Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Yayasan Bina Cinta Keluarga Kebumen Diharap Dapat Tekan Angka Perceraian

Bina Cinta Keluarga Diharap Tekan PerceraianBina Cinta Keluarga Diharap Tekan Perceraian
LAUNCHING: Peresmian Yayasan Bina Cinta Keluarga di Desa Kalipurwo, Kecamatan Kuwarasan, Kebumen

BANYUMASEKSPRES.ID, KEBUMEN – Meningkatnya persoalan keluarga, pola asuh anak, hingga tingginya angka perceraian mendorong tokoh pendidikan Kabupaten Kebumen, Prof. Dr. Azam Syukur R., S.H.I., M.Si., M.A., M.Psi., mendirikan Yayasan Bina Cinta Keluarga.

Kehadiran yayasan tersebut diharapkan menjadi solusi untuk memperkuat ketahanan keluarga melalui pendidikan, pendampingan, serta penguatan nilai-nilai moral dan keagamaan.

Peresmian Yayasan Bina Cinta Keluarga digelar di Jalan Puring–Gombong Kilometer 9 Purwogondo, Desa Kalipurwo, Kecamatan Kuwarasan, Kabupaten Kebumen.

Peluncuran yayasan menjadi langkah nyata dalam menjawab berbagai tantangan sosial yang saat ini banyak berawal dari lemahnya fondasi keluarga.

Founder Yayasan Bina Cinta Keluarga, Prof. Azam Syukur, menjelaskan bahwa pendirian yayasan berangkat dari keprihatinannya terhadap meningkatnya krisis moral, sosial, dan psikologis di masyarakat.

Menurutnya, berbagai persoalan tersebut tidak bisa dilepaskan dari kualitas pengasuhan anak dan pendidikan dalam lingkungan keluarga.

Ia menilai keluarga merupakan sekolah pertama bagi setiap anak.

Karena itu, ketika keluarga mampu menjalankan fungsi pendidikan dan pengasuhan dengan baik, anak-anak juga akan tumbuh menjadi pribadi yang sehat secara emosional, moral, dan spiritual.

“Perlu diketahui ada hubungan yang kuat antara anak dengan keluarga. Kalau keluarganya sehat, maka insyaallah anak juga sehat,” ujarnya.

Yayasan Bina Cinta Keluarga memiliki visi membangun peradaban keluarga Indonesia yang berlandaskan nilai-nilai moral, kasih sayang, serta karakter Islami melalui penguatan pendidikan keluarga dan pola pengasuhan yang sehat, positif, serta berkelanjutan.

Untuk mewujudkan visi tersebut, yayasan akan menjalankan berbagai program yang berfokus pada peningkatan kualitas keluarga.

Program tersebut meliputi pendidikan dan pelatihan bagi orang tua, pendampingan pola asuh anak sesuai ajaran agama, hingga penguatan karakter keluarga agar mampu menghadapi berbagai tantangan di era modern.

Selain itu, yayasan juga akan mengembangkan riset, literasi, dan publikasi mengenai pendidikan keluarga dan parenting.

Langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya membangun keluarga yang harmonis dan berkualitas.

Tidak hanya bergerak di bidang edukasi, Yayasan Bina Cinta Keluarga juga akan menginisiasi berbagai program sosial serta dakwah keluarga yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan, keharmonisan, dan ketahanan moral keluarga Indonesia.

Menurut Prof. Azam, pendidikan keluarga tidak hanya berkaitan dengan hubungan orang tua dan anak, tetapi juga menjadi fondasi dalam menciptakan masyarakat yang lebih baik.

Oleh sebab itu, penguatan keluarga harus menjadi perhatian bersama, baik pemerintah, lembaga pendidikan, maupun masyarakat.

Peluncuran yayasan tersebut mendapat apresiasi dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Kebumen.

Perwakilan Kemenag Kebumen, Faiz Riyadi, menilai kehadiran Yayasan Bina Cinta Keluarga sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini, terutama karena angka perceraian di Kebumen maupun Jawa Tengah terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, data menunjukkan jumlah perceraian yang sebelumnya berada di kisaran 2.000 kasus per tahun kini meningkat menjadi sekitar 3.000 kasus pada tahun 2026.

Kondisi tersebut menjadi tantangan serius yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.

“Kita ketahui bersama, semakin tahun angka perceraian di Kebumen maupun Jawa Tengah semakin meningkat. Dari tahun-tahun sebelumnya berada di kisaran 2.000 kasus per tahun, sedangkan pada tahun 2026 mencapai sekitar 3.000 kasus,” katanya.

Faiz berharap Yayasan Bina Cinta Keluarga dapat menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat ketahanan keluarga melalui edukasi, konseling, serta pendampingan kepada pasangan suami istri maupun orang tua.

Ia meyakini upaya preventif melalui pendidikan keluarga jauh lebih efektif dibandingkan menyelesaikan persoalan setelah konflik rumah tangga terjadi.

Dengan semakin banyak keluarga yang memahami pentingnya komunikasi, pola asuh yang sehat, dan pendidikan karakter, angka perceraian maupun berbagai persoalan sosial lainnya diharapkan dapat ditekan.

Keberadaan Yayasan Bina Cinta Keluarga juga diharapkan mampu menjadi pusat pembelajaran bagi masyarakat mengenai parenting, pendidikan karakter anak, serta pembangunan keluarga harmonis yang berlandaskan nilai-nilai agama.

Melalui berbagai program yang akan dijalankan, yayasan ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam membangun keluarga Indonesia yang lebih kuat, harmonis, dan mampu melahirkan generasi muda yang berkarakter, berakhlak mulia, serta siap menghadapi tantangan masa depan. (mam/stch/dda)

Berita Sebelumnya
DCF Harus Jadi Panggung UMKM

Dieng Culture Festival 2026 Buka Peluang Bisnis Baru bagi UMKM Banjarnegara

Berita Selanjutnya
MIN 1 Banyumas Gelar Bimtek

MIN 1 Banyumas Perkuat Kompetensi Guru melalui Bimtek Madrasah Unggul dan Berintegritas