BANYUMASEKSPRES.ID, MADRID – Lewis Hamilton mendapat sorotan setelah tetap mengemudikan mobil Ferrari yang mengalami kerusakan serius dalam sesi latihan bebas ketiga atau Free Practice 3 (FP3)
Formula 1 Grand Prix Spanyol 2026. Keputusan pembalap Ferrari tersebut dinilai berisiko karena kondisi mobil berpotensi membahayakan dirinya, pembalap lain, maupun petugas lintasan.
Insiden terjadi ketika Hamilton tengah berusaha mencatatkan waktu terbaik di Sirkuit Madring, Madrid.
Pembalap asal Inggris itu mengalami kecelakaan di tikungan terakhir dan menghantam pembatas lintasan.
Benturan tersebut membuat sayap depan Ferrari SF-26 terlepas dan tersangkut di bagian bawah mobil.
Hamilton kemudian berusaha menggerakkan kembali mobilnya untuk menuju pit.
Namun, kondisi Ferrari semakin bermasalah karena sayap depan yang rusak berada di bawah mobil dan ban depan kanan mengalami kebocoran.
Situasi tersebut membuat perjalanan Hamilton menuju pit dinilai tidak aman. Ferrari melalui radio tim beberapa kali meminta pembalap berusia 41 tahun itu untuk menghentikan mobil di tempat yang aman.
Hamilton tetap berusaha melanjutkan perjalanan sebelum akhirnya menghentikan mobil setelah mendapat permintaan resmi dari Direktur Balapan Formula 1, Rui Marques.
Keputusan Hamilton untuk tetap membawa Ferrari yang mengalami kerusakan menjadi perhatian dalam sesi FP3.
Selain sayap depan yang berada di bawah mobil, ban depan kanan Ferrari juga mengalami kebocoran.
Kondisi tersebut membuat mobil tidak berada dalam keadaan normal untuk kembali ke pit.
Hamilton bahkan disebut sempat mengabaikan beberapa instruksi dari pit wall Ferrari yang memintanya untuk berhenti.
Ia tetap mencoba mengemudikan mobil karena berusaha membawa Ferrari kembali ke area pit.
Tindakan tersebut kemudian menuai kritik dari mantan pembalap Formula 1 sekaligus analis Sky Sports F1, Anthony Davidson.
Ia menilai keputusan Hamilton dapat memberikan contoh yang kurang baik bagi pembalap muda.
Sorotan tersebut bukan semata-mata mengenai kerusakan mobil Ferrari, tetapi juga berkaitan dengan aspek keselamatan dalam kompetisi Formula 1.
Ketika sebuah mobil mengalami kerusakan signifikan setelah kecelakaan, upaya untuk terus mengemudikannya dapat menimbulkan risiko tambahan di lintasan.
Dalam kasus Hamilton, sayap depan yang tersangkut di bawah mobil dan ban depan kanan yang bocor membuat kondisi Ferrari semakin sulit dikendalikan.
Kecelakaan Hamilton juga berdampak langsung terhadap jalannya FP3 GP Spanyol 2026.
Benturan di tikungan terakhir menyebabkan sesi dihentikan sementara dengan bendera merah.
Petugas lintasan membutuhkan waktu untuk melakukan penanganan terhadap kondisi lintasan dan pembatas yang terdampak kecelakaan.
Setelah proses perbaikan selesai, sesi kembali dilanjutkan dengan waktu yang tersisa sekitar 15 menit.
FP3 pada akhirnya mengalami gangguan cukup panjang. Formula 1 mencatat sesi tersebut terganggu oleh dua bendera merah, dengan kecelakaan Hamilton menjadi salah satu insiden utama sebelum Oliver Bearman juga mengalami kecelakaan pada menit-menit akhir.
Hamilton sendiri hanya mencatatkan lima lap dan menempati posisi kesembilan dalam hasil akhir FP3.
Catatan waktunya terpaut 1,487 detik dari Kimi Antonelli yang menjadi pembalap tercepat.
Di tengah insiden yang melibatkan Hamilton, pembalap Mercedes Andrea Kimi Antonelli justru berhasil mencatatkan waktu tercepat dalam latihan bebas ketiga.
Antonelli membukukan waktu 1 menit 32,797 detik. Pembalap Mercedes tersebut unggul 0,166 detik atas Charles Leclerc dari Ferrari yang berada di posisi kedua.
Oscar Piastri dan Lando Norris menempati posisi ketiga dan keempat. Sementara itu, Max Verstappen berada di posisi kelima.
George Russell berada di urutan keenam, disusul Liam Lawson, Nico Hulkenberg, Hamilton, dan Gabriel Bortoleto yang melengkapi 10 besar.
Hasil tersebut memperlihatkan bahwa Antonelli kembali menunjukkan kecepatan kuat di Sirkuit Madring. Sebelumnya, pembalap muda Mercedes itu juga menjadi yang tercepat dalam FP2.
Setelah insiden tersebut, Hamilton berpotensi mendapat perhatian dari steward Formula 1 terkait cara dirinya mengemudikan mobil yang mengalami kerusakan.
Crash.net melaporkan Hamilton berpotensi diperiksa karena tetap mengendarai Ferrari dalam kondisi yang dinilai tidak aman.
Persoalan utamanya adalah apakah tindakannya dianggap melanggar ketentuan keselamatan setelah menerima instruksi untuk menghentikan mobil.
Namun, kemungkinan adanya penyelidikan atau sanksi harus dibedakan dari keputusan resmi steward.
Tidak setiap tindakan yang dinilai berisiko secara otomatis berujung pada hukuman.
Dalam situasi seperti ini, steward akan mempertimbangkan fakta dan kondisi yang terjadi di lintasan sebelum mengambil keputusan.
Termasuk di antaranya kondisi mobil, komunikasi radio antara pembalap dan tim, serta instruksi dari pengawas balapan.
Sorotan terhadap Hamilton juga muncul karena Formula 1 memiliki standar keselamatan yang sangat ketat.
Pembalap tidak hanya dituntut untuk mempertimbangkan keselamatan dirinya sendiri, tetapi juga harus memperhatikan pembalap lain dan petugas yang bekerja di sekitar lintasan.
Meski kecelakaan membuat waktu latihan Hamilton terbatas, insiden tersebut tidak menghalanginya untuk tampil dalam sesi kualifikasi GP Spanyol.
Setelah mobil Ferrari diperbaiki, Hamilton mampu menunjukkan kecepatan kompetitif.
Ia bahkan sempat berada di posisi terdepan pada fase awal Q3 sebelum akhirnya mengakhiri kualifikasi di posisi keempat.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kerusakan akibat insiden FP3 tidak sepenuhnya menghilangkan peluang Hamilton untuk bersaing di barisan depan.
Namun, insiden tersebut tetap menjadi catatan penting bagi Ferrari dan Hamilton.
Selain kehilangan waktu latihan, kecelakaan juga membuat tim harus bekerja cepat untuk memastikan mobil kembali dalam kondisi layak digunakan.
Peristiwa di FP3 sekaligus menjadi pengingat bahwa dalam Formula 1, kecepatan bukan satu-satunya faktor yang menentukan.
Keputusan pembalap ketika menghadapi masalah teknis di lintasan juga menjadi bagian penting dari keselamatan balapan.
Bagi Hamilton, insiden tersebut menjadi salah satu momen paling disorot dalam rangkaian GP Spanyol 2026.
Keinginannya untuk membawa Ferrari kembali ke pit setelah kecelakaan justru menimbulkan perdebatan mengenai batas antara upaya menyelesaikan sesi dan kewajiban untuk menghentikan mobil yang sudah mengalami kerusakan.
Pada akhirnya, keputusan untuk menghentikan Ferrari setelah mendapat instruksi resmi dari race director mengakhiri perjalanan Hamilton di FP3.
Sesi kemudian dilanjutkan dan Kimi Antonelli keluar sebagai pembalap tercepat.
Insiden tersebut juga menunjukkan pentingnya kepatuhan terhadap instruksi keselamatan dalam Formula 1, terutama ketika kondisi mobil sudah mengalami kerusakan yang dapat memengaruhi keamanan di lintasan. (*/stch/dda)














