BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Warga Desa Pekutan, Kecamatan Mirit, dihebohkan dengan penemuan seorang pria yang meninggal dunia di area persawahan pada Rabu (10/12).
Kapolres Kebumen, AKBP Eka Baasith Syamsuri, melalui Wakapolres Kompol Faris Budiman membenarkan kejadian tersebut.
Pria yang ditemukan adalah Muklasin (80), warga Desa Mangunranan, Kecamatan Mirit.
“Korban ditemukan tergeletak di lahan persawahan, mengenakan baju koko coklat dan celana pendek hitam. Di samping tubuhnya terdapat kantong plastik putih berisi peci dan sarung. Petugas juga menemukan uang sebesar Rp 50 ribu di saku celana korban,” ungkap Kompol Faris Budiman kepada awak media.
Penyelidikan awal dilakukan secara menyeluruh oleh tim Inafis Polres Kebumen.
Dari pemeriksaan tersebut, tidak ditemukan indikasi adanya jeratan, keracunan, atau luka akibat benda tumpul maupun tajam pada tubuh korban.
Secara fisik, tubuh Muklasin belum menunjukkan tanda-tanda rigor mortis atau kaku mayat yang biasanya muncul beberapa jam setelah kematian.
Selain itu, hasil pemeriksaan medis dari Puskesmas Mirit juga menyimpulkan bahwa Muklasin meninggal kurang dari empat jam sebelum ditemukan.
“Penyebab kematiannya murni karena kondisi kesehatan,” jelas Faris lebih lanjut.
Insiden ini menimbulkan berbagai spekulasi di kalangan masyarakat setempat yang merasa kehilangan salah satu anggota komunitas mereka. Muklasin dikenal sebagai sosok yang ramah dan sering berinteraksi dengan warga sekitar.
Meski umurnya sudah lanjut, ia masih aktif berkegiatan sehari-hari di desanya.
Kondisi kesehatan Muklasin yang disebut sebagai penyebab utama kematian menjadi perhatian khusus bagi para lansia di Desa Pekutan dan sekitarnya.
Banyak pihak berharap agar fasilitas kesehatan setempat dapat memberikan pelayanan lebih baik untuk mengantisipasi kejadian serupa di masa depan.
Kehidupan sebagai petani yang menjadi bagian sehari-hari Muklasin juga menggambarkan kerasnya perjuangan hidup warga desa dalam memenuhi kebutuhan dasar mereka.
Kondisi cuaca yang tidak menentu ditambah dengan beban kerja fisik sering kali menjadi tantangan berat bagi petani lansia.
Masyarakat setempat berharap dengan adanya kejadian ini bisa menjadi perhatian bagi pihak terkait untuk memberikan perhatian lebih pada aspek kesehatan masyarakat pedesaan khususnya bagi mereka yang berusia lanjut.
Penemuan jasad Muklasin ini juga memicu diskusi mengenai pentingnya layanan kesehatan preventif bagi penduduk desa terutama bagi kelompok usia lanjut yang rentan terhadap berbagai masalah kesehatan.
Diharapkan puskesmas setempat dapat meningkatkan program penyuluhan kesehatan serta pemeriksaan rutin agar kasus serupa bisa dicegah.
Di sisi lain, keluarga besar Muklasin telah menerima kejadian ini dengan lapang dada meskipun kesedihan masih menyelimuti suasana duka mereka.
“Kami menyerahkan semua kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berharap beliau diterima di sisi-Nya,” ujar salah satu anggota keluarga saat ditemui Banyumas Ekspres.
Kepergian Muklasin meninggalkan duka mendalam tidak hanya bagi keluarganya tetapi juga seluruh warga desa yang mengenalnya sebagai sosok penuh semangat dan kebaikan hati.
Warga Desa Pekutan memberikan penghormatan terakhir dengan penuh rasa hormat dalam prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat.
Dengan adanya insiden ini, harapan masyarakat agar pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat memperhatikan kesejahteraan dan kesehatan para lansia semakin kuat disuarakan. (cah/dda)
















