BANYUMASEKSPRES.ID, PURBALINGGA – Dalam upaya meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana alam, sebanyak 120 personel dari Pleton Siaga Bhayangkara Polres Purbalingga telah menerima pelatihan penanggulangan bencana yang diadakan di Aula Wicaksana Laghawa Mapolres Purbalingga.
Pelatihan ini merupakan langkah strategis untuk mempersiapkan aparat dalam menanggulangi potensi bencana, terutama saat cuaca ekstrem yang kerap melanda wilayah Purbalingga.
Kepala Bagian Operasi Polres Purbalingga, Kompol Tri Arjo Irianto, menekankan pentingnya pembaruan dan peningkatan kemampuan personel agar siap merespons situasi darurat secara cepat dan tepat.
“Bencana tidak pernah memberi waktu untuk bersiap. Khususnya bencana alam yang bisa terjadi kapan saja di Kabupaten Purbalingga,” ungkap Tri Arjo kepada Banyumas Ekspres.
Pelatihan ini merupakan tindak lanjut dari pengukuhan Pleton Siaga Bhayangkara beberapa waktu lalu.
Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan materi di ruang kelas sebelum nantinya melanjutkan ke tahap simulasi langsung di lapangan.
Simulasi ini bertujuan agar personel benar-benar memahami dan mampu menerapkan prosedur penanganan bencana secara efektif di lapangan.
“Kami tidak hanya memberikan materi secara teoritis, namun ke depan akan ada simulasi penanggulangan bencana secara langsung,” lanjut Tri Arjo.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa setiap personel dapat beroperasi dengan baik ketika dihadapkan pada situasi darurat yang nyata.
Materi pelatihan disampaikan oleh narasumber dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Purbalingga.
Para personel diberikan berbagai macam pengetahuan mulai dari pengenalan jenis-jenis bencana alam hingga teknik-teknik pertolongan pertama bagi korban.
Selain itu, mereka juga dibekali dengan strategi evakuasi korban serta manajemen waktu selama operasi penyelamatan berlangsung.
Bekal pengetahuan tersebut diharapkan dapat memperkuat kesiapan Pleton Siaga Bhayangkara dalam memberikan bantuan kepada masyarakat saat terjadi bencana.
Bagi Polres Purbalingga, meningkatkan kesiapsiagaan bukanlah sebuah pilihan tetapi suatu keharusan mengingat bencana alam bisa datang sewaktu-waktu tanpa peringatan.
Provinsi Jawa Tengah, termasuk Kabupaten Purbalingga, dikenal memiliki kerentanan terhadap berbagai jenis bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan angin puting beliung.
Oleh karena itu, kesiapan aparat keamanan dan tim penyelamat menjadi aspek krusial untuk meminimalkan kerugian jiwa dan harta benda.
Selain meningkatkan kapasitas individu tiap personel melalui pelatihan ini, sinergi antar lembaga juga menjadi perhatian utama.
Koordinasi yang baik dengan BPBD dan instansi terkait lainnya sangat dibutuhkan agar respons terhadap bencana dapat dilakukan secara efisien dan terkoordinasi dengan baik.
Pelatihan semacam ini bukan hanya sekedar rutinitas tetapi juga bagian dari komitmen Polres Purbalingga untuk menjamin keselamatan warga setempat.
Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan masyarakat dapat merasa lebih aman karena mengetahui bahwa personel kepolisian siap siaga setiap saat untuk membantu mereka dalam situasi genting.
Tidak hanya itu, edukasi mengenai pentingnya kesadaran terhadap potensi bahaya alam juga disisipkan dalam pelatihan ini sehingga para personel dapat mensosialisasikan informasi tersebut kepada masyarakat luas.
Kesadaran publik akan risiko bencana dan bagaimana cara menghadapinya adalah faktor penting dalam mitigasi dampak buruk yang mungkin ditimbulkan oleh kejadian alam tersebut. (tya/dda)
















