BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Di SMP Negeri 3 Purbalingga, edukasi tentang bahaya judi online menjadi salah satu materi penting dalam rangkaian kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang dimulai pada Senin, 14 Juli.
Langkah ini diambil sebagai tindakan preventif untuk melindungi pelajar dari ancaman perjudian digital yang semakin merajalela.
Kegiatan MPLS dibuka dengan upacara di lapangan sekolah. Upacara ini dihadiri oleh ratusan murid baru dan Plt Bupati Purbalingga, Dimas Prasetyahani. Setelah upacara selesai, para siswa dibagi menjadi kelompok-kelompok kecil untuk mengikuti berbagai materi pengenalan sekolah.
Salah satu materi utama yang langsung disampaikan pada hari pertama adalah tentang bahaya judi online.
Kepala SMPN 3 Purbalingga, Subarno SPd, menegaskan pentingnya materi ini dalam membentuk karakter siswa agar siap menghadapi tantangan era digital.
“Kami ingin siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga bijak dan kuat menghadapi godaan dunia digital. Judi online adalah ancaman nyata bagi masa depan mereka,” ucap Subarno, yang juga menjabat Ketua MKKS SMP Kabupaten Purbalingga.
Materi disampaikan melalui pemutaran film edukatif berjudul “Kemenangan Sejati”, diproduksi oleh Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kemendikbudristek.
Film pendek berdurasi 22 menit 29 detik ini diarahkan oleh sutradara Miqdad Prakoso dan dibintangi oleh Muzakki Ramdhan serta Baim Alkatiri.
Cerita film tersebut berpusat pada Gio, seorang pelajar yang terjebak ke dalam dunia judi online setelah kemenangan awal yang menggoda, namun akhirnya terlilit hutang dan kebohongan.
“Judi online sering berakhir merugikan. Jangankan untung, yang menang pun bisa kalah besar. Itu pesan sangat kuat dalam materi ini,” jelas Subarno.
Setelah menonton film, para siswa diajak untuk melakukan refleksi bersama. Mereka membahas dampak sosial, psikologis, dan finansial dari praktik perjudian daring.
Dengan diskusi ini, diharapkan para murid dapat memahami risiko-risikonya dan membangun komitmen untuk menjauhi judi online sekaligus menyebarluaskan pesan positif di lingkungan sebayanya.
Selama lima hari pelaksanaan MPLS, para siswa juga mendapat berbagai materi lainnya seperti pengenalan sekolah dan tenaga pendidik, wawasan wiyata mandala, literasi digital, kesiapsiagaan bencana, pencegahan NAPZA (Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif), aksi peduli lingkungan, serta pembentukan karakter dan nilai-nilai kebangsaan.
Kegiatan MPLS ini tidak hanya bertujuan untuk mengenalkan siswa baru pada lingkungan sekolah mereka tetapi juga mempersiapkan mereka menghadapi berbagai tantangan kehidupan remaja saat ini.
Dengan memasukkan topik bahaya judi online sejak hari pertama MPLS, SMPN 3 Purbalingga menunjukkan komitmennya untuk menciptakan generasi muda yang tidak hanya unggul akademis tetapi juga tangguh menghadapi tantangan moral dan sosial di era digital.
Para peserta MPLS selama kegiatan juga didorong untuk berbagi pengetahuan baru mereka dengan teman-teman sebaya di luar sekolah.
Hal ini dilakukan agar dampak positif dari edukasi mengenai bahaya judi online dapat lebih luas dirasakan oleh kalangan pelajar lainnya.
Plt Bupati Purbalingga Dimas Prasetyahani menyatakan apresiasinya terhadap inisiatif SMPN 3 Purbalingga dalam menyisipkan materi bahaya judi online ke dalam kegiatan MPLS.
“Ini adalah langkah penting dalam membangun kesadaran digital di kalangan pelajar kita,” ujarnya.
Sebagai bagian dari kegiatan pengenalan lingkungan sekolah selama MPLS tersebut, para murid juga diperkenalkan dengan berbagai program ekstrakurikuler yang tersedia di SMPN 3 Purbalingga.
Program-program ini dirancang agar mampu mendukung perkembangan minat dan bakat siswa sekaligus mengalihkan perhatian mereka dari aktivitas negatif seperti perjudian daring.
Pada akhir kegiatan MPLS nanti, setiap kelompok akan mempresentasikan hasil diskusi mereka mengenai topik-topik yang telah dibahas selama kegiatan berlangsung. Presentasi ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa percaya diri serta kemampuan komunikasi publik para siswa baru.
Dengan pendekatan edukatif seperti ini sejak dini kepada para pelajar baru di SMPN 3 Purbalingga melalui program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), diharapkan dapat memperkuat fondasi karakter anak-anak bangsa sehingga siap mengarungi tantangan globalisasi tanpa kehilangan arah moral maupun etika sosialnya. (amr/stch)
















