementara itu, Direktur Utama CV Sinergi Permata Semesta, Achmad Ridho, menjelaskan bahwa pihaknya akan segera melakukan persiapan operasional dan perawatan fasilitas sebelum dibuka untuk wisatawan pada musim libur sekolah.
“Kami berkomitmen untuk segera mengoperasionalkan jembatan kaca Bromo,” kata Ridho dengan penuh semangat.
Ia juga menegaskan pentingnya pengelolaan jembatan mengacu pada standar operasional yang telah ditetapkan demi menjamin keamanan dan keselamatan pengunjung.
Lebih dari itu, Ridho memaparkan bahwa pihaknya berkomitmen untuk menjaga kelestarian kawasan konservasi serta melibatkan masyarakat lokal dan pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dalam pengembangan sektor pariwisata di sekitar lokasi wisata.
Hal ini dinilai krusial agar semua pihak dapat merasakan manfaat dari keberadaan jembatan kaca yang menjadi simbol baru bagi destinasi wisata Gunung Bromo.
Jembatan kaca yang berada di Seruni Point ini memiliki panjang sekitar 120 meter dan membentang di atas jurang dengan kedalaman mencapai 80 meter.
Dari titik tersebut, para wisatawan akan dimanjakan dengan panorama menakjubkan yang mencakup Gunung Bromo, Gunung Batok, Gunung Semeru, serta hamparan lautan pasir yang menjadi ikon utama kawasan wisata Bromo.
Keberadaan jembatan ini tidak hanya menawarkan keindahan alam tetapi juga memberikan pengalaman mendebarkan bagi setiap pengunjung yang ingin menikmati pemandangan spektakuler dari ketinggian.
Jembatan kaca ini dirancang sedemikian rupa sehingga tidak hanya fungsional tetapi juga estetis, menciptakan daya tarik tersendiri bagi pengunjung.
Dengan struktur transparan yang memungkinkan pemandangan tanpa batas ke arah jurang di bawahnya, para pengunjung dapat merasakan sensasi berjalan di udara sambil menikmati keindahan alam pegunungan dan lautan pasir yang terkenal. (*/stch/dda)














