Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Warga Banyumas Diharapkan Lebih Hati-Hati dengan Puncak Musim Hujan Januari

Musim Hujan Memuncak, Banyumas Diminta Siaga BencanaMusim Hujan Memuncak, Banyumas Diminta Siaga Bencana

BANYUMASEKSPRES.ID, Memasuki puncak musim hujan pada awal tahun 2026, masyarakat Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi bencana alam.

Curah hujan yang tinggi dalam beberapa pekan terakhir dinilai berpotensi memicu banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprakirakan bahwa puncak musim hujan akan berlangsung pada periode Januari hingga Februari.

Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan seluruh elemen masyarakat, terutama yang tinggal di kawasan rawan bencana hidrometeorologi.

Imbauan BPBD Banyumas Hadapi Puncak Musim Hujan

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyumas, Dwi Irawan Sukma, menegaskan pentingnya kewaspadaan masyarakat menghadapi risiko banjir dan longsor.

Ia menyebut, intensitas hujan yang meningkat dapat berdampak langsung terhadap kondisi lingkungan dan keselamatan warga.

BMKG Ingatkan Warga Banyumas Waspada Puncak Hujan Januari

Menurutnya, potensi bencana hidrometeorologi harus diantisipasi sejak dini agar dampak yang ditimbulkan dapat diminimalkan.

Masyarakat juga diminta untuk selalu memantau kondisi sekitar, khususnya saat hujan deras berlangsung dalam durasi yang lama.

Banjir dapat memberikan dampak yang cukup menghambat bagi mobilitas manusia seperti perjalanan KAI Daop 5 Purwokerto sempat terganggu akibat banjir.

Faktor Penyebab Banjir di Banyumas

BPBD Banyumas menjelaskan bahwa potensi banjir tidak hanya disebabkan oleh tingginya curah hujan.

Beberapa faktor lain turut memengaruhi, seperti kondisi daerah aliran sungai (DAS), sistem drainase yang kurang optimal, serta aktivitas manusia di wilayah rawan genangan.

Perubahan tata guna lahan dan penumpukan sampah di saluran air juga menjadi faktor yang dapat memperparah risiko banjir, terutama di kawasan permukiman padat.

Daftar Wilayah Rawan Banjir di Kabupaten Banyumas

Berdasarkan pemetaan BPBD, sejumlah kecamatan di Banyumas masuk dalam kategori rawan banjir dengan tingkat risiko yang berbeda-beda.

Wilayah dengan Potensi Banjir Menengah

Daerah yang tercatat memiliki potensi banjir kategori menengah meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Cilongok, Gumelar, dan Jatilawang.

Kemudian, ada di Kalibagor, Kebasen, Kemranjen, Lumbir, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Selatan, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumpiuh, Tambak, serta Wangon.

Wilayah-wilayah tersebut umumnya berada di sekitar aliran sungai atau kawasan dengan sistem drainase yang rentan mengalami luapan air saat hujan deras.

Wilayah dengan Potensi Banjir Tinggi

Sementara itu, wilayah dengan potensi banjir tinggi meliputi Kecamatan Ajibarang, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Kedungbanteng, serta Kembaran.

Lalu, Patikraja, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Selatan, Purwokerto Timur, Purwokerto Utara, Sokaraja, serta Wangon.

BPBD menilai wilayah ini perlu mendapatkan perhatian khusus karena risiko genangan dan luapan air dapat terjadi lebih cepat saat intensitas hujan meningkat.

Hampir Seluruh Wilayah Banyumas Rawan Longsor

Selain banjir, ancaman tanah longsor juga menjadi perhatian serius selama puncak musim hujan. BPBD Banyumas menyebut bahwa hampir seluruh kecamatan di wilayah tersebut memiliki potensi pergerakan tanah.

Kecamatan dengan Risiko Longsor Menengah hingga Tinggi

Berdasarkan data BPBD, daerah rawan longsor meliputi Kecamatan Ajibarang, Banyumas, Baturraden, Cilongok, Gumelar, Jatilawang, Kalibagor, Karanglewas, Kebasen, Kedungbanteng, Kemranjen, serta Lumbir.

Selanjutnya, ada di Patikraja, Pekuncen, Purwojati, Purwokerto Barat, Purwokerto Timur, Purwokerto Selatan, Purwokerto Utara, Rawalo, Sokaraja, Somagede, Sumbang, Sumpiuh, Tambak, dan Wangon.

Wilayah tersebut masuk dalam zona risiko menengah hingga tinggi, terutama daerah perbukitan dan lereng dengan struktur tanah yang mudah bergerak saat jenuh air.

Untuk mengantisipasi dampak bencana, BPBD Banyumas telah menginstruksikan seluruh jajaran, relawan kebencanaan, serta pemerintah kecamatan agar meningkatkan kesiapsiagaan.

Koordinasi lintas sektor terus dilakukan untuk memastikan respons cepat apabila terjadi kondisi darurat.

BPBD juga mengimbau masyarakat agar segera melaporkan kejadian bencana atau potensi bahaya yang muncul di lingkungan sekitar.

Dalam situasi darurat, warga dapat menghubungi Call Center BPBD Banyumas yang siaga 24 jam melalui nomor 0815 4880 8886.

Dengan kewaspadaan bersama dan kesiapan yang matang, diharapkan risiko serta dampak banjir dan longsor selama puncak musim hujan dapat ditekan seminimal mungkin.(*/nds)

Berita Sebelumnya
Jelang Ramadhan, Pasar Banyumas Catat Penurunan Harga Pangan

Jelang Ramadhan Harga Cabe dan Telur Alami Penurunan di Banyumas

Berita Selanjutnya
Spesifikasi Infinix Note Edge, Pesaing Baru di Pasar Smartphone

Resmi Rilis HP Infinix Note Edge Berikan Chip Dimensity 7100