Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Wisata Umbul Pelem di Klaten Untung Besar Sampai Miliaran

Wisata Umbul Pelem Klaten Catat Omzet Miliaran RupiahWisata Umbul Pelem Klaten Catat Omzet Miliaran Rupiah

BANYUMASEKSPRES.ID, Menjelang Hari Raya Idulfitri, berbagai daerah di Indonesia memiliki cara unik untuk berbagi kebahagiaan kepada warganya.

Salah satu contoh menarik datang dari sebuah desa di Jawa Tengah yang mampu memberikan tunjangan hari raya kepada seluruh penduduknya.

Desa tersebut adalah Desa Wunut yang berada di wilayah Kabupaten Klaten.

Pada tahun 2026, pemerintah desa setempat kembali menyalurkan THR untuk seluruh warga dengan nominal yang lebih besar dibandingkan tahun sebelumnya.

Kebijakan ini menjadi perhatian banyak pihak karena jarang ada desa yang mampu memberikan bantuan tunai kepada seluruh penduduknya.

Peningkatan nominal THR tersebut tidak lepas dari keberhasilan desa dalam mengelola potensi wisata yang ada.

Sumber utama pendapatan desa berasal dari pengelolaan objek wisata populer bernama Umbul Pelem yang kini menjadi salah satu destinasi favorit wisatawan.

Umbul Pelem Klaten Raup Untung Miliaran dari Wisata Ramadhan

THR Warga Desa Wunut Naik Jadi Rp250.000 per Jiwa

Pada tahun 2026, Pemerintah Desa Wunut resmi menaikkan jumlah THR yang diberikan kepada masyarakat.

Jika pada tahun sebelumnya setiap warga menerima Rp200.000, kini nominalnya meningkat menjadi Rp250.000 untuk setiap jiwa.

Kepala Desa Wunut, Iwan Sulistiya Setiawan, menjelaskan bahwa kenaikan ini merupakan bentuk apresiasi kepada masyarakat sekaligus hasil dari peningkatan pendapatan desa.

Program pembagian THR ini dilakukan berdasarkan jumlah penduduk dalam setiap keluarga. Artinya, semakin banyak anggota keluarga yang terdaftar dalam satu rumah, semakin besar pula jumlah uang yang diterima.

Untuk tahun 2026, pemerintah desa mengalokasikan dana sekitar Rp585.250.000 untuk program ini. Anggaran tersebut disalurkan kepada 2.341 warga yang terdaftar sebagai penerima manfaat.

Kebijakan ini tidak hanya memberikan kebahagiaan bagi masyarakat menjelang Lebaran, tetapi juga menjadi contoh bagaimana pengelolaan ekonomi desa dapat memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan warga.

Selain itu, terdapat tiket Kereta Wisata Ambarawa tahun 2026 bisa segera cek jadwal dalam destinasi wisata selama libur lebaran.

Beberapa Keluarga Menerima Lebih dari Rp1 Juta

Karena sistem pembagian dilakukan berdasarkan jumlah individu, setiap keluarga menerima nominal yang berbeda-beda.

Hal ini membuat beberapa rumah tangga mendapatkan bantuan dalam jumlah yang cukup besar.

Salah satu warga Desa Wunut bernama Hesti Mulyani mengaku sangat bersyukur dengan bantuan yang diterimanya.

Ia mendapatkan total Rp1.250.000 karena dalam satu rumah terdapat lima anggota keluarga yang terdaftar. Menurutnya, dana tersebut sangat membantu untuk memenuhi kebutuhan menjelang Lebaran.

Ia berencana menggunakan uang tersebut untuk membeli pakaian baru bagi anak-anaknya serta memenuhi kebutuhan rumah tangga.

Bagi sebagian warga, bantuan tunai seperti ini sangat berarti karena dapat meringankan beban pengeluaran saat bulan Ramadan.

Terlebih lagi, kebutuhan keluarga biasanya meningkat menjelang perayaan Idulfitri.

Selain digunakan untuk membeli pakaian baru, sebagian masyarakat juga memanfaatkan uang tersebut untuk membeli bahan makanan atau kebutuhan lain untuk menyambut hari raya.

Umbul Pelem Jadi Sumber Pendapatan Utama Desa

Keberhasilan Desa Wunut memberikan THR kepada warganya tidak terlepas dari meningkatnya pendapatan desa yang berasal dari sektor pariwisata.

Objek wisata Umbul Pelem menjadi penyumbang terbesar bagi kas desa dalam beberapa tahun terakhir. Umbul Pelem merupakan destinasi wisata air alami yang cukup populer di kawasan Klaten.

Tempat ini menawarkan kolam mata air yang jernih serta suasana alam yang asri sehingga menarik banyak pengunjung dari berbagai daerah.

Pada tahun 2025, pendapatan dari pengelolaan wisata Umbul Pelem tercatat mencapai Rp5,1 miliar. Angka ini mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp4,7 miliar.

Dengan demikian, terdapat kenaikan sekitar Rp400 juta dalam satu tahun. Peningkatan tersebut menjadi salah satu alasan utama pemerintah desa mampu menambah nominal THR bagi warganya.

Keberhasilan ini menunjukkan bahwa pengelolaan potensi wisata lokal dapat memberikan manfaat ekonomi yang signifikan bagi masyarakat desa.

Pengelolaan Desa Mandiri untuk Kesejahteraan Warga

Menurut Kepala Desa Wunut, peningkatan kesejahteraan masyarakat merupakan hasil dari kerja sama antara pemerintah desa dan warga dalam mengelola potensi yang dimiliki.

Ia menekankan bahwa keberhasilan ini bukan hanya berasal dari pemerintah desa, tetapi juga dari partisipasi masyarakat yang turut menjaga dan mengembangkan destinasi wisata tersebut.

Pemerintah desa juga terus berupaya meningkatkan kualitas fasilitas wisata agar jumlah pengunjung semakin bertambah setiap tahun.

Dengan meningkatnya kunjungan wisatawan, pendapatan desa diharapkan terus berkembang.

Iwan juga mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga kelestarian lingkungan serta merawat fasilitas yang ada di kawasan wisata.

Hal ini penting agar manfaat ekonomi dari sektor pariwisata dapat dinikmati secara berkelanjutan.

Kisah Desa Wunut menjadi contoh menarik tentang bagaimana desa dapat mandiri secara ekonomi melalui pengelolaan potensi lokal.

Dengan strategi yang tepat, sektor pariwisata tidak hanya meningkatkan pendapatan desa tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan masyarakat.(*/nds)

Berita Sebelumnya
Korlantas Rilis Jadwal Rekayasa Lalu Lintas Mudik Lebaran

Inilah Jadwal Lalu Lintas One Way, Contraflow, dan Ganjil-Genap Selama Mudik Lebaran 2026

Berita Selanjutnya
Beasiswa PPTI BCA 2026 Dibuka untuk Lulusan SMASMK

Simak Beasiswa PPTI BCA 2026 Bagi Lulusan SMA/SMK