Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

Dirut PSCS Cilacap Resmi Mundur, Klub Terancam Krisis Finansial Jelang Liga 4

Dirut PSCS Cilacap MundurDirut PSCS Cilacap Mundur
LATIHAN : Punggawa PSCS Cilacap saat berlatih tanding dengan tim Persikotas kota Tasikmalaya, dalam rangka persiapan jelang Liga 4

BANYUMASEKSPRES.ID, CILACAP – Menjelang dimulainya Liga 4, PSCS Cilacap menghadapi masa-masa yang penuh tantangan.

Di tengah persiapan kompetisi ini, klub harus menerima kenyataan pahit dengan mundurnya Suhud dari jabatan Direktur Utama.

Kabar pengunduran diri tersebut disampaikan oleh Suhud sendiri melalui akun Instagram pribadinya pada Jumat (7/11).

Dalam pernyataannya di media sosial, ia mengungkapkan bahwa keputusan ini diambil karena kurangnya dukungan yang diterima selama memimpin klub.

“Keputusan ini tidaklah mudah, tetapi tanpa adanya dukungan dari suporter dan pemerintah daerah, saya merasa sulit untuk terus melangkah sendirian,” tulis Suhud saat menjelaskan alasannya.

Tantangan finansial tampaknya menjadi salah satu faktor utama yang mempengaruhi keputusan tersebut.

Hingga saat ini, PSCS Cilacap belum memiliki sponsor yang memadai untuk menunjang kebutuhan operasional tim.

“Tidak ada sponsor yang masuk kecuali apparel, air minum, dan alat olahraga,” tambahnya dengan nada prihatin.

Selain persoalan finansial, Suhud juga menyebutkan adanya masalah internal lainnya di tubuh klub. Namun, dia memilih untuk tidak merinci lebih jauh mengenai masalah tersebut.

Akibat dari kemelut ini, Suhud menyerahkan kembali pengelolaan PSCS Cilacap kepada PSF Group selaku pemegang saham utama klub.

Bupati Cilacap, Syamsul Auliya Rachman, membenarkan kabar mengenai pengunduran diri Suhud.

Ia mengaku telah berusaha menjalin komunikasi dengan pihak pengelola PSCS Cilacap demi mencari solusi terbaik.

“Kami sudah mencari benang merahnya dan berkomunikasi dengan staf Pak Gede Widiade,” ujar Syamsul ketika ditemui oleh awak media Banyumas Ekspres.

Syamsul juga menambahkan bahwa terdapat beberapa calon sponsor potensial yang siap bergabung dengan PSCS Cilacap.

Namun demikian, mereka masih menunda keputusan akhir karena menunggu kejelasan status kepemilikan klub.

“Mereka menanyakan soal kepemilikan dan saya tidak bisa menjawab karena pengelolaan PT PSCS bukan pada kami. Mereka meminta agar kepemilikan itu harus clear and clean terlebih dahulu,” jelasnya.

Kendati demikian, Bupati optimis bahwa jika masalah kepemilikan dapat diselesaikan sebelum Liga 4 dimulai maka sponsor-sponsor tersebut dapat segera bergabung.

Pemerintah daerah tetap berkomitmen mendukung keberlanjutan PSCS Cilacap di kancah sepak bola nasional.

“Jika permasalahan itu selesai sebelum Liga 4 bergulir akan ada sponsor yang masuk. Kami tetap mendorong PSCS Cilacap untuk terus eksis,” tegas Syamsul dengan penuh keyakinan.

Dengan kabar pengunduran diri Direktur Utama serta belum jelasnya dukungan finansial dan kepemilikan klub tersebut, PSCS Cilacap kini menghadapi tantangan serius menjelang kompetisi yang semakin dekat.

Semua mata kini tertuju pada langkah-langkah strategis berikutnya yang akan diambil oleh manajemen klub untuk menjaga eksistensi dan prestasi mereka di pentas sepak bola nasional.

Di sisi lain para pemain PSCS Cilacap tetap gigih berlatih guna mempersiapkan diri semaksimal mungkin menyambut Liga 4 meskipun situasi internal klub sedang kurang kondusif.

Latihan tanding melawan tim Persikotas Kota Tasikmalaya menjadi salah satu agenda penting bagi tim dalam rangka meningkatkan performa tim menjelang kompetisi resmi. (jul/dda)

Berita Sebelumnya
Bantah Selingkuhi Raisa

Klarifikasi Hamish Daud Soal Isu Perselingkuhan dengan Sabrina Alatas: “Kami Teman Lama”

Berita Selanjutnya
Tampilan dana kaget

Cara Klaim Saldo DANA Kaget dari Link: Cepat, Aman, dan Terbukti Cair