Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

1.369 Atlet Meriahkan Kejuaraan Tarkam Kemenpora 2025 di Purbalingga

1.369 Atlet Ikuti Kejuaraan Tarkam1.369 Atlet Ikuti Kejuaraan Tarkam
CALON ATLET: Peserta Kejuaraan Tarkam Tahun 2025 Kabupaten Purbalingga saat melakukan defile saat pembukaan di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Jumat (7/11)

BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Kabupaten Purbalingga kembali menjadi tuan rumah ajang bergengsi Kejuaraan Antar Kampung (Tarkam) yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) RI pada tahun 2025.

Acara ini resmi dibuka oleh Wakil Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani, di GOR Indoor Sasana Krida Perwira, Jumat (7/11).

Ini merupakan kali kedua dalam dua tahun terakhir Purbalingga dipercaya untuk menggelar kejuaraan ini, sebuah kehormatan yang tidak hanya membanggakan tetapi juga menunjukkan kapasitas kabupaten ini dalam menyelenggarakan acara berskala nasional.

Kejuaraan Tarkam 2025 dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai dari 7 hingga 9 November.

Empat cabang olahraga dipertandingkan dalam event ini antara lain senam sehat bugar, gerak jalan, tenis meja, dan Fun Run 5K.

“Tarkam bukan sekadar ajang kompetisi olahraga semata,” ujar Wakil Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani.

“Ini adalah wadah mempererat kebersamaan antarwarga serta ruang pembinaan atlet dari tingkat desa.”

Ia menambahkan bahwa kejuaraan ini diharapkan dapat menjadi media untuk menemukan bibit-bibit atlet potensial dari desa dan kelurahan.

Selain itu, kehadiran kejuaraan ini memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk lebih aktif berolahraga sebagai bagian dari gaya hidup sehat.

Dwijayanto Saroso Putera, perwakilan dari Kemenpora RI, menuturkan bahwa Kejuaraan Tarkam memiliki tiga tujuan utama.

Pertama, mendorong masyarakat agar lebih aktif berolahraga dan menjadikannya bagian dari kehidupan sehari-hari yang sehat.

Kedua, menyediakan panggung bagi talenta olahraga lokal sehingga muncul bibit-bibit atlet muda yang potensial.

Ketiga, kegiatan ini juga diharapkan dapat menjadi penggerak ekonomi kerakyatan dengan memanfaatkan aktivitas masyarakat yang berkembang di sekitar ajang olahraga tersebut.

Ketua KONI Kabupaten Purbalingga R Budi Setiawan mengungkapkan bahwa seluruh rangkaian Kejuaraan Tarkam diikuti oleh 1.369 peserta yang berasal dari berbagai desa dan puskesmas se-Kabupaten Purbalingga.

Rinciannya meliputi senam dengan 26 peserta, gerak jalan dengan 418 peserta, tenis meja dengan 132 peserta, dan Fun Run 5K dengan partisipasi terbanyak yaitu 693 peserta.

Senam SKJ dan Sehat Bugar dilaksanakan di GOR Mahesa Jenar pada hari pertama (7/11).

Kemudian dilanjutkan dengan pertandingan tenis meja yang digelar di GOR Sasana Krida Perwira pada hari kedua (8/11), serta gerak jalan di GOR Goentoer Darjono pada hari yang sama.

Sementara itu, acara puncak Atletik Fun Run 5K dimulai dari titik start di depan Mahesa Jenar Purbalingga pada tanggal 9 November 2025.

Dengan jumlah peserta yang mencapai ribuan ini menggambarkan antusiasme masyarakat Purbalingga dalam menyambut dan berpartisipasi dalam ajang tahunan tersebut.

“Keikutsertaan ribuan peserta mencerminkan semangat olahraga yang tinggi di kalangan masyarakat kita,” ungkap Budi Setiawan.

Keberhasilan pelaksanaan kejuaraan ini juga tak lepas dari dukungan berbagai pihak mulai dari pemerintah daerah hingga komunitas lokal yang turut andil dalam menyukseskan acara ini.

Selain sebagai ajang olahraga Tarkam juga memberikan dampak positif lain yaitu memperkuat jaringan sosial antarwarga dan meningkatkan perekonomian lokal.

Aktivitas ekonomi mikro seperti pedagang kaki lima serta pengusaha kecil lainnya mendapat keuntungan dari adanya peningkatan kunjungan selama kejuaraan berlangsung.

Momentum seperti Kejuaraan Tarkam ini sangat penting bagi daerah seperti Purbalingga karena selain meningkatkan promosi pariwisata lokal juga mendorong peningkatan kualitas hidup warga melalui aktivitas fisik yang teratur dan sehat. (tya/dda)

Berita Sebelumnya
Tablet Rademi Pad 2 Pro Hadir Simak Spesifikasinya

Redmi Pad 2 Pro Hadir, Guncangkan Spesifikasi Lebih Canggih

Berita Selanjutnya
Cashless Anxiety dan Cara Mengatasinya

Mengenal Cashles Anxiety, Dampak dari Kemudahan Bertransaksi Digital Untuk Gen Z