Banyumas Ekspres
Dark ModeLight Mode

100 Pelajar Jalani Tes Kesehatan Sebelum Masuk Asrama Sekolah Rakyat di Wonosobo

100 pelajar jalani tes kesehatan100 pelajar jalani tes kesehatan
Sekda Wonosobo, One Andang Wardoyo bersama jajaran forkompimda melakukan pantauan langsung proses tes kesehatan, bagi pelajar Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo.

BANYUMASEKSPRES.ID, WONOSOBO – Sebanyak 100 siswa yang diterima di Sekolah Rakyat Kabupaten Wonosobo sedang menjalani tes kebugaran dan kesehatan di Balai Latihan Kerja (BLK) Wonosobo. Ini menjadi salah satu langkah penting sebelum mereka tinggal di asrama.

“Hari ini, Dinas Kesehatan Wonosobo menggelar tes kesehatan bagi pelajar Sekolah Rakyat di Wonosobo, dengan pemantauan langsung dari Pemerintah Provinsi Jawa Tengah,” ujar Sekretaris Daerah Wonosobo, One Andang Wardoyo, di kompleks gedung BLK Kertek pada Senin (14/7).

Para siswa yang mengikuti program ini berasal dari seluruh kecamatan di Wonosobo. Data para siswa dikumpulkan oleh Dinas Sosial Wonosobo yang berkoordinasi dengan pihak terkait.

“Siswa Sekolah Rakyat adalah hasil pendataan tim Program Keluarga Harapan (PKH) Kementerian Sosial, ada 100 anak, semuanya berstatus SMP atau sederajat dan akan melanjutkan ke SMA,” jelasnya.

Siswa-siswa tersebut merupakan bagian dari keluarga miskin ekstrem yang termasuk dalam desil 1 dan desil 2.

“Nantinya, mereka akan menggunakan gedung BLK yang sudah direnovasi, dengan seluruh biaya ditanggung oleh pemerintah pusat,” tambahnya.

Pemerintah Kabupaten juga menaruh perhatian pada siswa SMP yang akan melanjutkan pendidikan ke tingkat SMA. Hal ini dikarenakan jumlah anak pada jenjang tersebut yang tidak melanjutkan pendidikan masih terbilang besar.

“Sekolah Rakyat ini kita fokuskan untuk anak SMP yang lanjut ke SMA,” kata One Andang Wardoyo.

Sementara itu, Kepala Sekolah Rakyat Wonosobo, Anik Wulandari Permana menambahkan bahwa sekolah ini disebut sebagai Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 35.

Saat ini adalah masa pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Salah satu kegiatan dalam MPLS adalah pemeriksaan kesehatan menyeluruh untuk semua peserta didik baru.

Anik menekankan bahwa pemeriksaan kesehatan ini bukanlah syarat penerimaan siswa.

“Ini dilakukan untuk memastikan bahwa mereka sehat dan tidak mengidap penyakit menular karena mereka nantinya akan tinggal di asrama,” ungkapnya.

Jika ditemukan adanya masalah kesehatan, anak tersebut tidak langsung mengikuti kegiatan belajar.

Mereka harus menjalani pengobatan hingga sembuh terlebih dahulu sebelum bisa bergabung kembali dengan kelas lainnya. Namun demikian, mereka tidak akan ditolak dari sekolah.

Saat ini, SRMA 35 memiliki total 19 guru termasuk dirinya sendiri. Selain itu, terdapat enam tenaga kependidikan lainnya seperti tata usaha (TU), operator, bendahara hingga wali asrama.

“Karena anak-anak tinggal di asrama, kami siapkan wali asrama dan setiap anak juga didampingi oleh wali asuh yang memantau perkembangan akademik maupun keseharian mereka,” jelas Anik.

Pembangunan SRMA 35 Wonosobo saat ini berada dalam tahap 1B dan diharapkan semua persiapan untuk kegiatan pembelajaran selesai pada akhir Juli.

Setiap siswa mendapatkan perlengkapan sekolah secara gratis mulai dari seragam, tas, buku hingga perlengkapan tidur seperti kasur dan selimut.

Selain itu, kebutuhan dasar seperti makan juga disediakan tanpa orangtua siswa perlu membayar uang tambahan.

“Mereka mendapatkan tiga kali makan utama dan dua kali makanan ringan setiap hari,” ujarnya.

Dalam hal kurikulum pendidikan, SRMA tetap mengacu pada Kurikulum Nasional meskipun pola dan jadwal pembelajaran masih dalam tahap penyesuaian agar sesuai dengan aktivitas asrama.

Sebagian besar guru merupakan hasil rekrutmen terbaru melalui jalur Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K) dan telah mengikuti Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Sekda Wonosobo bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompimda) melakukan pantauan langsung terhadap proses tes kesehatan bagi pelajar Sekolah Rakyat di Kabupaten Wonosobo untuk memastikan persiapan berjalan sesuai rencana. (*/stch)

Berita Sebelumnya
Siswa naik di atap angkutan

Berbahaya dan Menyalahi Aturan, Siswa Naik di Atap Angkutan di Cilacap

Berita Selanjutnya
Ojol hingga penjual pulsa bebas pajak

PPh 22 Pedagang Online Tidak Berlaku untuk Ojol, Penjual Pulsa dan Kriteria Berikut